
Malam harinya Zayn dan Andra berada diruangan kerjanya, mereka berdua sibuk dengan urusannya masing masing, lebih tepatnya Andra yang sibuk mencari data yang diminta oleh Zayn, ahh kalau bukan karena mobil impian tidak akan mungkin Andra akan menurutinya...
" Bagaimana apa kau sudah mendapatkan informasi datanya" tanya zayn tanpa melihat Andra, dia hanya fokus pada benda yang berada ditangannya
" Sedikit lagi, tinggal alamat lengkapnya " ucap Andra
Sesaat kemudian Andra berteriak...
" Dapat " ucap Andra membuat Zayn kaget, lalu memberikan Ipad-nya kepada Zayn
" Namanya Alvino Antonio, anak dari sekertaris tuan Aditya Al-Gibran " ucap Andra
" Dia memiliki perusahaan yang bergerak di bidang kelapa sawit, dia tinggal di perumahan elit didaerah XXXII " lanjut Andra memberikan informasi kepada Zayn
" Anak tunggal dari tuan Antonio " gumam Zayn, lalu dia mengernyitkan keningnya melihat data yang dibacanya
" Ibu ya meninggal saat dia masih disekolah dasar, karena penyakit kanker darah " gumam Zayn
' huh' Zayn menghela napasnya
" Tidak Ada yang spesial darinya " ucap Zayn kembali memberikan Ipad-nya kepada Andra
" Dasar arogan " cibir Andra
" Apa kamu cemburu kepadanya zay? " Tanya Andra mengejek Zayn, membuat Zayn menatapnya tajam
" Maka bergeraklah lebih cepat sebelum ketinggalan" lanjut Andra
" Bukan semudah itu sialan" umpat Zayn lalu pergi meninggalkan Andra sendirian diruangan itu
" Selalu Nya, meninggalkan seperti ini berkas dimana mana kalau ada yang hilang menjadi urusanku " umpat Andra, lalu dia dikagetkan dengan suara Zayn yang berteriak dibalik pintu
" Aku mendengar umpatan mu sialan" ucap Zayn dibalik pintu, Andra tidak lagi menjawab karena tidak mendengar suara Zayn lagi. Sedetik kemudian Andra teringat akan janji Zayn siang tadi lalu dia bergegas pergi meninggalkan ruangan itu lalu pergi kekamar zayn...
β€οΈπ§‘πππ€π€π€π
Di kamar yang bernuansa minimalis dan berwarna putih berpadu dengan warna cream, seorang gadis cantik sedang duduk di meja belajarnya. Pandangannya fokus kepada layar laptop didepannya, dengan ditemani camilan dan teh hijau kesukaannya...
" Ya ampun kapan selesainya ini semua " gumam mutiara melihat banyaknya dokumentasi yang harus diselesaikan
" Ini hanya pada bidang chef, bagaimana kalau dulu aku memilih administrasi perkantoran bisa bisa aku mati karena itu " ucap mutiara menggelengkan kepalanya
Mutiara kembali fokus kepada pekerjaannya, tetapi nada dering dari ponselnya membuatnya berhenti sejenak, Lalu dia mengangkat panggilan Vidio di ponselnya...
"Oh yaampun orang ini selalu mengganggu" ucap mutiara lalu menggeser tombol ponselnya menerima panggilan video tersebut
" Apa " tanyanya ketus
" Astaga sayang, kamu kenapa hmm?" Tanya Zayn
" Kenapa cepat katakan, kenapa menelpon ku" ucap mutiara tanpa menghiraukan panggilan Zayn padanya
" Kamu lagi apa?" Tanya Zayn
" Kalau iya jawabannya aku sedang sibuk " lanjut mutiara ketus
" Santai dong sayang, jangan marah marah nanti cantiknya hilang" ucap Zayn menggoda mutiara
" Sayang sayang, ingat pacaran aja belum" ucap seseorang yang masuk tanpa permisi kedalam kamar zayn, siapa lagi kalau bukan Andra
" Andra, main masuk aja " ucap Zayn yang melihat Andra duduk di sofa kamarnya
" Iya tau tuh Zayn, kita pacaran saja tidak main panggil sayang " ucap mutiara, entah kenapa kata kata itu lolos begitu saja dari mulutnya, seakan memberi kode kepada Zayn padahal bukan itu maksud mutiara
" Ohh jadi kamu ngode aku, baiklah aku umumkan malam ini mutiara Al-Gibran menjadi kekasih aku, disaksikan oleh Andra Wijaya" ucap Zayn antusias dan membuat mutiara melototkan matanya
" Mana bisa begitu Zayn " ucap mutiara
" Bisa, apa yang tidak bisa dilakukan oleh seorang Zayn wijaya" ucap Zayn dengan sombongnya
" Terserah padamu aku malas berdebat dengan mu" ucap mutiara ketus
" Jadi kita berpacaran?" Tanya Zayn pada mutiara
" Tidak " ucap mutiara
" Lawan kata tidak apa mut?" Tanya Zayn
" Iya " jawab mutiara dengan polosnya
" Ok berarti kita sekarang berpacaran, tadi kamu barusan bilang iya" ucap Zayn tersenyum lebar, sedangkan mutiara merutuki jawaban yang terlontar dari mulutnya
" Astaga, baru sekarang aku melihat orang berbicara Seperi itu lewat telepon, biasanya aku sering lihat kalau si cowok ya mau nembak ceweknya itu dikasih bunga tau apalah, lah ini dari telepon dasar gak modal" cibir Andra yang dari tadi hanya terdiam
" Apa peduliku dengan seperti itu, bagiku itu hanya anak kecil yang lagi mengenal cinta monyet" jawab Zayn
" Kalau kalian terus berdebat aku tutup teleponnya" ucap mutiara yang mulai kesal melihat perdebatan antara Zayn dan Andra
" Maaf, dasar si Andra mengganggu saja" ucap Zayn menatap mutiara lewat teleponnya
" Andra tanggal berapa hari ini " tanya Zayn
" 8, Desember" ucap Andra
" Oke baiklah, malam ini tanggal 8 Desember aku umumkan bahwa mutiara Al-Gibran menjadi kekasih dari seorang Zayn wijaya, tidak ada penolakan dan tidak ada tawaran. Besok aku akan ke restoran mu, by good night sayang" ucap Zayn lalu mematikan sambungan teleponnya tanpa mendengar jawaban dari mutiara
" Apa menatapku seperti itu" tanya Zayn ketus yang melihat Andra menatapnya
" Aku harap anda tidak melupakan janji anda siang tadi, tuan Zayn Wijaya" ucap Andra lalu keluar dari kamar Zayn
Disisi lain mutiara tersenyum miris setelah panggilan video dari Zayn terputus
" Kekasih, pacaran huh aku rasa kita tak akan pernah bersatu" ucap mutiara tersenyum miring, lalu dia melihat kearah laptopnya dimana masih menyala. Lalu dia kembali fokus pada pekerjaannya yang sempat tertunda oleh panggilan video dari Zayn barusan....