Sincerely Love

Sincerely Love
Chapter 31



Pada saat pesta ulang tahun ibu suri berlangsung, Minkyung datang bersama Kyuhyun dan kedua anak kembarnya yang diberi nama Akiko dan Jinho. Ini sungguh kejutan yang disiapkan Myungsoo untuk ibu suri. Minkyung segera saja berlari ke hadapan sang nenek dan keluarganya yang berdiri mengelilingi ibu suri yang akan meniup kue ulang tahunnya.


"Anyeong mama"


"Astaga, putri Minkyung kau datang kesini? Bagaimana bisa" ucap ibu suri saat melihat Minkyung sang kembaran Myungsoo datang bersama dengan suami dan kedua anaknya.


"Pangeran Myungsoo yang memintaku kembali, mama. Ini kejutan untuk ulang tahunmu" ucap Minkyung memeluk sang nenek.


"Dasar anak kurang ajar, beraninya merahasiakan hal ini dariku" ucap ibu suri kesal pada cucu kesayangannya.


"Ini kejutan yangmulia, jika aku memberitahu bukan kejutan namanya." ucap Myungsoo dengan datarnya.


"Hallo putri Suzy, senang bisa melihatmu secara langsung dan selamat untuk kehamilanmu. Semoga saja dia nanti juga terlahir kembar seperti anakku agar gen kembar di istana semakin banyak" ucap Minkyung yang beralih memeluk istri adik kembarnya.


"Ah nde putri Minkyung" balas Suzy.


"Anyeong yang mulia permaisuri dan raja, aku sungguh merindukan kalian selama ini." ucap Minkyung memeluk kedua orangtuanya.


"Kami juga merindukanmu nak, kau tidak pernah datang lagi sejak cucu-cucuku lahir" ucap permaisuri yang menangis haru dan memeluk putrinya lalu bergantian dengan raja.


"Itu karena pekerjaan suamiku yang sangat sibuk, tapi kami berencana akan menetap disini saat ini"


"Aku senang mendengarnya nak, jadi kau tidak tinggal jauh lagi dari kami"


"Nde yangmulia, hallo para sepupuku. Kalian tidak rindu padaku?"


"Hallo tuan putri Minkyung, kau ini sudah menjadi ibu dua anak tapi kelakuanmu tetap begini"


"Aku ini masih putri Minkyung yang biasanya pangeran Himchan. Hallo pangeran Eunwoo, kita baru pertama kali bertemu setelah kita dewasa. Aku sungguh sedih mendengar kejadian yang menimpa ibu dan kakakmu dari berita, namun aku senang melihatmu baik-baik saja"


"Terima kasih putri Minkyung telah memperhatikan saya"


"Apa yang kau katakan, kau ini kelaluargaku tentu saja aku perhatian dan peduli"


"Sudah putri, kau bisa melanjutkan kangenmu dengan mereka saat nantu di istana. Saatnya kita merayakan pesta ulang tahun yang mulia ibu suri" ucap Raja Hwanhee.


"Nde yangmulia"


Ibu suri sungguh menikmati pesta ulang tahunnya, karena saat ini keluarganya sudah berkumpul dengan lengkap. Saat acara memotong kue, ibu suri memberikan suapan pertamanya untuk Suzy.


"Putri, terimalah kue pertama ini. Aku sangat bahagia sejak kedatanganmu ke istana, kau membuat istana menjadi kembali seperti semula" ucap ibu suri membawa kue pertamanya.


"Hamba sungguh merasa tidak pantas, yangmulia. Hamba ini hanyalah wanita biasa" ucap Suzy merasa tidak enak karena banyak tamu dan banyak keluarga istana yang lebih berhak dari pada dia.


"Itu tidak benar, kau wanita yang luar biasa untuk pangeran dan istana. Ayo terima kue ini nak"


"Sudah biar aku saja yang memakannya, jika putri tidak mau " ucap Myungsoo yang membawa kue dari tangan ibu suri ke mulutnya.


"Dasar pangeran Myungsoo, kue itu untuk putri Suzy bukan untukmu" sindir Sohee yang membuat semua tertawa, namun ada satu mata yang memandang kebahagiaan itu sejak tadi dengan tatapan terluka.


"Sudah, kalian nikmati pestanya. Aku mau duduk dulu menjamu para undangan yang datang kemari" ucap ibu suri segera keluar dari kerumunan cucu-cucunya dimeja kue besar untuk ulang tahunnya. Di ikuti dengan raja Hwanhee dan juga permaisuri yang ikut mendampingi ibu suri.


Sementara semuanya bubar untuk mengambil tempat masing-masing, Minkyung dan Kyunhyun mengambil makanan untuk mereka dan kedua anak mereka lalu mengambil duduk. Sohee berkeliling ballroom, Eunji dan Himchan mengatur jalannya acara. Sedangkan Suzy terus menempel pada Myungsoo yang duduk di kursi pojokan ballroom karena merasa risih ditempeli Suzy, jadi dia memilih duduk ditempat yang tersembunyi agar tidak tertangkap kamera wartawan yang bertugas meliput acara ulang tahun ibu suri.


"Kau tidak ingin mengambil makanan, putri?"


"Tidak. Melihatnya saja sudah membuatku mual makanya aku terus didekatmu agar tidak mual. Perutku rasanya tidak nyaman."


"Astaga putri, apa nyidammu dengan bau tubuhku itu semakin parah. Bukankah dia sudah berusia 3 bulan lebih harusya bukankah nyidammu itu sudah hilang"


"Nyidam itu selama hamil, kau itu kenapa sih? Membuatku kesal saja. Huft.. Aku mau ke kamar mandi awas jika kau menghilang" ucap Suzy yang berdiri dari duduknya berjalan menuju kamar mandi.


"Astaga, hamil membuatnya benar-benar menjadi wanita yang menyebalkan. Selalu menempeli ketiakku dan itu sungguh menggelikan bahkan untuk bepergian sebentarpun rasanya aku sungguh tidak bisa melakukannya, kapan siksaan ini berakhir Tuhanku" gerutu Myungsoo saat Suzy sudah pergi.


Suzy keluar dari dalam bilik kamar mandi, sia mencuci tangannya di wastafel dan membenarkan tampilannya saat Chae Young masuk ke dalam kamar mandi dan mendekati Suzy yang berdiri didepan wastafel.


"Eoh nona Son, anyeong" sapa Suzy.


"Anyeong tuan putri. Selamat atas kehamilan anda" balas Chae Young yang berdiri di samping Suzy.


"Nde, ada apa putri?"


"Aku tidak tahu sedalam apa kisah cintamu dan pangeran Myungsoo pada zaman sebelum kami bertemu. Tapi bisakah aku minta tolong padamu agar kau tidak berharap lagi dengan hubungan yang special, karena kalian sudah lama berakhir. Aku tidak ingin kau dan pangeran membuat scandal yang akan merugikanmu ataupun istana pada nantinya."


"Tahu apa kau putri tentang hubungan kami? Sebelum kau hadir kami baik-baik saja hingga pangeran pergi untuk melanjutkan pendidikannya. Namun sebelum dia kembali ke Seoul, kau sudah datang dan mengacaukan semuanya"


"Aku sudah memperingatkanmu karena walau bagaimanapun sekarang aku adalah istri pangeran Myungsoo dan saat ini aku sedang hamil, dulu jika kalian saling mencintai harusnya kalian bisa berjuang karena istana tidak pernah memaksa pangeran Myungsoo untuk menikah dengan pilihannya. Jika pangeran Myungsoo mencintaimu seharusnya yang saat ini menjadi istrinya adalah dirimu bukan aku, nyatanya yang dipilih adalah aku jadi aku harap kau jangan berharap lagi. Karena cinta pangeran kini hanya untukku dan anak kami."


"Aku yakin pangeran masih mencintaiku? Bukan dirimu? Kau terlalu percaya diri dengan ucapanmu putri"


"Jika memang dia mencintaimu dan ingin menikah denganmu, maka aku dengan senang hati merestui kalian." ucap Suzy tegas walau dalam hati dia ragu dengan ucapannya, apakah dia bisa melakukan itu dan ucapannya tadi membuat perutnya tidak enak. Dia segera berjalan keluar untuk mencari Myungsoo karena dengan menempel pada Myungsoo bisa membuat rasa mual tidak enak dalam perutnya mereda.


Sedangkan Chae Young seperti mendapat pukulan keras didalam hatinya mendengar ucapan Suzy, jelas-jelas Suzy menantangnya.


Chae Young mencuci mukanya dengan air yang mengalir kemudian mengepalkan tangannya tanda jika dia tidak terima karena telah dilecehkan, namun bagaimanapun Myungsoo tidak memilihnya dan memilih menikahi wanita yang dijodohkan istana. Chae young pikir masih ada kesempatan karena mereka adalah pasangan yang dijodohkan namun Myungsoo mengatakan jika dia telah mencintai Suzy bahkan wanita itu kini tengah hamil anak pertama mereka, hatinya sungguh sakit menerima kenyataan ini. "Argh...."


Suzy berjalan menuju ke arah Myungsoo yang kini duduk di meja yang di sediakan untuk keluarga istana, Chae young berjalan di belakang Suzy dengan senyuman misteriusnya. Semua memperhatikan Suzy yang berjalan ke arah mereka namun Chae Young menarik paksa dan mencekal Suzy dengan menodongkan pisau tajam didepan wajah Suzy.


"Putri..."


Keluarga istana dan tamu istana terkejut melihat Chae Young yang menyandra Suzy, sebelah tangan kiri Chae Young mencekal Suzy sedangkan sebelah kanan memegang pisau. Himchan yang memahami situasi segera membubarkan tamu dan para wartawan agar tidak menimbulkan berita yang akan merugikan mereka.


"Nona Son, apa yang kau mau? Kau berniat membunuhku?" ucap Suzy dibuat setenang mungkin walau hatinya takut.


"Jika aku tidak bisa memiliki pangeran Myungsoo maka kau juga bayimu tidak boleh memilikinya" ucap Chae Young dengan sinisnya.


"Kenapa kau melakukan ini nona Son? Jika pangeran mencintaimu maka dia akan memilihmu sejak awal. Apa kau tidak mau mengakui jika pangeran tidak mencintaimu makanya kau berniat melukaiku?"


"Diam, atau pisau ini akan menancap diperutmu dan membunuhmu beserta bayimu" ucap Chae young mengacungkan pisau itu pada perutnya yang membuat Suzy menciut.


"Nona Son hentikan, apa yang kau lakukan? Lepaskan putri Suzy, kau bisa melukainya" ucap Sohee yang shock dengan kejadian ini.


"Melepaskannya? Tidak akan pernah nona Sohee. Aku tidak akan melepaskannya."


"Nona Son, kita bisa bicarakan ini baik-baik" panik ibu suri.


"Apa masih bisa? Kau yang membuatku kehilangan pangeran dengan mengirimnya ke luar negri dan saat dia kembali kau malah menjodohkannya dengan wanita ini, padahal kau tahu aku sangat mencintai pangeran Myungsoo"


"Yang kau mau aku kan, lepaskan putri Suzy. Bunuh saja aku dan kita bisa mati bersama" ucap Myungsoo maju beberapa langkah untuk mendekat pada Suzy dan Chae Young.


"Berhenti disitu, atau pisau ini akan melukai wajah cantik atau perut istrimu" ucap Chae Young mendekatkan pisau pada wajah Suzy, Suzy hanya diam walau hatinya sangat takut sekali jika Chae Young melukainya dan bayinya.


"Nona Son Chae Young, berhentilah melukai dirimu sendiri dengan berpikir aku juga mencintaimu. Sejak awal pertemuan kita setelah aku kembali aku sudah menjelaskan semua padamu, aku tidak mencintaimu dan tidak menjanjikan apapun padamu sejak dulu selain hanya teman kencan biasa setelah aku ditipu oleh Park Jiyeon. Awalnya aku juga tidak mencintai putri Suzy karena aku yang tidak pernah mengenalnya bahkan tidak pernah bertemu dengannya, namun takdirlah yang membawa kami untuk bertemu dan menikah. Kau adalah orang yang baik dan aku tahu itu walau kita hanya berkencan beberapa bulan saja, tolong jangan melukai dirimu sendiri dan orang lain karena kau yang akan rugi sendiri? Mari kita berteman baik tanpa melukai siapapun" ucap Myungsoo membujuk Chae Young.


"Pangeran, aku mencintaimu. Sangat mencintaimu namun kau memilih bersama dengan wanita lain. Aku hiks...."


Ibu suri merasa dadanya sakit melihat kejadian ini, ibu suri yang tidak kuat menopang tubuhnya langsung jatuh ke lantai yang langsung ditangkap raja Hwanhee dan Eunji yang berdiri diantara inu suri.


"Dadaku... Aaaa..."


"Mama, buka matamu" panik Eunji bersama yang lain saat tubuh ibu suri sudah tumbang.


"Pengawal panggil ambulance" teriak Permaisuri. "Mama, bangunlah"


Myungsoo menoleh sebentar ke arah ibu suri sebentar yang digendong Himchan menuju ke arah luar ballrom bersama Eunji dan raja sedangkan yang lain masih hening diballroom, Myungsoo menatap Suzy kembali yang sepertinya memejamkan matanya dengan tubuh yang bergetar takut. Myungsoo memutar otak agar tidak ada yang di lukai dan Suzy juga anak mereka selamat.


"Nona Son Chae Young, tolong lepaskan putri Suzy jangan bertindak begini karena aku tahu kau adalah wanita yang baik. Kau akan membuat banyak korban jika bersikap begini. Mari kita berteman dan kami akan melupakan kejadian hari ini"


"Baiklah, kau telah memilih bukan" ucap Chae Young menghunuskan pisaunya tinggi, Suzy memejamkan matanya semakin erat menerima takdir yang akan menimpanya.


Sreekkk....


Bugh....


"Putri...."


"Aaaaaa"