Revenge Of My Brother's Death

Revenge Of My Brother's Death
Khawatiran Gea



Agrh ,,,, Bu, kenapa Ibu harus ninggalin Shaka Bu andai saja kita dulu nggak ketemu Ayah waktu itu, mungkin sekarang Ibu masih ada Bu, Shaka kangen lbu "air mata yang ia tahan kini telah luluh membasahi pipinya kala ia kembali teringat dengan almarhum ibunya walaupun dulu hidupnya tak sekaya sekarang tapi bersama ibunya Shaka dapat merasakan kebahagiaan ,tak seperti sekarang walaupun hidupnya bergelimang harta sekali pun namun hidup Shaka selalu terasa hampa.


"Mas,,, Kamu dari mana saja hah tanda ?kenapa kamu malah me mikirin anak sial*n itu mas dibanding anak kita Davin , harusnya kamu lihat keadaan Davin sekarang Mas dia terluka gara-gara anak sial*n dari perempuan jala*g itu, seharusnya kamu itu usir saja anak tak tahu diri itu dari rumah ini Mas! "


"Cukup Mira ,,,,,,dan jaga ucapan kamu itu Mira, Kamu tak berhak untuk menghina almarhum Arumi ataupun Shaka seperti itu, mereka juga adalah istri dan anakku sama seperti kamu Dan Davin "ucap Narendra dengan nada tinggi nya ,ia sungguh tak peduli jika istrinya itu akan marah kepadanya ,karna Narendra sungguh muak dengan tingkah istri nya itu yang semakin lancang dan berani terhadapnya .


"Terus saja kamu Bella jala*g dan anak sial*n itu mas,,,, Aku muak mendengarnya "ucap Mira sambil berlalu meninggalkan suaminya yang masih mematung di ruang keluarga


Andai saja kamu masih ada Arumi, mungkin Shaka tak akan menjadi sekeras ini, maafkan aku Arumi karena selama kamu berada di sisiku kamu tak pernah merasakan kebahagiaan sedikitpun begitupun juga dengan anak kita Arshaka yang sama sekali tak pernah mau menggunakan fasilitas yang aku berikan kepadanya apa yang harus aku lakukan untuk anak kita Arumi Aku sungguh merasa gagal untuk menjadi Ayah yang baik bagi Shaka anak kita! "ucap Narendra yang merasa putus asa


*****


"Loh kenapa sih kak Gio nggak aktif handphonenya , ini kan udah udah jam 09.00 malam pastinya kak gio udah pulang ke rumah dan bisa nya jam segini ka Gio sedang baca buku dan suka curi-curi waktu buat hubungi aku "ucap Gea yang memang dari tadi itu merasa sedikit khawatir dengan keadaan kakaknya .


"Gea sedang apa nak?" ucap ibu panti ketika melihat Gea yang sedang mondar-mandir di teras depan sambil sesekali melihat handphonenya yang dipegangnya


"Eh Ibu ,,,,,ini bu Gea lagi nunggu balasan chat dari kak Gio Bu . tapi anehnya nomor kak Gio nggak aktif dari tadi siang pas terakhir Gea video call dengan ka Gio,Ghea jadi khawatir sama ka Gio Bu "ucap Gea menyiratkan gurat khawatir saat bicara dengan wanita yang ada di hadapannya, wanita yang telah merawatnya dari bayi sampai sekarang.


"Ini sudah malam sayang sebaiknya kamu masuk saja ke kamar , untuk istirahat!!"


Ucap ibu Nirwan lembut


"Tapi bu Gea "ucap Gea tertahan kala Bu Nirwana kembali menyela ucapannya


"Ayo masuk ke kamar nak angin malam tak baik untuk kesehatan tubuh kamu sayang mungkin kak Gio sedang sibuk atau mungkin sedang belajar jadi dia tak mengaktifkan handphonenya saat ini ! "seru ibu Nirwan mencoba membujuk Gea untuk segera masuk ke kamarnya.


"ya sudah kalo gitu Gea masuk Bu, sekalian nunggu balasan chat kak Gio nya di dalam kamar saja"ucap Gea yang sudah luluh.


"Ya sayang itu lebih baik ,cepat lah istirahat jangan tidur terlalu larut."ucap ibu Nirwana memperingatkan Gea


"Iya ibu Gea tinggal ke dalam dulu Ibu juga cepat istirahat Bu sepertinya Ibu juga lelah kan karena dari siang Ibu sibuk mengurus adik-adik "ucap Gea sambil memeluk Nirwana dengan sayang


"Iya nak, sudah sana masuk kamar" ucap Bu Nirwana melepas pelukan hangat mereka dia pun segera memakan kepalanya berlalu meninggalkan Ibu Nirwana yang kini masih memperhatikan kepergian Gea


"Maafkan Ibu Gea,karna Ibu tak bisa mengatakan yang sebenarnya kepada kamu tentang kejadian yang menimpa Kakak kamu tadi siang "ucap Bu nirwana


***


#Skip


Tak terasa satu bulan telah berlalu selama ini Gea sama sekali tak mendapatkan pesan ataupun panggilan video call dari kakaknya seperti biasanya.


"Belum Bu ,,,,Bu pakah mungkin sekarang kak gio sudah lupa sama Gea yang ada di sini , Atau mungkin ka Gio memang sengaja mengganti nomor nya dan mulai menjauhi Gea , apakah Gea punya salah sama ka Gio Bu ?sehingga ka gio marah sama Gea dan tak mau lagi menghubungi Gea sampai sekarang Bu ?"ucap Gea terdengar lirih di telinga Bu Nirwana , sambil sesekali Gea pun menghapus air matanya yang kini sudah berjatuhan membasahi pipinya.


Nirwana hanya bisa diam saat melihat Gea yang kini sedang menangis , hatinya terasa teriris kala melihat Gea yang memang sudah ia anggap seperti anak sendiri menangis pilu di hadapannya.namun ia sama sekali tak bisa berbuat apa-apa,ia juga tak mungkin mengatakan yang sebenarnya kepada Gea atas kejadian yang menimpa Gio yang pastinya akan semakin membuat Gea terluka .


"Maafkan Ibu nak , karena Ibu tak tega untuk mengatakan berita duka tentang kakakmu di sana, Ibu takut jika kamu lebih terluka saat mendengarnya "Gumam bu Nirwana dalam hati


"hus,,,,, kamu gak boleh bicara seperti itu sayang , mungkin aja akhir-akhir ini kak Gio sibuk karena menjelang ujian semester, Kamu tahu kan kalau kakak kamu itu selalu ingin mendapatkan nilai terbaik, apalagi sekarang kamu tahu kalau orang tuanya kak Gio itu selalu menuntut ka Gio untuk mendapatkan nilai yang sempurna mungkin saja Kakak kamu sebenarnya juga kangen sama kamu Ge ,hanya saja waktunya kurang tepat, karena akhir-akhir ini Gio sedang sibuk belajar, mungkin besok selesai ujian semester Gio akan menghubungi kamu lagi untuk mengajak Gea bertemu di tempat biasa kalian bertemu"ucap Ibu Nirwana yang meyakinkan Gea agar dia tak merasa putus asa


"Ya semoga saja bu, Gea berharap ka Gio besok akan menghubungi Gea lagi "ucap Gea mencoba pesimis


"Ya sudah jangan menangis lagi sebaiknya anak cantiknya Ibu kembali lagi ke kamar dan belajar yang rajin, Gea ingin mendapatkan nilai yang baik kan sayang supaya Gea bisa membuat kak Gio bangga terhadap Gea walaupun ,,,hikss "ucapan Ibu nirwana tertahan Dan kini ia malah terisak saat ia ingat dengan kabar duka yang diberikan oleh orang tua angkat Gio jika Gio kini sudah tiada.


"Ibu kenapa? mengapa ibu menangis?,,,,,, Bu maksud Ibu apa, walaupun apa Bu? "ucap Gea yang merasa penasaran dengan ucapan Nirwana yang barusan tertahan


Nirwana segera menghapus air matanya ,ia seharusnya tak boleh memperlihatkan tangisan nya kepada Gea ,karena Nirwana yakin jika ia terus bersikap seperti ini Gea akan curiga kepada nya .


" Maksud Ibu walaupun kalian tidak tinggal bersama lagi, tapi Gea harus tunjukkan ke ka Gio bahwa Gea bisa membuat kak Gio bangga dengan nilai sekolah Gea yang baik nak "ucap Bu Nirwana mencoba tenang setelah barusan ia hampir saja keceplosan saat bicara.


"Itu pasti Bu walaupun Gea sudah tinggal terpisah dengan kak Gio, Gea akan selalu bikin ka Gio bangga sama Gea Bu "


"Iya Ibu yakin itu sayang"


*****


di sisi lain kini Shaka sedang sibuk bekerja part time di cafe pelangi milik Nara. Karena sepulang sekolah Shaka memang selalu bekerja lembur di sana untuk mendapatkan biaya sehari-hari untuk dirinya karena ia tidak mau meminta uang sepeser pun dari ayahnya.


"Kha ,,,, istirahat dulu kamu belum makan kan? tanya Nara pemilik cafe yang menjadi tempat untuk Shaka mengais rezeki


"Ya kak nanti saja, lagian masih rame pelanggannya tanggung kak! "ucap saka sambil membersihkan meja kosong yang baru saja di tinggalkan pelanggan


"ayolah kak kamu nggak boleh porsir tubuh kamu kayak gini, apalagi besok kamu masih ujian semester kan? ucap Nara khawatir terhadap Shaka sosok laki-laki yang selama ini dikaguminya secara diam-diam.


"Tanggung kak bentar lagi Shaka janji langsung berhenti buat makan lagian belakang masih ada yang makan kan ka ,nanti biar kita rolling aja kak " ucap Shaka sambil tersenyum ramah kepada wanita yang ada di hadapannya , wanita yang selalu yang selalu membantu Shaka jika Shaka sedang dalam kesulitan.karna itu lah Shaka sudah menganggap Nara sebagai kakak nya sendiri.


"Ya sudah kalau gitu aku tinggal dulu" ucap Nara berlalu meninggalkan Shaka yang masih fokus pada pekerjaannya.


"eh ,,iya kak "ucap Shaka.