Revenge Of My Brother's Death

Revenge Of My Brother's Death
Flash back of



"Kak Gio !"ucapnya lirih dengan mata yang masih terpejam Ibu Nirwana yang tak tega melihat Gea yang terus mengigau kan kakak kembarnya pun langsung segera menelpon nomor keluarga angkat Gio .


"Hallo assalamualaikum Bu! "


" Ya ,,,waalaikumsalam Bu Nirwana ada apa ya? tumben menghubungi saya? "


"Begini bu saya mau minta tolong sama Ibu, tolong ibu izinkan Gio untuk bertemu dengan adiknya Bu hari ini, sekarang Gea sedang sakit dan sedang dirawat di rumah sakit, Gea dari tadi belum sadarkan diri Bu namun dia terus memanggil-manggil nama kakaknya Bu, sepertinya Gea kangen kepada kakaknya "


" Maaf ya bu Nirwana Saya sudah bilang kalau saya tidak akan pernah mengizinkan anak saya Vano untuk memiliki hubungan lagi dengan anak itu, saya mohon sama Bu Nirwana untuk Jangan pernah menghubungi saya lagi apalagi kalau anda hanya meminta anak saya untuk menemui anak itu, saya tidak akan pernah mengizinkan nya sampai kapanpun "ucap Ibu angkat Gio yang terdengar marah dan langsung mematikan sambungan telepon secara sepihak


"Ya Allah kenapa dia tega sekali! "ucap Bu Nirwana yang tidak menyangka jika sifat asli ibu angkat Gio ternyata seperti itu ,kini nirwana hanya bisa berdoa semoga Gio di sana baik-baik saja


****


"Siapa Tante yang telepon barusan apakah itu telepon dari ibu dan Gea?" ucap anak laki-laki berusia 6 tahun yang kini sedang ada di hadapan ibu angkat nya .


"Jangan panggil tante dong sayang kan Mama udah bilang dari kemarin panggilnya apa coba?"


" Mamah ,,,,maaf mah Gio lupa! "ujar Gio kecil.


"Eits,,,,, ingat ya sayang nama kamu sekarang bukan Gio, tapi Vano kamu harus membiasakan itu semua dari sekarang kamu mengerti kan sayang? "


" Iya Mah Vano mengerti, tapi apa barusan yang telepon Mama itu ibu dan Gea kan Mah? Vano kangen kepada Ibu dan Gea Mah "


"Bukan kok Sayang ,yang telepon Mama bukannya ibu dan adik kamu kok sayang,barusan yang telepon itu rekan bisnis Mama .Ibu Nirwana dan Adik kamu itu sama sekali belum pernah menghubungi Mamah kok dari awal Vano ke sini sampai sekarang, mungkin mereka sudah lupa sama kamu sayang "ucapnya yang sengaja berbohong, mencoba menanamkan kebencian di diri GIo kecil agar dia bisa membenci adik kembarnya karena ia tak mau Jika dia terus mengingat adiknya terus.


"Enggak Mah ,,,,itu nggak mungkin karena Gea kan Adik Vano jadi nggak mungkin kalau Gea sampai lupa sama Vano yang ada di sini "ucap Gio yang sama sekali tak percaya kepada ucapan ibu angkatnya itu


"Sudah Jangan dipikirkan ya sayang, sebaiknya anak Mama ini mandi dulu setelah itu makan Vano pasti laper kan sayang ?tadi Mama udah buatin ayam goreng loh buat Vano" ucap Ibu angkat Gio yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Gio kecil menuruti setiap perkataan dari Mama angkatnya itu.


****


"Ibu apakah kak Gio sudah datang? apakah hari ini Kak Gio akan menemui Gea? "ucap Gea dengan kata yang terdengar lemah di telinga Nirwana


"Gea lihat ibu, Gea sayang kan sama Kak Gio? Gea pun mengangguk lemah mengiyakan ucapan dari ibu Nirwana. Gea mau kan lihat Kak Gio bahagia? Gea pun kembali mengganggu .Jika Ghea sayang sama Kak Gio dan mau lihat Kak Gio bahagia, Gea harus ikhlas dengan kepergian Kak Gio nak , ucap Bu Nirwana men jeda ucapan nya ,kemudian ia melanjutkan lagi ucapan nya


"Walaupun Kak Gio tak ada di sini lagi bersama Gea, tapi Gea juga harus bahagia jangan buat Kak Gio sedih dan kepikiran sama Gea nak, biarkan Kak Gio bahagia bersama keluarga barunya ya sayang ,agar Kak Gio bisa hidup dengan lebih baik jika Kak Gio tinggal dengan keluarga barunya, Kak Gio bisa sekolah yang tinggi dan tentunya akan membuat Gea bangga jadi ibu mohon kepada Gea ikhlaskan lah kak Gio bersama keluarga barunya ya sayang agar Kak Gio bisa hidup dengan lebih baik jika kalian tinggal dengan keluarganya yang baru kak Gio bisa sekolah yang tinggi dan tentunya akan membuat Gea bangga jadi ibu mohon kepada Gea untuk mengiklaskan kak Gio,ibu gak mau Jika Gea terus sakit seperti ini nak ibu khawatir sama kamu Nak "ucap Bu Nirwana yang kini sudah meneteskan air matanya yang sudah tak mampu ia tahan lagi walaupun dia itu bukan anak kandungnya sendiri, namun Ibu Nirwana sangat sayang kepada Gea dan sudah menganggap Gea seperti anak kandungnya sendiri


"Maafkan Gea Bu sama ibu Jangan menangis lagi !!"ucap Gea sambil mengusap air mata yang menetes di pipi Ibu Nirwana, Gea janji Gea akan mengiklaskan Kak Gio bersama keluarga barunya agar kak Gio bisa bahagia dan bisa mencapai cita-citanya yang selalu kak Gio impikan kelak "


Flashback off


"Ibu jangan menangis Bu, ibu sama sekali nggak salah Gea mengerti jika Ibu khawatir dengan keadaan Gea yang akan seperti dulu Bu, saat dia ditinggal kak Gio .Bu Gea sudah ikhlas dengan takdir yang Allah berikan kepada Gea mungkin Allah lebih sayang kepada Kak Gio maka dari itu Kak Gio dipanggilnya."


"Ibu Gea sayang Ibu" ucap Gea tulus


"Ibu juga sayang kamu Nak ,sangat sayang karena kamu dan kakak kamu sudah Ibu anggap seperti anak ibu sendiri , maaf jika Ibu tak bisa jujur lebih awal tentang kabar meninggalnya Kakak kamu nak!" ucap Ibu Nirwana yang merasa bersalah kepada Gea


"Ibu tak perlu meminta maaf Bu karena di sini Ibu sama sekali tidak bersalah ucap Gea


" Bu! "ucap Gea tertahan sebenarnya Gea ingin meminta izin kepada Ibu Nirwana untuk tinggal di Jakarta namun ia masih ragu


"Ya Nak ada apa ? Kamu sekarang sedang apa? Dan sekarang Kamu tidur di mana?" ucap Bu Nirwana yang terdengar khawatir dengan keadaan Gea sekarang


"Gea sedang di kontrakan , Gea akan tinggal di sini Bu karena Gea akan mencoba untuk hidup mandiri mulai sekarang Gea juga akan mencoba mengajukan beasiswa Gea di tempat dulu kak Guo sekolah Bu sambil mencari kerja di sini"


"Gea pulang lah nak, jangan seperti ini Ibu sangat khawatir sama kamu Nak kamu itu di Jakarta sendirian nah Ibu tak mungkin membiarkan kamu sendirian di Jakarta. "


"Gea janji jika Gea akan pulang Bu untuk menemui ibu dan adik-adik di Panti namun setelah Gea diterima di sekolah dan jika Gea juga sudah mendapat pekerjaan di sini, Gea mohon Bu agar ibu mengizinkan Gea untuk tinggal di Jakarta"ucap Gea karena tak mungkin Jika dia mengatakan kepada bu Nirwana jika sebenarnya dia berada di sini untuk mengusut kematian kakaknya yang ternyata bukan meninggal karena bunuh diri melainkan terbunuh di tangan seseorang.