
Malam harinya mutiara berkutat kembali dengan laptopnya
" Huh, kalian kapan selesainya" ucap mutiara
Tak lama pintu kamar mutiara diketuk,
"Nona, makan malam sudah siap" ucap seorang pelayan
" Iya Bi" jawab mutiara berteriak
" Kalian tunggu aku ya, nanti kita ketemu lagi oke" ucap mutiara berbicara dengan tugas tugasnya
Lalu mutiara turun tujuannya saat ini ruang makan
" Selamat malam cinta pertama mut, mommy opa Oma" ucap mutiara berteriak sambil berjalan kearah meja, peserta dimeja makan hanya menggelengkan kepalanya
" Dasar anak Tarzan" cibir mommy Claudya, lalu ditatap tajam oleh Daddy Aditya
" Apa menatapku seperti itu" tantang mommy Claudya kepada daddy Aditya
" Jaga ucapan mu dia anak ku" ucap Daddy Aditya
" Iya kamu yang melahirkannya, kamu juga yang mengandungnya" ucap mommy Claudya kesal
" Mommy, mutiara itu bukannya anak Tarzan tapi mutiara itu anaknya Daddy" ucap mutiara
" Bukan, kamu itu mommy temukan saat lagi dikampung, jadi mommy kasihan mommy bawa dan mommy rawat" ucap Mommy Claudya seserius mungkin
" Tidakkan Daddy" tanya mutiara kepada daddynya, namun belum sempat Daddy Aditya menjawabnya mommy Claudya langsung menjawab
" Buktinya mut senang teriak teriak" ucap mommy Claudya menaikkan alisnya
" Kalau mut anaknya Tarzan, mut mau lihat orang tua mut dad, dikampung mommy" ucap mutiara kepada Daddy Aditya
"Sudahlah, tidak usah dipikirkan kamu itu anak Daddy sama mommy. Tuh buktinya foto mommy saat mengandung kamu" ucap Oma mutiara menunjuk bingkai foto yang dipajang di dinding samping tangga
" Ah iya ya, jadi mut itu bukan anak Tarzan kan mom" ucap mutiara menatap mommy Claudya
" Kalau mut teriak teriak lagi mommy akan mengantar mut sama Tarzan beneran" ucap mommy claudya, lalu mutiara menganggukkan kepalanya
" Sudahlah mom, jangan ganggu mutiara" ucap Daddy Aditya
" Biarkan, biar dia juga tahu kalau dia itu selain anak kita dia juga anak Tarzan" ucap Mommy Claudya yang belum selesai kesal dengan mutiara
Mutiara menatap Omanya meminta penjelasan, sang Oma hanya menggelengkan kepalanya
Ya begitulah mutiara kalau dengan keluarganya dia seperti anak kecil yang baru masuk sekolah dasar, tetapi mutiara juga bisa bersikap dewasa kalau menghadapi masalah...
πβ€οΈπ§‘πππ€π€π€π
Sama halnya dengan mutiara Zayn juga sedang makan malam bersama keluarganya, tak lupa juga sikap usil dan jahilnya Zayn dan Andra tidak pernah pudar saat di meja makan dan membuat mama Sisil meradang. Andra sampai dimansion dari luar kota saat Zayn juga baru sampai dari perusahaannya sore tadi, karena tidak terlalu jauh jadi Andra bisa pulang hari itu juga...
" Zayn,Andra bisa tenang kalau didepan makanan?" Ucap mama Sisil berteriak
" Tuhan memberikan kita makanan untuk dihormati dan dinikmati bukan untuk melihat kalian bertengkar" lanjut mama Sisil
" Ma sudahlah, kalau mereka nanti menikah tidak akan bertengkar lagi" ucap papa Bagas menenangkan
" Apa Zayn sama Andra menikah? Yang ada istrinya nanti makan hati kalau menikah dengan mereka" cibir monica
" Bilang aja kalau jomblo kak, tidak usah iri " ucap Andra
" Heh sadar kamu juga sama" ucap Monica, lalu menatap Zayn
" Aku sudah punya ya, bukan seperti kalian" ucap Zayn
" Iya kamu memang sudah punya, tapi memaksa" cibir Andra
" Tidak, kami berdua atas dasar suka sama suka" jawab Zayn cepat
" Zayn" panggil mama Sisil, lalu Zayn menatap mama Sisil
" Jangan memaksa nak" ucap mama Sisil
" Tidak ma" ucap Zayn
" Kenalkan kesini, agar nanti kalau mama bertemu dengannya sudah tahu" ucap mama Sisil
" Belum saatnya ma" ucap Zayn seadanya
" Tanya sama papa ma, pasti papa sudah tahu" lanjut Zayn menatap papa Bagas, papa Bagas hanya menaikkan bahunya
" Hati hati nak, jangan merusak anak orang ingat mahkota paling berharga perempuan terletak pada kehormatannya, jangan Zayn rusak ya" ucap mama Sisil mengingatkan
" Iya ma" ucap Zayn, lalu dia menatap Monica
" Apa menatapku seperti itu?" Tanya Zayn ketus
" Aku harap dia tidak bertahan dengan mu" ucap monika, lalu mereka berdo'a dan makan dalam diam tanpa ada yang bersuara...