
Ke esok kan harinya, semua orang kembali beraktivitas seperti biasanya.
Daddy Aditya saat ini sudah berada di perusahaan, mutiara ke kampusnya karena ada mata kuliah pagi, dan yang lainnya beraktivitas seperti biasanya di mansion mewah milik keluarga Al-Gibran...
" bacakan jadwalku hari ini" ucap daddy Aditya, lalu sang sekertaris dengan sigap membacakan jadwal yang dimaksud
" di jam 9 nanti kita ada pertemuan dengan perusahaan ZW corp, pembahasan kerja sama perusahaan tekstil di didaerah AA tuan" ucap sang sekertaris
" Baiklah, siapkan semuanya" jawab Daddy aditya
sama halnya dengan keluarga Wijaya, Zayn saat ini sudah berada di perusahaan tak lupa juga sang asisten setia dimanapun berada.
" Ndra, apa jadwal hari ini?" Tanya Zayn
" Jam 9 nanti pertemuan dengan perusahaan Gibran corp, pembahasan kerja sama perusahaan tekstil di daerah AA tuan. Mereka memiliki saham kepada perusaan tekstil kita sebesar 35% " ucap Andra, membuat Zayn menoleh kearahnya
" Berikan berkasnya" ucap Zayn, lalu Andra memberikan berkas yang ada ditangannya. Zayn membaca setiap poinยฒ pada dokumen tersebut, lalu menatap kearah Andra
" Siapkan ruangannya ndra " ucap Zayn
" Baik tuan " ucap Andra lalu berjalan keluar ruangan menyiapkan ruangan meeting
๐๐๐ค๐ค๐ค๐๐โค๏ธ
" Maaf saya sedikit terlambat " ucap Daddy Aditya lalu berjabat tangan dengan semua yang ada disana
" Tidak masalah tuan " jawab Zayn menerima uluran tangan daddy Aditya
Lalu meeting pun dimulai, para peserta mendengarkan penjelasan dari perusahaan perusahaan yang ingin mengajukan kerja sama juga, perlu diketahui perusahaan tekstil yang mereka bahas ini adalah perusahaan tekstil yang sangat lah besar, bahkan sekali produksi hasilnya juga bisa membuat tercengang, dan saat ini perusahaan ZW corp berencana untuk membuat sebuah cabang dari perusahaan tekstil tersebut....
" Bagaimana tuan, apa kerja sama kami dapat anda terima?" Tanya seorang pimpinan perusahaan, Zayn tampak membaca sekali lagi dokumen yang mereka bahas. Ya, saat ini ada banyak perusahaan perusahaan yang mengajukan kerja sama kepada perusahaan tekstil tersebut, memang tak heran lagi kalau mereka semua menginginkan kerja sama dari perusahaan tersebut. Namun yang membuat Zayn tidak mengerti kenapa semua isi dokumennya terlihat ambigu, Daddy Aditya hanya tersenyum tipis melihat ekspresi wajah dari Zayn. Memang daddy Aditya telah mengetahui niat jahat dari perusahaan perusahaan yang mengajukan kerja sama tersebut, disini dia juga menjadi salah satu peran pada perusahaan tersebut karena dia juga memiliki saham yang ia tanam.
Tak lama kemudian Zayn mengangkat kepalanya
" Maaf, semua kerja sama ini tidak dapat saya terima" ucap Zayn, membuat mereka yang ada disana terkejut sedangkan daddy Aditya tersenyum melihat keputusan dari Zayn
" Bagaimana bisa tuan" sanggah seorang pimpinan
" Setelah saya baca dari dokumen dokumen tadi, saya melihat di poin pertama kalian merencanakan perencanaan A, tapi di poin kelima kalian menulis perencanaan B. Apa itu masuk akal?" Tanya Zayn, semua peserta yang ada disana terdiam seribu bahasa
" Dan saya memutuskan untuk tetap bekerja sama dengan perusahaan Gibran corp" ucap Zayn, lalu daddy Aditya berdiri berjabat tangan dengan Zayn
Lalu meeting tersebut pun berakhir dengan Daddy Aditya yang masih mendapatkan kerja samanya...