
"mutiara" panggil Daddy Aditya menghampiri mutiara yang masih memeluk vino
Kemudian mutiara melihat kearah sumber suara, sedetik kemudian mutiara berlari memeluk Daddy Aditya, kembali menangis sesenggukan di pelukan Daddy Aditya...
Daddy aditya membalas pelukan sang putri dengan penuh kasih sayang, Daddy Aditya paham perasaan mutiara
" Udah mut jangan nangis lagi" ucap Daddy Aditya mengurai pelukannya lalu menyentuh pipi mutiara yang basah karena air mata
Mutiara tambah terisak karena perlakuan sang Daddy
" Daddy mau tanya, kenapa coba mut menangis?" Tanya Daddy Aditya
Mutiara menggelengkan kepalanya
" Klo gak ada sebabnya gak usah nangis dong" ucap Daddy Aditya mencoba bercanda
Mutiara memeluk Daddynya kembali
" Udah Daddy tahu perasaan mut, Daddy juga pernah loh mengalaminya ditinggal sama tunangan Daddy, mut pasti belum tahu ceritanya kan?" Tanya Daddy Aditya
Mutiara hanya menggelengkan kepalanya didalam pelukan Daddy Aditya
" Kalian gak salah kok, wajar kalau mut sedih Daddy juga paham kok perasaan Zayn gimana, tapi kalian tidak bisa memaksakan nak, berdo'alah semoga kalian berdua mendapatkan jodoh yang lebih baik iya" ucap Daddy Aditya
" Maafin mut dad mut salah" ucap mutiara mengurai pelukannya
" Enggak kalian gak salah kok, tapi takdir kalian lah yang mempertemukan udah jangan nangis lagi ya, sekarang kita pulang mommy pasti sudah menunggu mut" ucap Daddy Aditya lalu mencium kening putri satu satunya
" Mut sudah memutuskan, jadi mut harus bisa melupakan, dah yuk kita pulang" ucap Daddy Aditya lalu menggandeng tangan putrinya
Sebelum pergi Daddy Aditya menoleh kesamping mutiara
" Vin, kita duluan ya" ucap daddy Aditya kepada vino
" Pulanglah, hati hati dijalan jangan kebut kebutan di jalan" lanjutnya
" Ahh iya omm, hati hati" balas vino
" Mut jangan sedih lagi ya, semangat" ucap vino tersenyum
Lalu Daddy Aditya dan mutiara berjalan meninggalkan vino sendirian
HAH
π§‘ππππ€π€π€π
Didalam restoran Zayn mengacak semua isi meja yang tadi tersusun rapi
" Tuhan, kenapa harus aku lagi merasakannya" teriak Zayn
"Aaaaakkkkhhh"
"Kenapa setelah dia meninggalkan ku, dan aku mendapatkan penggantinya tapi kenapa kamu buat seperti ini kenapa tuhan kenapa" ucap Zayn lagi penuh emosi
Lalu dia meninggalkan restoran tujuannya sekarang adalah tempat dimana bisa membuat seseorang menenangkan pikiran
Dimana lagi kalau bukan dibar
Mobil sport hitam milik Zayn melaju dengan kecepatan tinggi, hingga berhenti di sebuah bar terkenal di kota tersebut
Saat masuk kedalam bangunan tersebut hal pertama terdengar adalah suara musik yang begitu kencangnya dan bau alkohol yang begitu menyengat
Lalu Zayn dihampiri oleh seorang lelaki yang notabenenya lebih tua dari Zayn
Lalu orang tersebut membawa Zayn kedalam ruang VIP, orang tersebut memanggil pelayan
" Layani tuan Zayn dengan baik" ucap orang tersebut
" Tuan Zayn bila ada yang anda perlukan silahkan anda minta kepada pelayan, maaf saya tinggal" ucap orang tersebut lalu meninggalkan Zayn
Zayn melirik pelayan wanita disampingnya
" Bawakan aku wine terbaik" ucap Zayn
Sebenarnya Zayn bukanlah peminum berat, bahkan mungkin ini baru berapa kali nya Zayn mencicipi minuman tersebut, biasanya Zayn sering mencicipi minuman tersebut saat bertemu dengan kolega, tapi jumlah minuman yang diminumnya terbilang sangat sedikit, Zayn hanya meminum setengah dari isi gelas tersebut
Tetapi saat ini entah lah Zayn sendiri tidak mengerti yang jelas Zayn ingin menenangkan pikirannya sejenak
Di mansion Andra dibuat panik saat mengetahui keberadaan Zayn saat ini dari salah satu pengawalnya
" Ya tuhan, anak itu kenapa lagi" ucap Andra berjalan ke changing room mengambil jaket kulitnya, sebelum sang raja mengamuk lebih baik Andra gercep duluan untuk menemui Zayn
Tapi bila dipikir kalau papa Bagas tidak tahu apa yang Zayn lakukan, jawabannya pasti sangat tahu tapi papa Bagas ingin melihat sampai batas mana anak anaknya dapat bertahan
Namun pada akhirnya masih tetap permasalahan tersebut masih tetap dialah yang menyelesaikan nya.....