Seamin Tak Seiman

Seamin Tak Seiman
tembok kokoh dan kuat



Mutiara dan teman temannya sampai diperkebunan daun kelor lebih kurang jam setengah 2 siang, mereka langsung menghampiri si pemilik kebun.


" Permisi pak bu, apa kalian pemilik kebun ini?" Tanya mutiara


" Iya mbak, ada perlu apa mbak mbak cantik ini kesini" ucap istri si pemilik kebun tersenyum lembut kearah mereka


" Kami boleh melihat perkebunannya Bu?" Tanya mutiara


" Iya nak boleh, mari ikuti ibu" ucap si pemilik kebun


"Ayah ibu temani mereka ya" ucap ibu kepada suaminya


"Iya Bu, ayah lihat pegawai mengolah daun kedapur dulu ya" ucap pemilik kebun, lalu mereka berjalan mengelilingi perkebunan


"Kalau boleh Kami juga ingin membeli daun kelor nya juga bu" ucap mutiara sopan sambil berjalan mengelilingi perkebunan mengikuti langkah si istri pemilik kebun dan juga di ikuti oleh teman temannya


" Klo boleh tahu buat apa nak?" Tanya ibu dengan lembut, dia sengaja mengganti panggilannya agar lebih dekat dengan mutiara dan teman temannya


" Kami ada tugas kuliah Bu, untuk memasak. Tapi masakannya itu masakan sehat, rendah kalori, dan juga berkhasiat Bu, nah kami memilih daun kelor sebagai bahan utamanya" jawab mutiara sopan


" Jadi daun kelor ini mau kalian olah menjadi apa nak?" Tanya ibu


" Rencananya mau kami buat menjadi puding Bu" jawab mutiara


" Wow, hebat kalian nak bisa membuat olahan olahan semacam itu" jawab si ibu kagum


"Ibu saja ini daun kelor nya kami olah menjadi keripik" lanjut ibu tersenyum


" Ibu aa bisa aja, itu ide aku Bu" celetuk salah satu teman mutiara, lebih tepatnya temannya yang memiliki ide untuk membuat puding daun kelor itu dengan bangga


" Iya iya kamu si paling hebat" balas salah satu teman mutiara memutar bola matanya, sedangkan yang dibicarakan hanya tersenyum bangga


πŸ’šπŸ’™πŸ’œπŸ€ŽπŸ–€πŸ€πŸ§‘πŸ’›β€οΈ


Saat ini Zayn dan Andra sampai diperkebunan tempat mutiara dan teman temannya berkunjung, dengan bermodalkan GPS Zayn dan Andra pun sampai diperkebunan yang luas itu...


" Ndra apa ini perkebunannya?" Tanya Zayn


" Sepertinya begitu tuan, kalau dari GPS iya ini perkebunannya" jawab Andra


" Kamu ngapain masih disini ayo turun" sentak Zayn kepada Andra


" Baik tuan" jawab Andra pasrah, daripada gajinya dipotong. Pikir Andra, lalu dia mengikuti langkah Zayn yang duluan turun


" Jangan mencoba ngengumpat ku ndra" ucap Zayn disela langkahnya


" Dimana pemiliknya ndra?" Tanya Zayn bingung menghentikan langkahnya,


Lalu suara lelaki mengagetkan keduanya yang sedang bingung


" Ekhm, maaf mas kalian ada perlu apa kemari?" Tanya si bapak pemilik kebun tadi kepada Andra dan Zayn, yang membuatnya kaget


" Maaf pak, kami mau tanya apa tadi ada anak


anak kuliah yang datang berkunjung?" Tanya Andra


" saya tidak tahu mereka kuliah, Tadi ada kalo gak salah 6 orang mas, perempuan semua. Itu mereka sedang berkeliling" jawab si pemilik kebun menunjuk sekumpulan para perempuan yang sedang berjalan jalan mengamati perkebunan tersebut


" Hah iya pak benar, terima kasih ya pak" jawab Andra


sedangkan Zayn tidak fokus lagi dia ingin segera menghampiri mutiara, entah kenapa perasaan Zayn sangat berbeda saat didekat mutiara. Tapi sayangnya mereka terhalang oleh tembok yang kokoh dan sangat kuat, ahh Zayn tidak mau memikirkan hal itu akan membuat hatinya sakit. Pikirnya saat ini yang penting mereka dekat dulu, untuk soal yang lainnya bisa dibicarakan nanti, dan tanpa Zayn sadari dia telah membuat kesalahan yang besar untuk nantinya...