
Setelah sampai lantai dua, Agus mendapati pemandangan yang cukup bagus. Kamar di atas hanya ada satu deret, menghadap ke arah barat, sedang di depan kamar itu adalah balkon yang cukup lebar, dengan bentuk memanjang, dari ujung ke ujung.
langit cerah di atas sana sangat indah, dengan dihiasi rembulan yg bersinar terang, dan diiringi ribuan bintang. Hamparan sawah pun terlihat jelas dari sini, namun Agus mengernyitkan dahi, saat melihat gemerlapan lampu, di area sawah, yang mungkin luasnya puluhan hektar. Tempat itu seperti sebuah kebun, tapi entah tanaman apa, namun aneh nya lampu cerah berbaris di sana, layak nya sebuah kafe, yang bernuansa alam.
"Itu tempat apa?" Agus menunjuk tempat tersebut, bertanya kepada Andri.
"Ooh ... itu kebun buah naga. Itu memang sengaja di lampu, untuk merangsang pertumbuhan bunga," jawab Andri.
Agus pun hanya menjawab nya dengan oh, lalu mengangguk. Meski ia masih kurang jelas, namun dia tidak bertanya lagi.
Agus terus mengikuti langkah Andri, sampai di kamar paling ujung dari deretan itu. Lalu Ia masuk, ke ruangan yang pintunya terbuka lebar. Di dalam ruangan, sudah banyak para santri berkumpul.
"Oh ini ya santri baru nya? Mari sini duduk,"
Ucap salah satu dari mereka, saat mendapati sosok Agus, yang mengikuti Andri, masuk ke dalam ruangan.
"Ini kopinya, silahkan di minum, asal jangan sama gelas nya," ucap salah satu dari mereka, sambil meletakkan gelas yang berisi kopi hangat, di depan Agus.
Mereka semua duduk bersila di lantai, yang berlapiskan sebuah karpet.
Agus menyapu pandangan nya. Semua para santri ini mungkin seumuran nya, bahkan mungkin ada yang lebih tua dari nya, saat melihat beberapa orang yang sudah berkumis, juga berjenggot.
Memang para santri di tempat ini, kebanyakan anak yang sudah lulus tamat sekolah SMK, ataupun SMA sederajat. Karena memang, pesantren ini adalah pesantren salaf, yang mengkhususkan belajar agama, tanpa ada pendidikan formal. Itu pula yang menyebabkan pesantren ini hanya memiliki santri yang sedikit, karena kebanyakan akan memilih pesantren moderen.
Pesantren moderen adalah, pesantren yang menyediakan fasilitas pendidikan formal. Seperti ada sekolah, SD, Mi, Mts, SMP, Aliah, SMK, bahkan tak jarang juga yang memiliki fakultas. Pendidikan formal inilah yang akan menarik lebih banyak peminat, bagi orang tua yang menginginkan anak nya mendapat kan pendidikan religi yang lebih. karena si pesantren formal, selain bisa belajar agama, mereka juga dapat menempuh pendidikan umum. Sedangkan Pesantren yang hanya mengkhususkan mengajarkan ilmu agama, biasa disebut dengan pesantren salafiyah.
Semua pesantren sebenarnya sangat baik, karena tujuan nya untuk mendidik generasi muda, menghidupkan kecerdasan bangsa. Keunggulan pesantren salafiyah, orang bisa fokus belajar mengaji, sehingga bisa cepat memperdalam pengetahuan ilmu agama. Sedang untuk pesantren moderen, kelebihan nya, kita bisa belajar dari dua sisi. Yakni pendidikan umum nya dapet, religi nya juga dapat. Namun anak dituntut untuk belajar ekstra. Karena harus mempelajari dari dua sisi, dalam waktu yang bersamaan.
Agus mengernyitkan dahi. Setelah cukup memandang, dari semua santri yang ada di ruangan ini, ia tidak menemukan sosok Paijo di antara mereka. Mungkinkah, paijo tidak ikut berkumpul? Namun Andri mengatakan kepadanya, bahwa telah mengumpulkan semua nya.