Revenge Of My Brother's Death

Revenge Of My Brother's Death
pergi ke Jakarta



"Ya sayang terimakasih atas doanya"ucap Gea sambil memeluk Caca yang langsung di balas pelukan hangat oleh Caca.


***


Di sisi lain kini Shaka yang telah selesai berlatih basket pun menepi ke pinggir lapangan berniat untuk istirahat .


"Kha ini minuman buat loe ,,,pasti loe haus "ucap Kesya antusias sambil menyodorkan minuman tersebut kepada Shaka


" Gak usah key lagian gue udah bawa minuman sendiri kok, gue udah bawa dari rumah "ucap Shaka


" Loh Kha ,,,, tapi itu kan cuma air putih, mending minum ini aja lebih segar loh Kha ! "bujuk Kesya


"Nggak usah maksa dong Key kalau Shaka nya nggak mau loe seharusnya Jangan maksa kayak gitu dong"ucap Dion merasa jengah dengan Tasya yang selalu saja memaksakan kehendaknya.


"Gak usah ikut campur deh loe ,,, miskin aja belagu " lirih Kesya namun masih bisa didengar oleh Shaka maupun Dion


" Mending gue miskin. percuma kalau kaya tapi nggak punya harga diri"ucap Dion.


Namun tanpa Dion sangka seseorang kini sudah melayangkan bogem mentah terhadap Dion siapa lagi kalau bukan Davin si pahlawan kesiangan untuk Keisha


"A*ji*g Loe, beraninya cuma sama cewek "ucap Davin sambil menunjuk Dion .Karena Davin sungguh tak suka terhadap Dion yang sudah menjelek-jelekkan wanita pujaan hatinya itu


"Kesya yang melihat itu langsung tersenyum Senang,karna ia sungguh tak perlu repot-repot untuk memberikan pelajaran bagi orang yang kini telah menghina nya ."


"Dan loe tunjuk Davin kepada Shaka loe seharusnya bersyukur karena Kesya udah mau sama loe, tapi loe malah sia-siain dia sialan" ucap Davin menatap nyalang kepada Shaka .


"Kalau loe ada masalah sama gue loe nggak usah bawa-bawa Dion, Dion nggak ada salah apa-apa sama loe.Dan untuk loe gue harap loe jauhin gue mulai sekarang,gue udah bilang ke loe kan kalau gue nggak mungkin bisa bales perasaan loe lebih baik loe cari cowok lain yang sepadan sama loe contohnya sama laki-laki yang ada di sebelah loe sepertinya dia lebih cocok sama loe "ucap Shaka.yang langsung membantu Dion berdiri dan memapahnya untuk pergi meninggalkan lapangan basket


"CK ,,, semua gara-gara Loe tau nggak Shaka jadi makin benci kan ke gue , ikh ,,,,sebel deh" ucap Kesya yang langsung pergi berlalu meninggalkan Davin yang masih mematung di lapangan basket


"Kenapa jadi salah gue lagi sih ,,,,bangs*t awas aja loe gue bakalan bikin perhitungan sama loe"ucap Davin yang semakin benci pada Shaka.


"Loe nggak kenapa-kenapa kan Yon?" tanya Shaka khawatir terhadap temannya itu apalagi saat melihat memar di sudut bibir Dion saat ini yang membuat Shaka semakin khawatir dengan temannya itu .


"Loe tenang aja kali Kak gak usah Se panik gitu gue ini kan cowok pukulan segitu mah nggak ada apa-apanya buat gue "ucap Dion mencoba bersikap tegar di hadapan Shaka padahal sungguh dirinya merasa kan jika sudut bibirnya terasa begitu berdenyut tak karuan


"Tapi sudut bibir lo berdarah Yon !! ayo gue obati, kita ke UKS dulu ya"


****


"Sorry Yon ini semua salah gue , gara-gara gue loe jadi kayak gini"ucap Shaka yang merasa tak enak kepada Dion


"Udah ,,,loe gak usah nyalahin diri loe sendiri kali Kha semua ini bukan salah loe, emang si Davin nya aja yang mau jadi sok pahlawan di depan si nenek Lampir, sama-sama gila tahu nggak mereka itu cocok kalau disatuin "ucap Dion


"Agrh ,,,, sakit Kha pelan-pelan dong "ucap Dion meringis kesakitan


"CK katanya gak sakit!! Nyatanya cuma sok kuat !"ejek Shaka


"Eh ka ,, boleh minta bantuan nya gak buat bantuin obati temennya saya "ucap Shaka kepada Kaka penjaga yang ada di UKS .


"Eh ,,,, iya boleh"ucap wanita tersebut yang salah tingkah ketika Shaka Barusan memanggil nya .


"CK ,,giliran diobatin sama cewek cantik aja diam loe" ucap Shaka sambil menimpuk badan Dion dengan bantal yang ada di sana


"Awas ,,,sialan Loe Kha sakit tau !"serunya sambil meringis


*****


"Mau ke mana Neng? tanya kendek sopir bus kepada Gea"


"Ini pak saya mau ke Jakarta"


" Ya sudah ayo naik Neng ini emang bus jurusan Jakarta Neng "


"Oh iya pak Gea pun segera naik dan duduk di bangku sisi dekat jendela ,Ibu maafin Gea karna Gea nggak bilang dulu ke ibu kalau Gea mau susul Kak Gio ke Jakarta " bis pun berjalan meninggalkan kota Bandung menuju ke Jakarta


Beberapa jam telah berlalu, kini Gea sudah sampai di Jakarta


"Ya Allah aku harus ke mana dulu coba cari ka Gio, oh iya lebih baik aku langsung cari ke sekolahnya aja, nama sekolahnya kan sekolah galaxy"


"Permisi pak mau tanya bapak tahu alamat sekolah ini?" ucap Gea bertanya ke tukang ojek yang sedang mangkal di sana


"Ah iya Pak makasih kalau gitu ayo Pak kita langsung jalan sekarang"


****


" ini Neng kita sudah sampai "


"Oh iya Pak, ini Pak ongkosnya"


" iya Neng makasih kalau gitu bapak duluan"


"Oh iya pak sama-sama"


Gea kini tengah berada di pintu gerbang sekolah galaxy menetap kagum bangunan sekolah Kakak kembarnya


" Beruntung banget kak Gio bisa sekolah di sini sekolahnya bener-bener bagus "ucap Gea


"Kak Gio masuk sekolah gak ya ? atau mungkin udah ngambil cuti biasanya kan Kak Gio suka pergi liburan sama Mama Papah angkatnya, oh nggak Papah deh lebih baik aku tunggu dulu di sini sampai jam pelajaran bubar dan nungguin Kak Gio aku yakin kalo kak Gio masih sekolah hari ini! "


"3 jam dia menunggu kini sudah terdengar bel menandakan di tiba waktunya untuk pulang sekolah, semua murid pun terlihat keluar berhamburan dari sekolah menuju ke gerbang depan.


"Eh maaf permisi kak!" ucap Gea sopan kepada salah satu siswa yang kini tengah berada di hadapannya


"Ia ada apa ya ada yang bisa saya bantu ? "ucapnya


" Begini Kak saya mau tanya apa Kakak kenal dengan Gio anak MIPA?"


"Gio, Gio siapa ya gue nggak kenal setahu gue di kelas MIPA.itu gak ada yang namanya Gio deh !"


"Eh sorry Kak maksud saya itu Devano Sanjaya!" maaf saya salah sebut nama! "ucap Gea diiringi dengan senyuman kriuk nya karena mana mungkin orang-orang di sini tahu kepada nama Gio kakaknya padahal namanya telah diganti menjadi Devano Sanjaya semenjak kakaknya diadopsi .


"Maksud loe Devano Sanjaya kelas MIPA yang mat* karna bun*h diri ya ? "ucap laki-laki yang kini ada di hadapannya.


"Maksud Kakak apa ya kok bicara seperti itu sih? "jawab Gea yang merasa syok dengan ucapan laki-laki yang kini ada di hadapannya itu yang mengatakan jika kakak nya itu telah meninggal karena bunuh diri


"Loe nggak tahu kalau Devano udah meninggal 1 bulan yang lalu karena bunuh diri?" ucapnya


"Gak ,,,kamu pasti bohong kan, iya kan?" ucap Gea yang tak percaya dengan ucapan laki-laki yang ada di hadapannya itu


"Ya itu emang kenyataannya kalau loe nggak percaya loe tanya aja sama yang lain" ucap laki-laki tersebut sambil berlalu meninggalkan dia yang kini tengah mematung karena masih syok dengan ucapan pria barusan


"Ka Gio ,,,ka Gio gak mungkin kan lakuin hal seperti itu kan kak ,Gea tahu Kakak itu orang seperti apa jadi gak mungkin kalo Kakak ngelakuin itu semua kan Kak .Kakak masih ada Ka Gio masih ada "ucap Gea yang kini sudah kalut dan tak bisa berpikir apa-apa selain mencoba menahan tangis dalam dadanya


"Aku harus coba susul Kak Gio ke rumah orang tua angkatnya"


****.


Ting tong


"Permisi! "ucap Gea yang kini sedang ada di depan pintu rumah orang tua angkat kakaknya .


"Ada yang bisa saya bantu Neng? ucap seorang wanita yang kini tengah keluar membukakan pintu"


"Maaf Bu saya mau bertemu dengan Ibu Susan Apa betul ini rumah Bu Susan dan Pak Imran? tanya Gea memastikan karena baru sekarang ia datang ke rumah kakaknya itupun dengan alamat yang ia tahu dari buku alamat setiap orang yang diadopsi di buku ibunya di panti


"Sebentar Neng, ayo masuk dulu biar saya panggilkan ibu dan bapaknya!" ucap Ibu tersebut ramah


"Tidak usah Bu biar saya tunggu di sini saja" ucap Gea mengangguk ramah


"Ya sudah ditunggu sebentar ya Neng!"


"Iya Bu"


Setelah menunggu beberapa lama akhirnya kini Gea dihampiri oleh seorang wanita paruh baya yang memang sangat Gea kenal , Karana dia itu memang Ibu angkat dari kakaknya


"Mau apa kamu ke sini hah?" ucap Ibu angkat kakaknya ketika melihat Gea yang ada di hadapannya .


" Saya mau bertemu Sama Kak Gio Bu tolong izinkan saya buat ketemu sama kakak saya bu saya mohon ."


"Pergi saja kamu ke kuburannya sana,,,,, Dasar kalian anak sialan sama-sama anak pembawa sial"ucap Bu Susan sambil menatap benci ke arah Gea