Seamin Tak Seiman

Seamin Tak Seiman
sakit



Tapi saat akan kembali mutiara merasakan nyeri yang sangat hebat di bagian perut bawahnya, keringat membasahi seluruh wajahnya karena menahan sakit mukanya pun terlihat pucat.


" Kamu kenapa mut?" Tanya Zayn


" Tidak apa, hanya nyeri sedikit" ucap mutiara menekan perut bawahnya


" Tapi kamu terlihat pucat mut" ucap Zayn yang mulai panik


"Kenapa mut?" Tanya salah satu teman mutiara


" Perut aku sakit" jawab mutiara lirih,


" Kamu udah dapet bulan belum" tanya temannya, mutiara hanya menggelengkan kepalanya karena tidak sanggup lagi untuk membuka suara akibat sakit yang dirasakannya. Teman mutiara juga ikut panik, karena kalau mutiara datang tamunya bisa sampai tidak sadarkan diri, bila tidak secepatnya ditangani biasanya mutiara sering dikompres perut bagian bawah dan pinggangnya.


" Maaf tuan tolong angkat mutiara kemobil bisa?" Tanya teman mutiara kepada Zayn, tanpa bertanya lagi Zayn langsung mengangkat tubuh mungil mutiara ke dalam mobilnya bukan mobil mutiara. Zayn mendudukkan mutiara dengan sangat hati hati, lalu mengatur posisi kursi agar mutiara nyaman. Lain Zayn lain juga Andra, saat Zayn meninggalkan Andra, dia sedang mengambil camilan yang Zayn beli tadi. Al hasil saat keluar dari pekarangan kebun menuju mobil, Andra bingung harus kemana, karena kalau ikut Zayn tidak akan muat. Karena mereka membawa mobil sport yang hanya cukup 2 penumpang saja, sedangkan mutiara sudah di bawa masuk oleh Zayn kedalam mobilnya.


Lalu Andra mendekati mobil yang Zayn pakai, sedangkan Zayn sudah bersiap untuk melakukan mobilnya.


" Maaf tuan, saya naik di mobil mana?" Tanya Andra menekan kata katanya menatap Zayn


" Itu bawa mobil mutiara saja, nih kuncinya" ucap Zayn, memang kunci mobil mutiara sudah dari tadi mutiara pegang. Tetapi terlepas saat dia digendong Zayn, Andra hanya menerima kunci mobil itu tanpa menjawab karna dia masih bingung.


Andra berjalan kearah mobil mutiara, Andra masuk kedalam mobil mutiara dan diikuti teman teman mutiara yang masuk kedalam mobil tanpa bertanya lagi.


Zayn menoleh kearah mutiara, dia melihat mutiara masih meringis menahan sakit dibawah perutnya keringat semakin banyak membasahi kening dan pelipisnya, mukanya pun semakin pucat.


πŸ’šπŸ’™πŸ’œπŸ€ŽπŸ–€πŸ€πŸ§‘πŸ’›β€οΈ


Posisinya saat ini di mobil mutiara tidak ada yang berubah, semuanya duduk seperti posisi saat mereka pergi.


Teman teman mutiara tidak ada yang berani membuka suara, beberapa menit terjadi keheningan. Namun suara salah satu teman mutiara tepat yang duduk di belakang kursi kemudi memecah keheningan,


"Maaf tuan, bisakah anda menghubungi tuan yang tadi membawa mutiara kalau nanti ada tempat restoran atau tempat istirahat lainnya tolong berhenti, karena mutiara harus dikompres perut bagian bawahnya" ucap salah satu teman mutiara dengan hati hati


Andra hanya menatapnya dengan dingin lewat kaca spion atas.lalu dia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Zayn menyampaikan kata kata yang baru saja teman mutiara sampaikan.


"Tolong pelankan sedikit laju mobilnya aku takut" lirih mutiara yang masih menahan sakit, Zayn pun mengurangi kecepatan laju mobilnya.


Sepuluh menit perjalanan mereka, hingga mobil yang Zayn kendarai berhenti disalah satu tempat khusus peristirahatan orang orang yang sedang dalam perjalanan seperti mereka, Disana ada tempat untuk duduk yang lumayan luas dan juga menjual beberapa makanan dan minuman ringan. Lalu salah satu teman mutiara keluar langsung menuju pemilik tempat tersebut, dan menanyakan air hangat. Untung di dalam mobil mutiara sudah lengkap dengan kotak p3k untuk keadaan darurat, mulai dari buli buli panas, perban, pembalut, obat luka, dan obat obat luar lainnya. teman mutiara mengambil buli buli panas atau kantung untuk kompres hangat,dan satu pembalut, lalu dia mengisi kan kantung tersebut dengan air hangat yang dimintanya tadi kepada pemilik tempat tersebut.


Untung disana dilengkapi dengan WC umum jadi tidak bingung lagi untuk mutiara memakai pembalutnya, Zayn menuntun mutiara ke WC tersebut dengan sangat hati hati diikuti satu temannya. Zayn mondar-mandir didepan pintu WC tersebut mengunggu mutiara Keluar, teman mutiara sedikit geli melihat aksi dari Zayn tersebut. Padahal cuma datang tamu bulanan saja sudah panik seperti istri mau melahirkan, pikir teman mutiara.


Tidak lama setelah itu mutiara keluar dan langsung dihampiri oleh Zayn dan temannya, teman mutiara menyerahkan kantung yang berisi air hangat tadi kepada mutiara. Mutiara menunjuk tempat duduk yang tak jauh dari mereka berdiri, Zayn yang mengerti isyarat mutiara tersebut menuntun mutiara ke tempat duduk dengan hati hati, lalu didudukkan oleh Zayn dengan sangat pelan. Mungkin saat ini semua teman mutiara melihat perlakuan Zayn kepada mutiara sangat iri, berbeda dengan Andra yang melihat bosnya itu sedikit lebay walaupun dia tahu kalau Zayn sangat mengkhawatirkan mutiara.


Mutiara meletakkan kantung yang berisi air hangat tersebut diatas perutnya dan sedikit memijat pinggangnya, Zayn mencoba untuk membantu memijatnya namun ditolak oleh mutiara, Zayn pun tidak memaksa mutiara dia hanya memperhatikan setiap gerakkan yang mutiara lakukan.


Cukup lama mereka duduk disana hingga hari sudah menunjukkan pukul setengah empat sore karena ada suara azan yang terdengar dari ponsel mutiara, dirasa sudah mendingan lalu mereka melanjutkan perjalanan mereka untuk pulang.


Mutiara saat ini sudah kembali ke mobilnya, walaupun Zayn tadi meminta mutiara ikut dengannya, tetapi mutiara menolaknya. Zayn pun hanya mengikuti keputusan mutiara, tetapi dengan catatan bukan dia yang mengemudikan mobilnya dan di iya kan oleh mutiara, Lalu mereka semua melanjutkan perjalanan mereka....