
Tidak ada kata terlambat untuk belajar, selama raga masih terisi nyawa. Untuk itu, mempelajari agam juga sangat penting. Apalagi jika belajar nya di pesantren, kita bisa mendapat bimbingan lebih. Baik mengaji cara membaca Alqur'an dengan benar, mempelajari hukum hukum dalam agama, seperti larangan, perintah, Sunnah, makruh, wajib, dan banyak hal, tentunya harus dipelajari, agar kita benar benar tau, tentang agama yg kita pegang sejak lahir ini. Paling penting tentunya ilmu fiqih.
Ilmu fiqih, adalah landasan yang harus kita pelajari, untuk tuntunan dalam kita menjalan kan ibadah, dalam agama Islam. Seperti, tata cara sholat, mengenal najis, bersuci dari hadas, baik hadas kecil, maupun hadas besar. Tuntutan dalam mengurus mayat, serta tuntunan yang paling penting bagi seorang wanita, yaitu bab haid. Hal hal ini, sungguh sangat sangat penting, jika kita tidak mw.gwgahui dengan benar, itu sangat di sayangkan, karena akan berdampak pada ibadah kita, sah dan tidak nya. Jika ibadah kita tidak benar, dan itu tidak sah, akan sungguh rugi, karena ibadah nya hanya mendapatkan lelah tanpa pahala.
Agus kali ini mantap, Ingin banyak belajar. Meskipun belum ada minat untuk menjadi santri di tempat itu, namun baginya sia sia, jika ia melewatkan kesempatan yg singkat ini.
"Ya sudah, kamu atur aja waktunya, kapan bisa nya. Yang penting di waktu saya luang," jawab Andri dengan senang hati.
Andri merasa senang, jika Agus tidak malu atau minder untuk belajar bareng sama dia. Hal ini juga sangat bermanfaat baginya. Mungkin ada hal yang ia tidak tahu, atau yang terlewatkan selama belajar di pesantren ini. Dengan begitu, dirinya juga akan dapat mengetahui kekurangan nya. Setidak nya ini akan menjadi tes, apa saja yang ia dapatkan selama ini, hingga menjadi pengalaman, sebelum ia benar benar terjun di masyarakat nanti nya.
"Makasih Ndri," Agus pun tidak kalah senang. Jika ia bisa belajar, setidaknya, ia akan punya bekal, untuk menjalani hidup yang benar, menurut agama yang ia pegang sejak lahir ini.
"Ya sudah, karena hal ini telah di putuskan, lanjut ke hal yang lain. Pengasuh memberi saya instruksi, jika kamu belum tahu harus bekerja di mana, atau blum mendapat pandangan, bagaimana jika sementara waktu, kerja bareng kita? Tapi pengasuh tidak memaksa, hanya jika kamu bersedia," ucap Andri memberikan tawaran.
Agus terdiam memikirkan banyak pertimbangan. Jika melamar kerjaan, ia juga tidak tahu harus melamar pekerjaan apa dan ditujukan di mana? Karena modal untuk melamar pekerjaan tidak ada. Ijazah, beserta berkas penting lain nya telah hilang, karena ransel nya dicopet orang, saat dalam perjalanan nya merantau.
"Emm... baiklah," jawab nya, setelah ragu ragu sejenak.
"Kalau boleh tau, Agus mau bekerja di bagian apa?" tanya Andri memberi pilihan.
Agus kembali berpikir. Banyak pekerjaan yang disediakan oleh pengasuh, dan itu tidak ada yang membutuhkan ijazah atau skill, karena memang bakal ada yang membimbing. Namun, Agus masih bingung mau milih pekerjaan di bidang apa.
"Biarkan dia ikut aaya saja,"
Saat Agus berpikir, tiba tiba ada suara yang seolah mengambil keputusan. Semua orang melihat ke arah pintu, setelah suara itu terdengar. Seketika semuanya hening. Bahkan yang sebelum nya ada bermain game atau bercanda, segera menghentikan aktifitas mereka, saat melihat sosok yang sebelum nya berbicara.