
"Eunwoo-ya, kenapa semua ini terjadi kepadaku hiks.. Apa aku harus berlari bersamamu meninggalkan istana, agar hatiku tidak terluka" ucap Suzy kepada Eunwoo namun Eunwoo tidak menjawab malah memeluknya dari samping hingga Suzy tersentak menyadari sesuatu.
"Maafkan aku putri, aku juga mencintaimu" ucapan itu membuat Suzy terkejut dan menoleh ke samping.
"Oppaa.. Bagaimana kau bisa disini?" tanya Suzy yang terkejut karena yang mendengar keluhannya bukan Eunwoo melainkan Myungsoo, suaminya. Aigo Suzy merasa malu sekarang dan ingin menenggelamkan dirinya ke laut.
"Eunwoo mengirimkan pesan kepadaku jika dia membawamu kemari. Ayo bangun, udara sore dipantai tidak baik untuk ibu hamil sepertimu" jawab Myungsoo yang membantu Suzy untuk berdiri.
"Oppa. Kau tahu?"
"Tentu saja. Pihak rumah sakit yang mengatakannya sewaktu kami mencarimu kesana, pengawal bilang Eunwoo membawamu kesana tapi saat kesana kau tidak ada, ternyata membawamu kabur ke pantai"
"Oppa, maafkan aku yang mengacaukan jadwal kita hari ini karena ke egoisanku. Acara amalnya pasti berantakan karenaku hiks..."
"Bukan salahmu Suzy aku sudah mengatasinya, maaf. Kau pasti salah paham melihat nona Son yang memelukku sambil menangis tadi. Tapi ini hanya salah paham, aku dan dia tidak pernah menjalin hubungan serius. Hanya pernah beberapa kali berkencan sebelum aku pergi untuk melanjutkan S2 ke luar negri. Dia berharap padaku namun aku tidak ingin melukai istana makanya aku berjanji pada ibu suri akan menerima siapapun yang akan dipilihnya untuk menjadi istriku"
"Tapi kalian terlihat saling menyukai, pangeran?"
"Itu tidak benar, mungkin nona Son masih mencintaiku tapi aku tidak pernah punya cemistry dengannya. Aku hanya mencintaimu dan akan slalu mencintaimu mulai saat ini"
"Oppa, kau tidak perlu melakukan ini dengan mengatakan mencintaiku karena aku hamil sebelum kita saling mencintai. Aku percaya padamu makanya kau memberi kesempatan untuk oppa, jika oppa belum bisa mencintaiku aku tidak apa-apa tapi bisakah selama aku hamil oppa bersikap baik padaku"
"Aku...."
"Ayo oppa kita pulang, aku pasti membuat Jin ae eonni dan yang lain khawatir. Aku juga sudah lapar" ucap Suzy menarik tangan Myungsoo untuk segera masuk mobil. Myungsoo hanya geleng-geleng dengan sikap Suzy, tidak tahukah wanita itu jika dia butuh mental untuk mengungkapkan kalimat cinta tadi. Namun dia harus sabar karena Suzy saat ini sedang hamil jadi pasti perasaannya sensitif dan berubah-ubah yang membuat Myungsoo memutuskan untuk mengalah saja.
Selama perjalanan,
Myungsoo menjalankan mobilnya dengan perlahan karena melewati beberapa jalan terjal, untuk mengatasi kesunyian Myungsoo menyalakan musik dimobil.
"Tidurlah, jika kau mengantuk"
"Aniya pangeran, aku sedang tidak mengantuk."
"Kau mau kita mampir direstoran untuk makan dulu, aku tahu kau belum makan sejak tadi pagi dan melewatkan makan siangmu"
"Aku ingin makan di istana saja, semua orang di istana pasti khawatir karena aku menghilang tiba-tiba tadi pagi"
"Mereka tidak ada yang tahu kau kabur, aku hanya mengatakan kau menemani pangeran Eunwoo jalan-jalan sekalian kau menikmati udara segar karena kau sedang hamil, jadi istana mengerti"
"Oppa, maafkan aku. Aku..." ucap Suzy menampilkan raut wajah bersalahnya.
"Sudah, tidak perlu minta maaf. Ibu hamil dilarang stres dan bersedih, okay!" balas Myungsoo dengan wajah tersenyum dan memegang tangan Suzy.
"Nde oppa"
Di Istana,
Myungsoo memarkirkan mobilnya diparkiran istana, mereka disambut Jin ae bersama Hyoki dan Nana. Seungho juga ada disana terlihat sedang menunggu mereka.
"Putri, anda kembali. Kami sangat khawatir dengan anda yang hilang dan tidak di temukan dimanapun" ucap Jin ae yang terlihat panik menyambut mereka berdua setelah turun dari mobil.
"Maafkan aku eonni, aku membuat masalah dan menyusahkan kalian"
"Tidak apa-apa tuan putri, yangmulia mengerti mari kita masuk ke istana."
"Nde"
"Jin ae, begitu sampai paviliun tolong siapkan makan malam dan teh herbal hangat untuk putri karena dia telah melewatkan makan siangnya. Aku akan menyusul nanti setelah menyelesaikan pekerjaanku dengan Seungho"
"Baik pangeran"
Suzy berjalan menyusuri pintu gerbang istana sebanyak 5 kali untuk sampai ke paviliunnya, Suzy tidak suka di antar dengan mobil jadi dia berjalan kaki di ikuti ketiga dayang setianya hingga sampai paviliun. Suzy duduk di ranjang saat ketiganya menyiapkan keperluannya untuk mandi.
"Putri, silahkan anda mandi terlebih dahulu. Nana akan membawa makan malam anda kemari karena anda pasti sangat lelah" ucap Jin ae dengan sabar setelah menyiapkan baju ganti Suzy. Sedangkan Nana dan Hyoki baru keluar dari kamar mandi.
"Aku makan dibawah saja eonni dengan pangeran" tolak Suzy yang diangguki saja oleh mereka.
"Baik putri, mari saya bantu mandi" ucap Jin ae yang membawa Suzy ke kamar mandi yang telah di siapkan Nana dan Hyoki.
"Eonni, apa pangeran Eunwoo sudah kembali?" tanya Suzy sambil berendam air hangat dibak mandinya yang besar dibantu Jin ae dan Hyoki menggosok punggungnya, Nana telah keluar membawa baju kotor Suzy dan menyiapkan makan malam.
"Nde, pangeran Eunwoo kembali bersama pengawal yang dibawa pangeran Myungsoo untuk menyusul anda. Pangeran sungguh khawatir ketika mengetahui anda menghilang apalagi mengetahui bahwa anda pergi dalam hamil muda."
"Bagaimana acara amal tadi? Apa aku mengacaukan semuanya"
"Pangeran bisa mengatasinya walau yangmulia permaisuri dan ibu suri terkejut anda menghilang dengan pangeran Eunwoo, namun pangeran menjelaskan bahwa anda menemani pangeran Eunwoo jalan-jalan karena jalan-jalan bagus untuk relaxsasi"
"Apakah istana sudah tahu jika aku hamil?"
"Nde, pangeran Myungsoo telah memberi tahu mereka. Tuan putri terima kasih telah mengubah pangeran kami menjadi lebih baik dan kembali seperti dulu, terima kasih telah bertahan dengan sikapnya dan terima kasih telah mengandung calon penerus negara ini" ucap Jin ae dan Hyoki sambil berkaca-kaca.
"Kenapa kalian mau menangis? Bukankah ini kabar bahagia jadi kalian jangan menangis lagi"
"Putri, kami ini sedang menangis bahagia. Kami hanya membayangkan jika bukan anda apakah istana akan bahagia seperti ini. Anda selalu baik memperlakukan kami seperti teman anda" ucap Hyoki yang sudah menangis haru.
"Sudah jangan menangis, Tuhan sudah menentukan takdir setiap orang. Aku bahkan tidak tahu apakah pangeran mencintaiku seperti aku yang sudah mulai mencintainya"
"Putri, jika pangeran tidak mencintai anda maka dia tidak akan khawatir pada anda yang menghilang. Anda hanya salah paham padanya."
"Airnya mulai dingin, ayo bantu aku bersiap karena aku sudah semakin lapar" ucap Suzy mengalihkan pembicaraan kedua dayangnya.
Hyoki mengambilkan handuk mandi Suzy, dan membawa Suzy keluar dari kamar mandi. Jin ae membantu Suzy berhias sederhana. Myungsoo masuk ke dalam kamar utama ketika Suzy sudah selesai bersiap.
"Kau belum makan malam"
"Belum Pangeran, kau mandilah aku akan menunggumu makan malam dibawah"
"Baiklah, kau tunggulah dibawah aku tidak akan lama"
"Nde"
"Nana eonni, kenapa menyiapkan makanan begitu banyak jika hanya untukku dan pangeran?" tanya Suzy yang mengambil tempat duduk untuk dia duduki.
"Ah itu putri, yangmulia ibu suri ingin mengadakan makan malam bersama disini saat tahu anda dan pangeran telah kembali ke paviliun" jawab Nana.
"Benarkah?"
"Nde, sebentar lagi mereka akan datang kemari. Anda duduklah terlebih dahulu sembari menunggu mereka datang"
"Baiklah. Aku senang mereka akan kesini"
15 menit kemudian,
Myungsoo turun dari kamar setelah selesai dengan urusannya membersihkan badan. Ibu suri bersama permaisuri, Sohee, Eunji, Himchan, Sohee dan juga Eunwoo yang datang membawa banyak sekali hadiah untuk Suzy.
"Eoh, kalian pindah makan malam disini" ucap Myungsoo yang mengambil tempat duduk disamping Suzy.
"Ish pangeran, kau ini tidak sopan mengatakan itu pada mereka yang sudah membawakan aku banyak hadiah" tegur Suzy yang menunjukkan berbagai kotak hadiah di meja pojokan.
"Kenapa rumah kita seperti penampungan saja?"
"Aish..."
"Sepertinya pangeran cemburu dengan kedatangan kita kesini, sepertinya calon ayah ini ingin menikmati moment ini hanya berdua saja dengan putri Suzy" goda Himchan yang membuat semua tertawa.
"Putri, kami senang mendengar kau hamil. Selamat, semoga anak kalian tidak seperti pangeran Es ini ya hihihi" tambah Sohee yang semakin membuat Myungsoo kesal karena ditertawakan.
"Pangeran, aku harap kau bisa menjaga putri dan calon anak kalian dengan baik. Kau harus sering mengalah karena wanita hamil itu sensitif dan mood yang berubah-ubah jadi kau harus selalu menuruti kemauan putri, mengerti." tutur ibu suri dengan senyum yang tak pudar diwajah tuanya.
"Nde mama, saya akan ingat pesan anda" balas Myungsoo sambil tersenyum.
"Kau harus bisa menjaga putri Suzy, jika tidak aku akan merebutnya darimu pangeran." ucap Eunwoo membuat semua orang terkejut dengan ucapannya bagitupun Suzy dan Myungsoo. Namun kemudian Eunwoo tersenyum dan mengatakan "Aku hanya bercanda, kenapa kalian semua tegang begitu hahaha"
"Kau ini membuat kami semua terkejut dengan ucapanmu, pangeran Eunwoo." ucap Sohee kesal.
"Kalian ini"
"Pangeran kau harus selalu menjadi suami siaga selama putri Suzy hamil. Kau harus siaga 24 jam karena saat ini tanggung jawabmu tidak hanya menjadi suami tapi juga menjadi calon ayah. Aku akan meminta raja agar kau diberi kebebasan tidak aktif sementara waktu di luar istana" tutur Permaisuri.
"Nde mama"
"Mama, dimana yangmulia raja Hwanhee? Kenapa tidak kemari juga untuk makan malam bersama kita." tanya Suzy yang menyadari tidak ada raja.
"Raja sedang menghadiri acara ulang tahun pejabat istana yang seharusnya kalian datangi malam ini." jawab permaisuri.
"Maaf saya yangmulia, karena saya telah mengacaukan semuanya hari ini karena saya menemani pangeran Eunwoo jalan-jalan" ucap Suzy merasa bersalah.
"Apa yang kau katakan, itu bukan salahmu. Kau sudah memberi kami kebahagiaan hari ini jadi Raja bisa memakluminya jika kau ingin jalan-jalan dengan sepupu iparmu. Putri Eunji setelah ini tolong setiap hari kau temani Suzy agar dia bisa menjalani kehamilannya dengan mudah karena ini pengalaman pertama untuknya jadi pasti banyak yang dia takutkan" ucap ibu suri.
"Nde mama, saya akan menemaninya setiap hari untuk mengajarinya seputar kehamilan" ucap Eunji.
"Ya sudah. Mari kita makan malam sekarang karena putri Suzy pasti sudah lapar"
"Baik"
Semua memulai makan malam dengan wajah bahagia, Suzy juga tersenyum karena dia merasakan bahagia yang luar biasa diperhatikan oleh keluarga istana yang kini menjadi keluarganya, inilah yang selalu dia inginkan sejak dulu dikelilingi oleh keluarga yang sangat menyayanginya.
Didalam kamar,
Suzy duduk diranjang sambil membaca buku sedangkan Myungsoo tengkurap dipaha Suzy sambil mengelus perut rata Suzy. Suzy membiarkan saja walau sebenarnya dia risih dengan ulah suaminya itu.
"Kenapa dia tidak bergerak? Bahkan aku tidak mendengar dia bergerak disini" ucap Myungsoo yang menempelkan kepalanya ke perut Suzy.
"Kau itu kuliah hingga S2 diluar negri tapi bodoh, dia masih 6 minggu mana mungkin bisa bergerak. Tunggu dia berusia 3 atau 4 bulan baru bisa bergerak dan menendang diperutku" ucap Suzy sedikit menyindir Myungsoo sambil menutup bukunya dan menaruh dimeja.
"Benarkah? Berarti masih harus menunggu beberapa bulan lagi" ucap Myungsoo lagi yang beranjak untuk duduk. "Kau sudah minum vitaminmu yang diberikan dari rumah sakit, aku tadi melihatnya di tasmu yang terbuka"
"Hmm sudah setelah makan malam tadi aku langsung meminumnya. Oppa, Myungsoo oppa"
"Ada apa?"
"Apa benar yangmulia tidak marah karena aku mengacaukan acara amal hari ini dan pesta yang seharusnya kita hadiri namun dihadiri yangmulia raja sendiri" ucap Suzy kembali dengan raut wajah bersalah.
"Bukankah aku sudah bilang bisa mengatasinya, raja juga tidak marah karena kai sedang hamil makanya raja pergi sendiri. Kenapa kau sedih?" balas Myungsoo menoel dagu Suzy agar menatapnya.
"Aku jadi merasa tidak enak saja pada raja"
"Jika kau merasa tidak enak pada raja, kenapa tadi siang kabur dengan Eunwoo ke pantai?"
"Aku hanya tidak ingin mengganggumu saja, aku rasa tadi siang kau dan nona Son sepertinya perlu bicara, aku rasa kalian cocok oppa. Maafkan aku jika merepotkanmu hiks.."
"Huft, sudah malam lebih baik kita tidur jangan menangis karena aku tidak sedang memarahimu"
"Aku hanya merasa tidak pantas saja menjadi istrimu hiks.. Nona Son sepertinya gadis yang baik dari nona Park dan dia juga tidak jahat, kenapa kau tidak memilihnya? Kau mencintainya tapi memilihku. Kau seharusnya menikah saja dengannya hiks.."
"Aku dan istana yang berhak menentukan siapa yang pantas menjadi istriku dan calon ibu dari negara ini. Sudah daripada menangis membuatmu stres dan berpengaruh pada janjinmu ayo pergi tidur, ibu hamil tidak boleh tidur malam-malam" ucap Myungsoo menarik Suzy agar terlentang tidur, Myungsoo menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya sebelum mematikan lampu tidurnya.
"Oppa.." panggil Suzy yang mendekat pada Myungsoo.
"Hmm... Tidurlah putri Kim" ucap Myungsoo yang sudah mulai memejamkan matanya, karena hari ini melelahkan baginya.
"Oppa, aku mencintaimu" ucap Suzy yang memeluk lengan Myungsoo.
"Aku juga mencintaimu, sudah cepat tidur putri" ucap Myungsoo yang menarik Suzy ke dalam pelukannya, tentu saja Suzy semakin mendekatkan dirinya kedalam pelukan Myungsoo untuk menyamankan tidurnya.
"Jaljayo oppa"
"Hmm Jaljayo"