
Setelah menghabiskan makan siang berdua, Myungsoo mengajak Suzy ke bukit palatine dan villa bourghese sesuai impian Suzy.
Di Bukit Palantine ini, pasangan Myungsoo dan Suzy dapat menikmati dan melihat ratusan reruntuhan bangunan megah yang diciptakan oleh masyarakat Romawi di zaman kuno. Selain itu, mereka berjalan untuk menikmati pemandangan terbaik dari Roman Forum dari atas. Di tempat ini terdapat bangunan seperti Museum Palantine, Taman Farnese, dan masih banyak lagi.
"Indah sekali pemandangan bangunan reruntuhan ini, pasti dulu memakan banyak korban. Sayang sekali bangunan indah ini harus runtuh"
"Tentu saja, disini ada musiumnya juga dan banyak taman. Ada lagi tempat yang lebih indah daripada reruntuhan ini"
"Dimana?"
"Villa Borghese, disana ada galeri lukisan klasik dan ada pertunjukannya, ada banyak karya miniatur dari arsitektur terkenal, ada kebun binatangnya juga dan masih banyak lagi. Aku sering kesana dulu ketika aku berlibur bersama Minkyung dan keluarga kecilnya"
"Benarkah?"
"Hmmm. Kau mau pergi kesana juga?"
"Tentu saja mau. Kapan lagi aku bisa mengunjungi tempat bersejarah jika tidak kau ajak, aku bisa tersesat jika pergi sendirian karena aku ini buta arah hehehe"
"Kita langsung kesana saja sebelum hari semakin sore"
Myungsoo langsung mengajak Suzy berpindah untuk mengunjungi Villa Borghese dimana bangunan itu adalah sebuah bangunan taman lanskap dengan gaya Inggris alami di kota Roma. Destinasi wisata ini berisi sejumlah bangunan, museum, dan pertunjukan keren. Villa Borghese ini menjadi rumah bagi arsitektur mengesankan, patung, monumen, dan air mancur yang dibuat oleh seniman terkenal. Objek wisata populer ini berisi Borghese Gallery, Kebun Binatang Roma, Pincio’s Water Clock, dan Silvano Toti Globe Theatre. Tempat ini menjadi sangat menarik untuk sekedar mencari relaksasi.
Myungsoo mengajak Suzy makan malam disana, hari ini Suzy terus tersenyum sepanjang hari karena dimanjakan dengan mengunjungi tempat sejarah secara langsung bukan hanya melihat dari buku ataupun internet.
"Oppa, gomawo sudah mengajakku jalan-jalan. Aku sungguh senang sekali"
"Hmm"
"Tapi apa pekerjaan oppa tidak terganggu jika mengajakku jalan-jalan seperti hari ini, bahkan hingga larut malam"
"Pekerjaanku tidak terlalu sibuk. Tidak perlu memasang wajah rasa bersalah yang jelek"
"Hehehe. Baguslah jika aku tidak mengganggu pekerjaanmu, aku takut jika menganggu waktu bekerjamu"
"Jika aku terganggu maka aku tidak akan mengajakmu ke Roma hingga jalan-jalan ke bukit Palatine dan villa Borghese untuk melihat keindahannya. Cepat habiskan makanmu lalu kita pulang, kita sudah pergi dari siang dan aku ingim segera istirahat"
"Baik pangeran manja" cicit Suzy sebal.
"Apa kau bilang?"
"Aku tidak bilang apa-apa, aku hanya bilang baik pangeran keren"
"Hmm, kau ingin jalan-jalan atau langsung pulang"
"Terserah oppa saja."
Dihotel,
Suzy mandi air hangat terlebih dahulu untuk merelaksasi badannya yang capek karena seharian jalan-jalan, Suzy masih mengeringkan rambutnya saat Myungsoo keluar dari kamar mandi. Dia berjalan menghampiri Suzy dan mengambil alih handuk yang dipakai mengeringkan rambut sehingga dia membantu mengeringkan rambut Suzy yang panjang.
"Karena Jin ae tidak ada, maka sekarang aku yang membantumu mengeringkan rambutmu" ucap Myungsoo yang membantu Suzy mengeringkan rambutnya.
"Gomawo, kapan lagi aku dimanjakan seperti ini. Saat kembali ke istana kau pasti akan kembali menyebalkan"
"Benarkah?"
"Selama ini kan selalu begitu"
"Apa?"
"Membuat anak" bisik Myungsoo di telinga Suzy yang membuat Suzy memerah.
"Dasar" ucap Suzy berbalik berdiri memukuli Myungsoo yang malah menertawakan Suzy
"Hahahahha"
Suzy yang kesal terus memukuli Myungsoo yang berjalan mundur hingga keduanya terjatuh diatas ranjang mereka dengan posisi Suzy diatas Myungsoo.
Deg.
Myungsoo terdiam dari tawanya saat menyadari posisi mereka, jarak wajah mereka hanya beberapa senti saja, Suzy yang terkejut juga terdiam sesaat sebelum akan beranjak dari tubuh Myungsoo yang membuat jantungnya terpacu.
"Aku akan pergi tidur" ucap Suzy yang mengangkat tubuhnya namun belum beranjak Myungsoo malah menautkan kedua tangannya di belakang punggung Suzy hingga Suzy menubruk tubuh Myungsoo. "Oppa"
"Aku rasa, aku menginginkanmu malam ini"
Cup.
Belum Suzy menjawab Myungsoo sudah mencium bibir Suzy, tangan Myungsoo sudah masuk kedalam gaun tidur Suzy dan bergerilya didalamnya, Myungsoo melepaskan ciuman mereka dan membalik posisi hingga Suzy berada dibawahnya sehingga dia leluasa menyentuh permukaan kulit Suzy.
"Egggghhhh..." desah Suzy saat Myungsoo mencumbunya dari balik pakaian Suzy.
Myungsoo menyatukan bibir mereka lagi dan ******* bibir itu dengan gemas, sementara tangannya sibuk melepaskan seluruh gaun tidur yang dikenakan Suzy, dan juga baju yang dikenakannya hingga dilemparkan sembarangan dilantai.
"Kau selalu indah, putri" ucap Myungsoo yang tangannya mengelus rambut Suzy dan menyingkirkannya ke samping.
"Aku rasa sudah lama kita tidak melakukan ini" ucap Myungsoo membuat Suzy malu.
"Karena kita sibuk oppaaaa"
"Karena kita masih berlibur disini maka aku ingin membuat anak denganmu, agar saat pulang kau sudah hamil." ucap Myungsoo yang kemudian menciumi seluruh wajah Suzy dan mencumbuinya hingga membuat Suzy mendesah kuat dan melampiaskan semuanya pada rambut Myungsoo. Setelah itu Myungsoo menarik diri dan menempatkan diri mereka untuk kembali bersatu untuk malam ini.
"Akkkkh"
"Suzy, kau baik-baik saja. Apa aku menyakitimu? Maafkan aku"
"Aku tidak apa oppa? Mungkin karena kita sudah lama tidak melakukannya jadi rasanya sedikit nyeri. Tolong pelan-pelanlah"
Myungsoo tersenyum kemudian mencium bibir Suzy sambil menggerakkan perlahan agar Suzy terbiasa padanya, dirasa sudah terbiasa Myungsoo mengerakkannya sedikit lebih cepat karena tubuh mereka yang kini begitu mendamba untuk mencari kenikmatan bersama.
"Aaaahhh.." desah Suzy setelah mendapatkan pelepasan pertamanya, Myungsoo berhenti sebentar lalu kembali lagi bergerak tubuhnya agar mereka berdua mendapatkan kenikmatan yang sama lagi.
Myungsoo mengangkat tubuh Suzy agar terduduk didalam pangkuannya. "Aigo.... opppaaa..." desah Suzy yang memegang pundak Myungsoo sambil pinggangnya telah dinaik turunkan oleh tangan Myungsoo, Suzy yang kembali basah memudahkan penyatuan mereka berdua yang beradu naik turun diatas ranjang.
"Myung oppa, aku sudah lelah." ucap Suzy yang sudah kelelahan tidak berdaya dalam pelukan Myungsoo dan keluar hingga beberapa kali.
"Sekali lagi ya, aku janji setelah ini kita akan benar-benar tidur putri" ucap Myungsoo membaringkan Suzy dan meletakkan bantal dibawah punggung bawah tubuh Suzy. "Ini akan membuatmu cepat hamil, aku sudah menanyakannya pada tabib istana" lanjutnya.
"Aaaaahhhhhhh" teriak keduanya saat mencapai puncak kenikmatan bersama. Myungsoo langsung melepaskan diri mereka dari penyatuan tubuh mereka dan menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua. Suzy berbalik memunggunggi Myungsoo dan memejamkan matanya untuk pergi tidur.
"Semoga kau hamil putri saat kita pulang nanti, aku tidak sabar membuat istana tersenyum bahagia menyambut kebahagiaan ini. Aku sudah pernah menorehkan luka jadi aku ingin menebus semua kesalahanku dengan kebahagiaan." ucap Myungsoo yang memeluk tubuh Suzy dari belakang yang sudah memejamkan matanya. "Saranghaeyo, Kim Suzy. Maaf jika sudah menyeretmu sejauh ini dan terima kasih kau sudah membuat keluargaku bahagia dengan kehadiranmu" lanjut Myungsoo yang tersenyum karena hanya bisa berkata saat Suzy tertidur, dirinya terlalu malu untuk mengakui bahwa dia sudah jatuh cinta pada Suzy yang baru dikenalnya hampir setahun ini sejak wanita ini menjadi istrinya dan mengganggunya setiap hari.