Revenge Of My Brother's Death

Revenge Of My Brother's Death
hari pertama masuk sekolah



Sedangkan di lain tempat kini seorang ayah sedang memanggil putranya untuk menanyakan sesuatu.


"Shaka tunggu dulu nak, Papah ingin bicara sama kamu? "ucap Narendra Dirgantara, kepada Shaka yang kini sudah siap untuk berangkat ke sekolah.Shaka yang mendengar panggilan dari Narendra pun langsung menghentikan langkahnya dan menengok ke arah Papahnya.


"Duduk dulu, Papah ingin bicara! "Ucap Narendra lembut .


Tanpa berkata apapun kin Shaka langsung duduk di hadapan Papahnya, karena hari ini ia sungguh malas jika sebelum berangkat sekolah ia harus berdebat dengan papanya Jika saja ia sampai berani membatah ucapan Papahnya itu.


"Mengapa selama ini Papah lihat kamu tidak pernah memakai fasilitas yang Papah berikan kepada kamu selama ini saka baik itu uang saku atau pun kendaraan? "ucap Narendra sambil menatap ke arah anak dari wanita yang sangat dicintainya itu.


"Huh ,,,,, helaan nafas kini terdengar dari mulut Shaka


"Anda mau tahu jawaban saya ,mengapa selama ini saya tak pernah memakai semua fasilitas yang Anda berikan kepada saya ? mengapa selama ini saya tak pernah memakai fasilitas yang Anda berikan kepada saya? Narendra pun langsung mengangguk mengiyakan ucapan saka


"Karena semua itu bukan milik saya, jadi saya tidak berhak untuk memakai uang yang Anda berikan sepeserpun, Anda tak usah takut. karena saya masih bisa bekerja dan masih bisa mencari uang sendiri untuk menghidupi diri sendiri "ucap Shaka


"Jika tak ada lagi yang mau Anda bicarakan Saya permisi! "ucap Shaka sambil berlalu meninggalkan Papahnya yang masih duduk mematung di ruang makan tak mampu untuk berkata apapun.


"Mas kenapa malah bengong di sini ? "tegur Mira ketika melihat suaminya yang tengah melamun.


"Mas tidak apa-apa hanya sedang memikirkan pekerjaan kantor saja !"ucap Narendra yang sedang berbohong kepada Mira karena tidak mungkin Jika ia mengatakan,kalo ia sedang memikirkan anaknya Shaka . Yang ada nanti Mira pasti nya akan semakin membuatnya pusing dengan omelan-omelon yang tak penting yang selalu keluar dari mulut Mira jika itu menyangkut dengan Shaka.


"Davin belum turun mas ? "tanya Mira kepada sang suami yang kini sudah terlebih dahulu duduk di meja makan.


"Belum mungkin Davin masih di kamarnya "jawab Narendra


"Oh ya sudah kalau gitu, Aku mau panggil dulu Davin ya Mas biar kita bisa makan sama-sama "ucap Mira sambil berlalu meninggalkan suaminya menuju ke arah lantai 2 di mana kamar anaknya itu berada.


"Hem "


***"


"Alhamdulillah akhirnya sampai juga."ucap Gea ketika dia sampai di depan gerbang sekolah galaxy


"Ayo kita turun Gea biar aku langsung anterin kamu ke ruangan guru !! "ucap Vivian antusias


"Oh iya, ayo Vi"jawab Gea tak kalah antusias,karna Gea merasa senang karna ia bisa di terima di sekolah sebesar ini .


"Eh tunggu sebentar Gea kayaknya ada yang telepon deh" ucap Vivian menghentikan langkahnya kala mendengar handphone di dalam tasnya kini berbunyi.


"Hallo Mah"


"Iya Mah Vivian langsung ke sana sekarang Mah"


"Gea sorry aku nggak bisa masuk sekolah hari ini dan gak bisa nemenin kamu sampai ke ruangan guru soalnya barusan Mamah aku telepon, katanya Nenek aku masuk rumah sakit jadi aku harus ke rumah sakit sekarang buat nemenin Mama yang lagi jagain Nenek aku ,nggak apa-apa kan Gea kalau aku tinggal kamu sekarang? "ucap Vivian


"Iya nggak apa-apa kok Vi, kamu pulang aja kasihan Mama kamu pasti udah nungguin kamu! "ucap Gea .


"Ya udah kalau gitu aku pergi ke rumah semangat ya belajarnya di hari pertama masuk sekolahnya" ucap Vivian memberi suntikan semangat untuk Gea


"Iya Vi itu pasti, pasti aku juga bakalan semangat !"ucap Gea yakin


****


Saat Gea berjalan, banyak pasang mata yang kini menatapnya dengan sinis dan pandangan aneh .Namun Gea sama sekali tak tahu apa yang salah dengan dirinya sehingga semua orang menatapnya seperti itu.


Menatap ke arah bawah Gea akui bahwa sepatu yang sekarang Gea gunakan memang sudah tak layak pakai, dengan robekan di mana-mana dan warnanya pun sudah memudar. namun Gea tidak tahu harus memakai sepatu mana lagi karena hanya inilah satu-satunya sepatu yang dia punya.


Tanpa menghiraukan pandangan orang lain Gea kembali melanjutkan langkahnya untuk mencari di mana letak ruangan guru, sesaat kemudian di tempat yang cukup sepi Gea berpapasan dengan seorang siswa laki-laki yang tengah berjalan berlawanan arah dengannya


"Emm,,,, maaf permisi boleh tanya tidak, di mana letak ruangan Guru? "tanya Gea kepada laki-laki yang kini ada di hadapannya


"Loe anak baru?" ucapnya datar sampai menatap ke arah Gea .


"Iya,,,,"jawab ya gugup karena kali ini Gea sedang di tatap oleh laki-laki yang menurut Gea sangat tampan bahkan ketampanan nya ini melebihi ketampanan aktor Korea yang selama ini selalu Gea lihat di drama yang sering ia tonton.


"Kalau loe nyari ruangan guru di lantai 1, sampai besok pun loe nggak bakalan pernah nemu, karena ruangan guru itu adanya di lantai 3 bukan di lantai 1 "ucapnya sambil berlalu meninggalkan Gea setelah ia memberi informasi kepada Gea.


"Oh makasih karena kamu udah kasih tahu aku di mana letak ruangan guru "teriak Gea tulus kepada laki-laki yang belum dia ketahui namanya itu pun, sama sekali tak menghiraukan ucapan Gea


***


DI RUANGAN IPA 1


"Oke,,,,, anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru pindahan dari Bandung namanya Geavani AlDara Dwi Putri"ucap seorang guru wanita yang kini tengah memperkenalkan Gea kepada teman sekelasnya.


"Ayo Gea silahkan duduk di tempat yang masih kosong" ucap guru perempuan tersebut mempersilahkan Gea untuk duduk di bangku yang masih kosong yang ternyata ada di sebelah Shaka.


"Baik Bu terima kasih" ucap Gea sopan.


Gea pun langsung menuju ke arah bangku yang ditunjuk oleh guru wanita tersebut, Namun ia langsung dibuat terkejut kala melihat teman sebangkunya yang ternyata adalah laki-laki tampan yang tadi pagi telah menolongnya menunjukkan ruangan guru kepadanya.


Gea pun langsung duduk di sebelah laki-laki yang baru Gea ketahui jika namanya itu adalah Arshaka Narendra Putra saat Gea barusan tak sengaja melihat name tag laki-laki tersebut ,sebenarnya dia ingin menyapa tapi melihat teman sebangkunya yang terlihat cuek dan diam saja pun mengurungkan niatnya untuk bertanya.


"Lihat tuh cewek kampung Key berani beraninya dia duduk di sebelah Shaka padahal Shaka nggak pernah izinin siapapun buat duduk di bangkunya termasuk lo kan Key, tapi dengan lancangnya cewek kampung itu malah duduk di sana tanpa tahu malu !! "ucap Rena teman sebangku Kesya


"Sialan tuh cewek kampung, awas aja gue pasti bakal bikin perhitungan sama tuh cewek kampung lihat aja nanti" ucap Kesya yang kini tengah l melirik sinis ke arah Gea yang kini tengah duduk di sebelah Shaka laki-laki pujaannya.


****


Kamu cowok yang tadi nunjukin ruangan guru ke aku kan ? "ucap Gea sedikit gugup namun mau tak mau ia harus membuka percakapan dengan teman sebangkunya itu mencoba untuk mencairkan suasana.Yang terkesan menegangkan menurut Gea.


Hening sejenak sama sekali tak ada jawaban dari laki-laki tampan yang ada di sebelahnya itu.


"Huh,,,,, apa sebegitu buruknya aku di mata semua orang hingga semua orang tak mau dekat-dekat dengan aku "gumam Ghea di dalam hatinya.


" Nama gue Arshaka, lo bisa panggil gue Shaka "ucapnya tiba-tiba dengan wajah datarnya memperkenalkan diri tanpa menoleh ke arah Gea, karena pandangannya masih menatap lurus ke depan memperhatikan guru yang sedang menerangkan materi.


Gea pun mengangguk,kini seulas senyum terukir di wajah Gea kalah mendapat respon dari teman sebangkunya walaupun bicaranya terkesan dingin dan kaku tapi Gea sangat senang karena ternyata teman sebangkunya itu sama sekali tak membencinya seperti yang lain.


Hanya saja teman sebangkunya ini menurut Gea mungkin memang seorang yang irit bicara.