
Zayn berjalan menghampiri mutiara tanpa memikirkan Andra lagi
"Ahh iya benar pak, terima kasih pak kalau begitu saya ikut bergabung ya pak mari" ucap Zayn dengan sopan
" Ahh iya mas silahkan" ucap si pemilik kebun
Andra pun berjalan mengikuti langkah Zayn.
Mutiara dan temannya menyempatkan diri untuk mengambil gambar sebanyak banyaknya, sekalian untuk dokumentasi kepada campus dan guru pembimbingnya. Zayn menghentikan langkahnya tertegun melihat mutiara yang sedang mengambil gambar dirinya, saat ini mutiara terlihat menggemaskan dengan menggunakan baju kaos berwarna hitam
" Aku juga mau mut, tolong fotoin dong" ucap teman mutiara
"Iya iya sini" ucap mutiara mengambil ponsel temannya, dan mengambil beberapa foto.
"Terima kasih mut" ucap temannya
" Iya sama sama" ucap mutiara, lalu mutiara berjalan ke tempat yang lainnya meninggalkan teman temannya yang sedang sibuk berfoto. Mutiara berjalan dan memotret beberapa foto lagi, saat mutiara sedang sendiri dia dikagetkan dengan suara Zayn.
" Hay mut, kalian mencari bahan untuk membuat praktik ya" ucap Zayn mengagetkan mutiara dari belakang
"Astaghfirullah" ucap mutiara refleks, lalu membalikkan badannya
'Zayn? Sedang apa dia sesini?' tanya mutiara dalam hati
"Ahh maaf Zayn, aku tidak tahu kalau itu kamu" ucap mutiara tidak enak
" Ah tidak masalah mut, aku minta maaf juga ya karna mengagetkan mu" ucap Zayn
" Ahh tidak masalah Zayn" ucap mutiara
" Kamu sedang apa kesini?" Tanya mutiara
" Menyusul kalian" jawab Zayn enteng
" Hah?" Mutiara sangat kaget dengan jawaban Zayn, lalu dari arah belakang Andra menghampiri keduanya.
" Ingat ya, ini masih jadwal kamu berkerja jadi sesuaikan ucapan mu" ucap Zayn
" Ahh iya maaf tuan" ucap Andra mengubah panggilannya dan berusaha mencoba sebaik mungkin, karna kalau tidak gajinya akan menjadi ancaman. Yah walaupun dalam hatinya mengumpat kesal...
" Nona mutiara, apa yang sedang kalian lakukan disini?" Tanya Andra kepada mutiara
" Ah, kami sedang mencari bahan untuk olahan puding tuan, dan kami memilih daun kelor untuk bahan utamanya" ucap mutiara, Andra hannya menganggukkan kepalanya
β€οΈππ§‘π€π€π€πππ
" Apa semuanya sudah selesai?" Tanya Zayn
" Ini aku mau menemui pemiliknya lagi" jawab mutiara, lalu mereka melangkah mendekati yang lainnya untuk bergabung. Teman teman mutiara bertanya tanya dalam hati, siapa dua lelaki yang saat ini dengan mutiara?
" Ahh maaf Bu, apa kami bisa membeli daun kelor nya?" Tanya mutiara lagi
" Ahh silahkan nak, ambil saja seperlu yang kalian butuhkan" jawab ibu tersenyum
" Kami akan mencoba menggunakan beberapa kantung dulu Bu, sekitar 2 sampai 3 kantung besar dulu daun kelor nya" ucap mutiara
"Ambil saja nak, kesini ikuti ibu" ucap ibu melangkahkan kakinya lalu diikuti yang lainnya
Setelah mengemasi daun kelor mutiara dan lainnya membeli beberapa camilan yang dijual disana, tidak lupa juga Zayn dan Andra membeli juga
"Bu, jadi semuanya berapa Bu?" Tanya mutiara
" Bayar keripiknya saja nak, kalau untuk daunnya tidak apa ambil saja" ucap ibu
" Serius Bu, terima kasih banyak Bu" ucap mutiara tulus
" Kalau ibu punya anak pasti sudah sebesar kalian, tapi sayangnya ibu tidak memiliki anak. Kami dulu mempunyai anak, tapi tuhan lebih sayang kepadanya" ucap ibu yang teringat kembali kepada anaknya dulu yang meninggal karena sakit saat masih kecil
" Ibu yang sabar ya Bu" ucap mutiara mengelus lengan ibu tersebut, Zayn semakin dibuat kagum dengan sikap dan perlakuan mutiara. Cukup lama mereka berbincang bersama, lalu mereka berpamitan untuk kembali...