Seamin Tak Seiman

Seamin Tak Seiman
berakhir



Bodyguard daddy Aditya dan Daddy Aditya mendekati jasad deff...


"Dia sudah tidak bernyawa tuan" ucap salah satu bodyguard daddy Aditya


"Kasihan sekali kamu kak deff,karena keserakaan mu kamu sampai mati sia sia begini" gumam daddy Aditya


"Tolong kalian urus jasadnya dan kuburkan dengan layak" ucap Daddy aditya lalu meninggalkan segerombolan para bodyguardnya Yang sedang mengurus jasad deff,lalu Daddy Aditya menelpon sang sekertaris...


"Keruangan sekarang" ucap Daddy Aditya,lalu mematikan sambungan telepon dan memasukkan kembali ponselnya kedalam saku celana dasarnya. daddy Aditya masuk kedalam lift,tiba tiba ponsel Daddy Aditya berdering lalu dia kembali merogoh saku celananya. Daddy Aditya tersenyum saat mendapati siapa penelpon tersebut...


"Halo mommy sayang,ada apa hmm" ucap Daddy Aditya


"Tidak dad,Daddy sedang apa? Sudah makan siang belum,terus Daddy tidur yang cukup tidak?" Pertanyaan beruntun terlontar begitu saja dari mommy Claudya


"Aduh introgasinya melebihi polisi iya" jawab Daddy aditya tertawa disela langkahnya menuju ruangannya


"Mommy serius nanya dad" ucap mommy Claudya. Daddy Aditya sampai didalam ruangannya lalu langsung menuju kursi kebesarannya


"Iya sayang,Daddy belum makan siang. Mungkin sore ini Daddy akan pulang" jawab Daddy aditya sambil mendudukkan bokongnya


"Tuh kan Daddy,kenapa belum makan,tadi apa kata Daddy akan pulang sore ini?"tanya mommy claudya


"Emang pekerjaan Daddy udah selesai?" Lanjut mommy claudya


"Loh,kok mommy ngomong gitu sih bukannya seneng Daddy pulang cepet" ucap Daddy aditya pura pura marah


"Bukan begitu sayang,mommy malahan seneng kalo Daddy pulang cepet,tapi mommy takut nanti Daddy bolak balik lagi ke sananya kan Daddy cape,bisa bisa sakit nanti loh dad" ucap mommy Claudya lembut dan mencoba memberi penjelasan


"Enggak mom,semuanya sudah selesai tinggal mengalihkan nama perusahaan saja mom. Kak deff sudah meninggal mom,itu makanya Daddy pulang cepat" ucap Daddy Aditya,membuat mommy Claudya terkejut


"Hah,inalillahi wa innailaihi Raji'un kenapa bisa dad. Apa Daddy yang membunuhnya?" tanya mommy claudya yang suaranya mulai bergetar


"Daddy tidak membunuhnya mom,tapi dia saja yang menghantarkan nyawanya sendiri" jawab Daddy aditya tenang


"Daddy,mommy takut" ucap mommy Claudya dengan suara yang bergetar,dan Daddy Aditya tahu kalau mommy Claudya menahan tangisnya


"Itu makanya Daddy belum makan siang"lanjut Daddy Aditya


"Iya dad,Daddy makan siang dulu gih. Mommy tunggu Daddy disini iya" ucap mommy Claudya lembut dan sudah tenang kembali


"Iya sayang,baik baik disana ya. Tunggu Daddy sampai,love you claudya Al-Gibran" ucap Daddy Aditya


"Love you more Aditya Al-Gibran" balas Mommy Claudya


"Yaudah Daddy tutup iya, assalamualaikum" ucap Daddy Aditya


"Iya dad, wa'alaikumussalam" jawab mommy Claudya,lalu mematikan sambungan telepon tersebut


πŸ’šπŸ’™πŸ’œπŸ€ŽπŸ–€πŸ€πŸ§‘πŸ’›β€οΈ


Saat ini disebuah mansion mewah,seorang wanita paruh baya sedang berteriak histeris karena mendapati kabar bahwa suaminya telah tewas karena tertabrak mobil...


"Tidak mungkin,ini tidak mungkin" ucap wanita tersebut berteriak


"Nyonya yang sabar nyonya" ucap seorang pelayan menenangkannya,tiba tiba wanita tersebut merasakan sakit yang amat luar biasa di dadanya lalu dia ambruk kelantai


"Nyonya,nyonya tidak apa apa?" Tanya pelayan menopang tubuh wanita tersebut


"Tolong sampaikan kepada ketie,dia harus membalaskan dendam kepada keluarga Gibran"ucapnya dengan suara tercekat


'Astaghfirullah ini hati manusia terbuat dari apa,saat saat begini dia masih memikirkan balas dendam. Kalau dipikir pikir memang keluarga Gibran tidak salah sama sekali,melainkan keluarga tuan dan nyonya ini yang mengambil hak keluarga Gibran' ucap pelayan tersebut dalam hati.


kenapa dia tahu permasalahannya? Ya ,karena dia adalah pelayan yang bekerja memang cukup lama dikeluarkan deff,dari Katie masih kecil sampai saat ini Katie sudah kuliah.katie saat ini kuliah di negara x dan jarang sekali untuk pulang,sifatnya juga tidak jauh berbeda dari kedua orang tuanya sombong, arogan, dan mau seenaknya sendiri.


"Iya nyonya, insyaallah akan saya sampaikan" ucap pelayan tersebut, meski dia sendiri tidak yakin dengan jawabannya. Namun saat itu juga badan wanita tersebut melemah dan akhirnya terkulai lemas,pelayan tersebut merasakan denyut nadi wanita itu sudah melemah dan akhirnya berhenti berdetak...


"Innalilahi wa innailaihi roji'un,kalian semua tolong angkat nyonya. Kita makamkan beliau siang ini juga,mungkin sebentar lagi jenazah tuan akan sampai" ucap pelayan tersebut kepada pelayan yang lainnya, Lalu mereka semua menyiapkan semuanya untuk memakamkan majikan mereka...