Seamin Tak Seiman

Seamin Tak Seiman
pemikiran dua orang tua



Selesai makan malam,Zayn dan yang lainnya berkumpul diruangan keluarga. Monika sendari tadi memeluk toples wafer coklat ditangannya...


"Woy makan Mulu kakak ini,apa tidak takut gendut?" Ucap Andra


"Tidak,kalau gendut juga nanti sedot lemak,iya kan ma?" Ucap Monika menatap mama Sisil,mama Sisil hanya mengangguk


"Tapi jangan keseringan iya,gak baik untuk kesehatan" ucap mama Sisil,Monika langsung menyimpan toples wafer tersebut ke atas meja.


"Bagaimana perusahaan Andra zayn?" Tanya papa Bagas


"Baik pa" ucap Zayn dan Andra bersamaan


"Papa tahu,tadi zayn bertemu dengan anak tuan Gibran,ternyata anaknya itu membuka restoran yang lumayan mewah di daerah xx,tadi Zayn mengadakan pertemuan di restorannya" ucap Zayn menceritakan sedikit ceritanya hari ini


" Tuan Aditya Al-Gibran? Yang bekerja sama dengan perusahaan tekstil kita?" Tanya papa Bagas


"Iya pa,bahkan Zayn sampai dibuat salting karena melihat anaknya tuan Aditya Al-Gibran" bukan Zayn yang menjawab melainkan Andra


"Ditanya siapa yang jawab siapa" ucap Zayn kesal


"Sekali² siapa tau kamu lagi sariawan za, jadi aku deh yang jawab" ucap Andra tertawa


"Sialan" umpat Zayn,sesaat terjadi keheningan diantara mereka,lalu mereka melihat kearah Monika yang bangkit dari duduknya


" Mau kemana kak?"tanya Andra


"Kamar tidur"ucap Monika berlalu dari ruangan tersebut


"Sudah kalian juga tidurlah besok pagi² kita ke gereja" ucap mama Sisil


"Iya ma" ucap Zayn dan Andra bersamaan lalu bangkit dari duduknya


"Jangan lupa bersih² dulu iya"teriak mama Sisil


"Iya ma" jawab mereka sambil berteriak


Tinggal lah mama Sisil dan papa Bagas diruangan tersebut


"Kadang mama masih belum percaya kalau mereka sudah sebesar ini pa" ucap mama Sisil


"Iya sayang,papa juga gak nyangka kalau mereka sudah beranjak dewasa" ucap papa Bagas


"Tapi mama kepengen menimang cucu pa,mama sudah tua dan pengen banget dengar tangis bayi dimansion ini"ucap mama Sisil sendu


"Sudah lah ma,yuk kita kekamar" ucap papa Bagas dengan seringainya


"Jangan macem² ingat umur" ucap mama Sisil menatap tajam suaminya


"Gak macam² semacam aja,kata mama tadi mau dengar suara tangisan bayi' ucap papa Bagas,mama Sisil mendengus kesal. Lalu mereka berdua kembali kekamarnya


❤️💚💙💜🤎🖤🤍🧡💛


Mansion Gibran


Sepasang suami istri sedang duduk di balkon kamar mereka memandangi langit malam.


"Dad,tidak terasa iya mutiara udah besar" ucap mommy Claudya sambil bersandar dibahu suaminya


"He-em" jawab Daddy Aditya berdehem


"Kalau nanti mutiara nikah,dia masih tinggal dimansion ini gak iya dad" tanya mommy claudya


"Mommy,mutiara itu masih kecil belum boleh pacaran apa lagi nikah" jawab daddy Aditya


"Daddy,mutiara itu sudah dewasa dad Desember nanti masuk 21 tahun dad" jawab mommy Claudya


"Tidak,nanti kalau saatnya tiba,daddy tidak mau dia didapatkan lelaki sembarangan" jawab Daddy aditya


"Daddy,gak boleh gitu mutiara juga harus punya kehidupan sendiri,jangan Daddy kekang gitu. Emang daddy mau mutiara jadi gak nikah²?" Tegur mommy claudya sambil bertanya


"Iya enggak lah mom,tpi kan daddy itu sayang banget sama mutiara"ucap Daddy Aditya sendu


"Iya mommy tau daddy sayang banget sama mutiara,tapi dad jangan dikekang mutiaranya kasihan. Pokoknya siapa pun nantinya yang menjadi pasangan mutiara,selagi orangnya baik sopan dan tidak melanggar agama kita jangan melarangnya dad" ucap mama Claudya dengan sangat lembut


"Dah yuk masuk dad,kita belum isya" mommy Claudya beranjak dari duduknya disusul Daddy Aditya


"Ma nanti olahraga ya" ucap Daddy Aditya menyeringai disela langkahnya


"Daddy ih" ucap mommy Claudya malu,


Lalu mereka berdua kekamar mandi mengambil air wudhu' dan menunaikan ibadah sholat berdua