Santri Pekok

Santri Pekok
20



"Itu kan santri yang kasat mata. Yang jadi santri di sini, bukan hanya manusia,"


Deg!


Agus pun langsung merasakan sesuatu yang aneh, saat mendengar ucapan yang keluar, dari mulut Andri. Apakah ada yang lain, selain manusia yang mengaji? Bukankah hanya manusia yang mempunyai agama? Agus semakin pusing dengan kata kata yg diluar naluri ini.


"Maksud nya?" Jantung Agus berpacu kencang, mendengar penuturan Andri. Ia jadi merinding, merasa was was, dan sedikit tidak tenang.


Andri tersenyum, "Ciptaan Allah itu begitu besar dan luas, lebih dari apa yang kita tau. Planet, matahari, rembulan, tumbuhan, hewan, para malaikat, manusia, dan jin. Bahkan masih bnyak lain nya, yang mungkin blum kita ketahui," Andri mengambil nafas, men-jeda kalimat nya.


"Para ciptaan tuhan selalu menyembah, dan bertaqwa kepada-nya. Namun di antara semua ciptaan tuhan, ada yang diwajibkan ibadah menyembah nya, dengan ketentuan yang berlaku. Yaitu jin dan manusia. Ini nantinya akan kamu ketahui, jika kamu belajar mengaji di sini. Karena saya hanya ingin cerita, saya tidak akan membacakan ayatnya, dan letak nya di mana. Namun, ini telah dijelaskan dalam Al-Qur'an, yang artinya. Saya tidak akan menciptakan jin dan manusia, melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku. Seperti hal nya manusia, jin juga ada yang Islam, dan belajar mengaji seperti kita. Tapi keberadaan nya tidak dapat terlihat oleh kasat mata, karena mereka berada di alam yg berbeda dengan manusia. Atau ada yang menyebut nya dunia lain," Andri menatap wajah Agus.


"Apakah kamu percaya adanya hal gaib?"


Agus bingung harus berkata apa, untuk menjawab pertanyaan tersebut. Ia hanya bisa diam, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


"Dalam bahasa Arab, sesuatu yg tidak nampak di depan mata kita itu gaib, sedang yang nampak itu mukhotob. Jin adalah ciptaan tuhan yang gaib seperti para malaikat. Untuk itu, jin itu memang ada, namun kita tidak bisa melihat nya dengan mata telanjang. Dan saya mengatakan, bahwa santri di sini bukan manusia saja, karena ada jin juga yang menjadi santri di sini,"


Agus pun langsung merinding. Ia jadi teringat perkataan Paijo, jika asrama tersebut akan ramai di waktu mala. Paijo pun sempat mengatakan, jika penghuni pesantren itu ribuan, namun Agus melihat nya hanya segelintir orang. Apakah yang dimaksud Paijo adalah para jin itu? Apakah Paijo bisa melihat keberadaan nya? Agus pun tenggelam dalam fikiran nya, memikirkan hal ini.


"Apakah Paijo dapat melihat keberadaan jin ini" tanya Agus spontan, setelah mengingat percakapan nya dengan Paijo tadi siang.


"Yups, dia bisa melihat nya, berkat amalan yang telah ia lakukan,"


Deg!


Meski Agus telah menebak nya, namun jantung nya masih tidak bisa tenang, setelah mendengarkan penjelasan dari Andri.


"Apakah kamu tau, mengapa di pesantren ini banyak asrama? Sehingga banyak sekali kamar yang kosong, karena santri yang berwujud di sini, tidak akan pernah lebih dari dua puluh orang,"