
Mira yang mendengar ucapan dari suaminya itu langsung tersenyum senang karena ia merasa sudah menang kali ini, karena Mira yakin jika Shaka akan dimarahi habis-habisan oleh suaminya.
"Jika anda tidak tahu apa-apa sebaiknya Anda tak usah ikut campur. Apalagi saya tahu Anda sama sekali tak tahu bagaimana kronologinya !"tegas Shaka
"Iya Tapi mau bagaimanapun seharusnya kamu itu tak membuat Kakak kamu sampai babak belur seperti itu Shaka, Jika ada masalah sebaiknya dibicarakan dulu secara baik-baik bukannya malah langsung main kekerasan seperti itu. "ucap Narendra sedikit meninggikan suaranya.
kini saka hanya bisa mendecak kesal saat mendengar laki-laki yang ada di hadapannya itu terlihat murka atas apa yang telah ia perbuat terhadap Davin.
"Saya tak akan pernah mungkin diam saja ketika saya mendengar wanita yang telah melahirkan saya dihina oleh orang seperti mereka, Jika saja mereka hanya menghina saya Saya mungkin masih bisa untuk mencoba menahan diri saya agar tak berbuat seperti itu. Tapi saat saya mendengar almarhumah ibu saya yang dihina hina seperti tadi !!sungguh saya tak terima .Memangnya siapa mereka yang berani menghina Almarhum ibu saya seperti ini .
"Harusnya Anda beritahu kepada anak dan istri anda, mulai sekarang untuk tidak mengusik hidup saya jika saja mereka tidak ingin saya memperlakukan mereka seperti tadi ."
"Dasar anak tidak punya sopan santun ya kamu, Bahkan kamu berani menasehati suami saya seperti itu . Sungguh kamu itu sama sekali tak tahu malu, sudah untung suami saya dan saya mengijinkan kamu untuk tinggal di sini, bukannya berterima kasih kamu malah bersikap bak seorang penguasa di sini dasar anak tak tahu diri ,enyah lah saja kamu dari rumah ini "teriak Mira
Shaka yang mendengar usiran dari mulut ibu tirinya itupun langsung segera beranjak menuju ke lantai 2 karna Shaka berniat untuk mengemasi barang-barangnya , ia sungguh muak dengan keadaan ini rasanya Shaka ingin pergi meninggalkan rumah ini sekarang juga .Jika saja Oma nya dulu tidak memintanya untuk tinggal di sini , iya juga sungguh malas untuk tinggal di sini bersama ibu dan kakak tirinya.
Shaka yang sudah sampai di kamarnya pun langsung mengemasi buku pelajaran dan baju-baju miliknya ke dalam tas ,tak banyak barang yang Shaka bawa karna ia hanya membawa barang seperlunya saja.
Di sisi lain kini Narendra Tengah memperingati istrinya yang sudah berbuat keterlaluan. Karena Mira sudah berani mengusir Shaka dari rumahnya seperti tadi.
"Apa yang kamu lakukan Mira? kenapa kamu berkata seperti itu kepada Shaka . Saya tidak suka jika kamu bersikap seenaknya seperti itu apalagi , barusan dengan lancangnya kamu telah mengusir anak saya. "
"Mas,,, biarkanlah dia pergi agar hidup kita bisa tenang , kamu tak perlu memikirkan anak tak diuntung seperti dia .Lagian kamu itu masih punya Davin Mas, menurutku Davin saja sudah cukup kita sama sekali tak membutuhkan anak tak tahu diri seperti anak itu mas."ucap Mira yang kini malah membuat suaminya itu tambah murka .
"Kau,,,,"ucap Narendra murka terhadap istrinya
Yang sudah benar-benar keterlaluan.
bertepatan saat kini Narendra menatap murka terhadap istrinya Shaka pun terlihat turun dari lantai dua dengan membawa satu tas jinjing dan sebuah tas sekolah yang ia gendong.
Narendra yang melihat anaknya membawa dua tas besar pun langsung melayangkan pertanyaan kepada putranya itu.
"Mau ke mana kamu Shaka?" tanya Narendra saat melihat anaknya itu sudah membawa tas 2 tas di tangan dan di punggungnya.
Bukannya menjawab pertanyaan dari Papahnya Shaka kini hanya diam dan melanjutkan kembali langkahnya tanpa menghiraukan ucapan dari papanya
"Sudah lah mas biarkan saja dia pergi dari sini Lagian dia itu sama sekali tak ada gunanya selama tinggal di sini, yang ada hanya menambah-nambah beban saja" ucap Mira yang langsung mendapatkan tamparan dari Narendra
Plakkk....
"Diam kamu Mira !! kamu tak seharusnya berkata seperti itu, terhadap Shaka karena dia juga anak kandungku sama seperti Davin . "
"Mas kamu tega nampar aku cuma karena kamu mau belain anak sialan itu? "ucap Mira sambil memegangi pipinya yang kini masih terasa panas akibat tamparan yang dilayangkan oleh suaminya .
"Shaka Kamu mau ke mana nak ? kenapa kamu pergi dari rumah ini ,papa minta maaf jika tadi ucapan Papah membuat kamu terluka papa mohon kepada kamu untuk tetaplah tinggal di sini nak jangan pergi dari sini "mohon Narendra
"Idak usah menghalangiku untuk pergi kali ini, "tegas Shaka sambil menatap nyalang terhadap Narendra yang kini ada di hadapannya
"kamu mau kemana Shaka, ini sudah malam? apakah kamu lupa dengan pesan omah Jika kamu tidak boleh meninggalkan rumah ini! "ucap Narendra mencoba mengingatkan lagi Shaka terhadap pesan dari Oma nya ,karena Narendra berpikir jika ia mengungkit soal ibunya kepada Shaka siapa tahu Shaka bisa luluh dan berubah pikiran saat ia berkata seperti itu.
"Tidak usah membawa bahwa Oma di sini, jika Oma melihat hidup ku menderita seperti ini ia juga tak akan suka ,bahkan Oma pastinya akan lebih suka jika aku meninggalkan rumah ini di banding harus Tinggal dengan orang yang licik seperti istri dan anak anda ."ucap Shaka yang langsung pergi menyala kan motornya meninggalkan Narendra yang kini cukup merasa kecewa setelah apa yang ia lakukan tadi kepada putranya , Rendra berpikir andai saja tadi ia tak memarahi putra nya tadi , pasti Kejadian ini pun tak akan pernah terjadi.
Shaka yang kini tengah mengendarai motornya pun sama sekali tak punya tujuan, karena jujur saja ia belum mempersiapkan semuanya.
tak terasa kini tiba-tiba motor yang ia kendarai berhenti,dan entah apa maksud semua ini motor yang di kendarai Shaka kini malah berhenti tepat di depan gerbang kosan milik Gea
"Astaga Shaka kenapa lo bisa sampai sini coba!" Ucap Arshaka yang kini merutuki dirinya sendiri karena tak habis pikir mengapa ia bisa sampai berhenti tepat di alamat kos san milik Gea .
"Loh Shaka kamu lagi ngapain di sini "tanya Gea yang memang baru kembali dari warung nasi yang ada di seberang kosannya namun saat Gea kembali ,tiba-tiba Gea dikagetkan dengan adanya Shaka yang kini sudah ada di depan gerbang kosannya
"Gue ,,,,,!"ucap Shaka tertahan
"Gea gue mau minta tolong Sam loe ,loe bisa kan bantuin gue kali ini aja."ucap Shaka yang kini menatap harap kearah Gea.
"Memangnya kamu mau minta tolong apa Shaka ?selagi aku masih bisa bantu kamu, pasti aku akan bantu kamu kok. "ucap Gea
"untuk malam ini boleh nggak kalau gue mau nginep di kosan lo, gue janji cuma malam ini Gea setelah gue dapat kontrakan ,gue janji bakalan langsung pindah !"
Gea cukup kaget dengan permintaan Shaka barusan, namun ia juga cukup kasihan terhadap Shaka yang kini harus luntang-lantung di malam hari seperti ini apalagi ini sudah cukup larut malam.
"Kamu kan cowok Shaka, apa nggak apa-apa kalau semisalkan kamu nginep di kamar aku?" ucap Gea yang merasa was-was
"Oke kalau nggak diizinin gue juga nggak papa kok Gea, gue bisa cari tempat yang lain. atau enggak gue bisa numpang ke cafe Kak Nara malam ini buat numpang tidur di sana.Sorry kalau gue barusan buat loe gak nyaman Gea " ucap Shaka merasa tak enak .Shaka pun langsung bergegas menyalakan kembali mesin motornya berniat untuk pergi.
"Eh tunggu Kha, kamu boleh kok tidur di kosan aku tapi di kosan aku cuma ada satu kasur, nggak apa-apa kan kalau semisal kan kamu tidur di sofa ruang tengah?" ucap Gea ragu-ragu.
__TBC__
Cukup sampai di sini chapter ini, jangan lupa buat tinggalin jejak like subscribe dan
komen tar yang membangun.🤗
Sampai jumpa di chapter selanjutnya,
terima kasih.🙏