Seamin Tak Seiman

Seamin Tak Seiman
memutuskan



Didalam restoran mutiara duduk berhadapan dengan Zayn, malam ini mutiara banyak memilih diam hingga Zayn terlihat bingung...


" Sayang, kamu kenapa? Sakit?" Tanya Zayn


" Ah tidak aku baik baik saja" jawab mutiara menatap Zayn


" Kenapa kamu lebih diam dari biasanya?" Tanya Zayn


" Ah, itu.. aku memikirkan tugas campus" jawab mutiara terbata


Zayn tidak lagi bertanya setelahnya


Tak lama kemudian seorang waiters datang menghampiri keduanya membawakan 2 gelas minuman soda yang dihias dengan sangat cantik, ya Zayn yang memilih hanya meminta minuman soda mengingat bagaimana mutiara


Lalu mereka berdua melanjutkan dengan memakan hidangan yang telah waiters hidangkan...


Keduanya menikmati waktu berdua, lebih tepatnya hanya Zayn karena mutiara lebih banyak memilih diam


Hingga lamunan mutiara buyar ketika Zayn menggenggam tangannya yang berada diatas meja


" Kamu kenapa sayang?" Tanya Zayn saat menatap mutiara yang menunduk setelah selesai makan


Mutiara mengangkat kepalanya menatap Zayn sebentar dan menundukkan kepalanya lagi


" Aku baik baik saja" jawab mutiara


" Kalau kamu baik baik tidak akan kamu banyak diam begini" ucap Zayn penuh penekanan


" Maafkan aku Zayn" ucap mutiara melepaskan genggaman tangan Zayn


" Kenapa?" Tanya Zayn bingung


" Maaf kita tidak bisa melanjutkan hubungan ini" ucap mutiara, Zayn hanya terdiam mendengar ucapan mutiara, entah apa yang harus dia jawab


" Aku harusnya cukup sadar selama ini tentang perasaanku dan kepercayaan kita, mungkin lebih baik kita berpisah" lanjut mutiara menunduk, dia tidak memiliki keberanian untuk menatap kearah Zayn


" Tidak mungkin, jangan bilang kalau barusan kamu meminta kita untuk..." Zayn tidak melanjutkan kata katanya


" Kamu sedang membuat sebuah prank kan seperti orang orang yang lainnya saat ulangtahun atau anniversary" ucap Zayn meyakinkan dirinya


" Tidak Zayn, aku tidak membuat prank atau apapun itu, yang aku katakan ini nyata. Kita tidak akan pernah bersatu Zayn, aku tidak mau kita sama sama egois maka lebih baik kita berpisah" ucap mutiara berdiri dari duduknya


" Maka, aku akan mengikuti kepercayaanmu" ucap Zayn tiba tiba


" Kenapa? Apa yang tidak mungkin?" Tanya Zayn


" Aku tidak mau, karna aku kamu jadi ingin mengikuti kepercayaan aku, aku tidak mau egois Zayn tolong mengertilah" ucap mutiara lalu berjalan meninggalkan Zayn yang masih duduk ditempatnya


" Aaaaakkkkhhh" teriak Zayn


" Kenapa tuhan kenapa sangat sulit" ucap Zayn


Mutiara yang mendengar teriakan Zayn berlari sambil meneteskan air matanya


" Hiks hiks hiks, maafkan aku maaf" ucap mutiara disela tangisnya


" Aku Ku berharap semoga nanti kamu mendapatkan jodoh yang lebih pantas dari aku" lanjut mutiara berhenti disebuah bangku panjang yang terletak di taman restoran


Tanpa mutiara duga sejak saat pembicaraan mutiara dengan Zayn didalam restoran tadi ada dua orang yang mendengarnya, tetapi kedua orang ini tidak tahu kalau mereka sama sama sedang mengawasi mutiara


" Mutiara" panggil orang itu menghampiri mutiara


Mutiara mendongakkan kepalanya menatap keatas


" Kak vino, sedang apa kak vino disini?" Tanya mutiara


" Tadi abis kumpul sama teman" ucap vino beralasan


" Mut sendiri lagi apa disini?" Tanya vino seolah tidak tahu


Mutiara menggelengkan kepalanya


" Loh, kok gak tahu coba cerita sama kakak, siapa tahu kakak bisa bantu" ucap vino duduk disamping mutiara


" Hiks hiks hiks" mutiara kembali mengeluarkan tangisnya lalu tanpa diduga mutiara memeluk vino, vino membalas pelukan mutiara mengusap kepala bagian belakang mutiara


" Kenapa hmm" tanya vino lagi saat dirasa mutiara lebih tenang, tapi masih memeluk mutiara


" Kak aku egois, kepercayaan kami berbeda tidak mungkin kami bersatu hiks hiks hiks" jawab mutiara kembali menangis sesenggukan


" Sabar ya, semoga mut mendapatkan pengganti yang lebih baik" ucap vino lembut mengelus kepala mutiara


Tanpa mereka sadari mereka berdua sedang diawasi oleh sepasang mata tak lain adalah Daddy Aditya....


πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”