
"Ooh... kalau boleh tau, Mas nya dari mana, mau kemana? Mungkin saya bisa membantu," Andri tetap tidak menurunkan kesopanan nya dalam bertanya.
"Saya dari kota Gori Gori, dari seberang pulau, saya mau merantau ke Jakarta, tapi gak tahu Jakarta itu di mana, yang saya tahu, Jakarta itu di pulau Jawa. Setelah saya sampai di pulau Jawa ini, saya mencari kota terdekat, untuk melamar kerja, tapi saya kena copet. Kemudian saya tersesat, dan sekarang saya tidak tahu harus bagaimana. Saya tidak punya apa apa, tida tahu mau ke mana, bahkan untuk makan pun saya tidak tahu bagaimana cara nya," Agus terus saja berbicara, menceritakan kisahnya, hingga dia sampai di tempat ini.
"Ya sudah, mati ikut saya ke asrama. Saya mempunyai beberapa baju untuk mas pakai ganti. Kalau mas juga minat, kami juga menyediakan tempat tinggal di sini, asal mas mengikuti kegiatan di pesantren kita," ucap Andri menyarankan.
Agus berpikir sejenak, dia sebenarnya pergi merantau untuk mencari kerja, mengubah nasib, berharap menjadi orang sukses nantinya. Namun, siapa sangka dia berakhir seperti ini?
"Bagaimana mas?" tanya nya lagi, karena Agus masih diam termenung. "Udah tenang aja, kalau pun Mas tidak mau jadi santri di sini nggak apa apa, yang penting mas bersihin badan lebih dulu, nanti saya antar ke pengasuh untuk minta izin tinggal di sini sementara waktu, sebelum mas dapat pekerjaan dan tempat tinggal,"
"Beneran Mas?" tanya Agus, seketika bersemangat. Ia memang membutuhkan tempat tinggal untuk saat ini.
Andri hanya mengangguk sambil tersenyum ke arah lawan bicara.
"Baiklah. Maaf merepotkan kamu," ucap Agus, dengan kebahagiaan yg tidak bisa disembunyikan dari wajah nya.
Begitulah hidup di rantau, kejam dan keras. Orang kita tidak akan perduli dengan kekurangan kita, kalau kita tidak memiliki beberapa modal. Hidup di rantau jika tidak punya kemampuan, dan bisa bernegosiasi, berkomunikasi dengan orang lain dengan baik, maka akhir hidup kita akan menjadi gembel semata. Untungnya kali ini, Agus berakhir di pesantren, yang tentunya tidak akan membiarkan orang kelaparan dan menjadi gelandangan.
Banyak orang yang ingin pergi merantau, tanpa tau nanti di sana kerja apa, kerja di mana, tempat tinggal nya bagaimana? Terkadang mereka merantau hanya bermodalkan tekad dan semangat. Padahal kehidupan di rantau itu tak seindah khayalan kalian di siang bolong. Kalau kita bertemu orang yang jujur, dan baik seperti Agus, itu Alhamdulillah, namun jika sebalik nya bagaimana?
Sudah banyak perantau yg bernasib sial, dan berakhir jadi gelandangan. Ada juga perempuan yang merantau berakhir kehilangan keperawanan, bahkan menjadi pekerja wanita malam. Untuk itu, jika kalian ingin pergi merantau, setidak nya tahu jelas tempat yang di tuju, dan nanti di sana ikut siapa, orang nya kayak bagaimana? Agar nantinya tidak berakhir dengan derita dan sengsara.
"Ini sabun mandi, dan handuk nya." Andri memberi peralatan mandi lengkap, seperti sabun mandi, pasta gigi, sikat gigi, shampo, sabun cuci muka, serta handuk, kepada Agus, setelah keduanya sampai di kamar nya Andri.
"terimakasih mas," Agus tidak sungkan, menerimanya.
Andri mengangguk tersenyum, lalu menunjukkan letak kamar mandi, di bagian ujung bangunan.