
Seperti kesepakatan yang telah dikatakan Daddy aditya kemarin, orang yang diminta Daddy Aditya mengikuti kemanapun mutiara pergi dan semua kegiatannya telah sampai di perusahaan Gibran corp...
Tok tok tok
Dengan sigap sang asisten Daddy Aditya membukakan pintu setelah mendengar ketukan dari pintu ruangan Daddy Aditya
Ceklek
" Selamat pagi tuan" sapa orang tersebut dengan ramah
" Pagi" jawab Anton asisten Daddy Aditya
" Silahkan anda sudah ditunggu oleh tuan aditya " lanjut sang asisten dan meminta orang tersebut untuk duduk disofa ruangan tersebut,
Lalu Daddy Aditya beranjak dari kursi kebesarannya dan bergabung duduk di sofa berhadapan dengan orang tersebut
" Bagaimana aku ingin melihat hasilnya" ucap daddy Aditya to the poin
Orang tersebut merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan ponsel serta beberapa lembar kertas foto, Daddy Aditya mengamati foto foto tersebut...
Terlihat disana mutiara sangat bahagia, mulai dari perkebunan daun kelor, rumah pohon, restoran, pantai dan masih banyak lagi
" Ini seperti Zayn Wijaya" ucap Daddy Aditya mengerutkan keningnya, lalu menatap orang tersebut seolah memberikan isyarat meminta penjelasan
" Benar tuan, dia Zayn Wijaya" ucap orang tersebut
" Good, aku akan memberikan mu bonus" ucap daddy Aditya
" Terima kasih tuan, kalau begitu saya pamit tuan" ucap orang tersebut menundukkan kepalanya, dibalas anggukan kepala oleh daddy Aditya, lalu orang tersebut keluar dari ruangan Daddy Aditya dengan perasaan tidak karuan. berada diruangan itu membuat dia merasa sesak karena aura wajah dingin dan beringas Daddy Aditya....
ππ€π€π€πππ§‘β€οΈπ
Mutiara saat ini sedang berada di kampusnya untuk menyelesaikan rancangan proyek yang akan mereka buat, tak lain dan tak bukan proyek tersebut adalah puding daun kelor yang telah mereka sepakati beberapa bulan lalu untuk di promosikan. Terlihat mutiara dan teman lainnya sangat fokus membuat adonan dari pudding tersebut, dengan mengikuti tahap demi tahap yang telah mereka rancang...
" Ehh kira kira puding kita nanti banyak diminati gak ya" tanya tari
" Pasti diminati dong" celetuk yang lainnya
Lama mereka berbincang sembari menyiapkan makan siang mereka di atas meja
" Sudah sudah, apapun hasilnya nanti kita terima itulah hasil dari usaha kita, bilamana nanti tidak banyak peminatnya berarti kita harus memperbaikinya" ucap mutiara
" Nah bener tuh, kalian ini malah berpikir diminati atau enggak, udah jalani dulu lagian kan lidah orang lain lain Ada yang suka asin, ada juga yang suka manis, begitu juga dengan proyek kita ini mungkin ada yang suka dan mungkin juga ada yang kurang suka" jawab sari
" Syukuri aja dulu hasilnya, pastilah usaha tidak mengkhianati hasil oke" ucap mutiara
" Iya mut, aku mau cepet cepet tamat mumet nih lama lama otak kalau terus begini" ucap tari dengan wajah sendunya
" Ya udah yuk kita makan, tadi juga aku bawain cake buatan mommy" ucap mutiara memperlihatkan toples berisi cake
" Uhh pasti enak banget tuh, buatan Tante Claudya" ucap tari dengan antusias
" Eh mut, kalau kamu punya Adek cowok bagi aku satu lah" lanjutnya
" Eh bego mutiara anak tunggal" jawab sari memutar bola matanya
" Eh iya ya" jawabnya terkekeh
" Kamu sih mut, kok mau sih jadi anak tunggal?" tanya tari
" Emang aku mau gitu jadi anak tunggal? gak ada temen sepi" ucap mutiara sendu
" Iya juga ya" jawabnya
Mutiara hanya menggeleng, yah beginilah mereka kalau sudah bergabung pasti rencana sebelumnya tertunda karena ocehan mereka yang tak pernah habis.....