
Nggak usah Kha, Lagian aku nggak mau ngerepotin kamu,aku bisa naik ojol ataupun bus kok !" ucap Gea yang merasa tak enak Jika ia harus merepotkan Shaka , dan bukan itu saja Gea juga takut jika nanti di sekolah ia akan menjadi bahan Bulian Kesya lagi apalagi jika Kesya tahu kalau ia pergi berangkat dengan Shaka
Saat Gea kini masih mengobrol dengan Shaka di depan gerbang kosan milik Gea tiba-tiba kini ada sebuah mobil berwarna hitam berhenti tepat dihadapan Gea dan Shaka.
"Gea ayo kita berangkat sekolah, kamu bareng aku saja naik mobil. Tidak harus naik bus lagi. "ucap Vivian yang kini masih belum menyadari keberadaan Shaka di hadapannya Karena kini posisi Shaka memang sedang membelakangi mobil milik Vivian.
Shaka yang mendengar penuturan dari seseorang yang ada di belakang tubuhnya pun langsung membalikkan badannya ke arah Vivian yang ada di dalam mobil
"Shaka,,,"seru Vivian merasa heran saat kini ia melihat Shaka yang tiba-tiba ada di depan gerbang kosan Gea.
"Loe lagi ngapain di sini Shaka? "tanya Vivian kepada Shaka, Gea yang panik saat mendengar perkataan Vivian yang menanyakan mengapa Shaka bisa ada di sini pun langsung mendahului Shaka untuk menjawab pertanyaan Vivian karena dia sungguh takut jika saja saka sampai jujur kepada Vivian soal keberadaan nya yang sekarang ada di sini yang memang semalam mengindap di kamar Gea.
Gea takut jika nantinya Vivian akan menyangka yang tidak tidak kepadanya apalagi jika Vivian tahu jika semalam Shaka itu bermalam di kamar kosnya.
Shaka yang akan angkat bicara pun langsung mengurungkan niatnya saat ia melihat Gea yang kini sudah terlebih dahulu menyelanya.
"Ah begini Vi ,,,,Shaka di sini itu kebetulan lewat Vi, pas tadi lihat aku lagi berdiri di sini yang nunggu angkutan umum lewat, tiba-tiba saka berhenti dan mengajak aku untuk berangkat sekolah sama-sama ,iya kan Kha ?"ucap Gea tak lupa juga Gea memberikan kode kepada Shaka dengan cara mengedipkan matanya berharap Shaka mengerti dengan permintaannya
"Shaka yang melihat Gea memberi kode kepadanya pun langsung menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan yang barusan Gea katakan kepadanya.
"Eum,,, begini Sakha maap sebelumnya ,dan terima kasih juga atas tawarannya, tapi maaf sepertinya aku ikut Vivian saja tidak apa-apa kan "ucap Gea
"Oke nggak apa-apa kok Gea, Ya udah kalau gitu gue duluan "ucap Shaka yang kini langsung menghidupkan mesin motornya kemudian tancap gas meninggalkan Dea yang kini masih berdiri di depan gerbang kosannya.
"Ghea ayo masuk, kok kamu malah bengong di sana sih? dan Ya aku juga butuh kejelasan ya atas kedekatan kamu dengan Shaka si cowok kulkas itu. "ucap Vivian yang kini menuntut kejelasan atas kedekatan sahabatnya dengan laki-laki yang terkenal cuek kepada wanita di sekolahannya.
"Gea pun langsung segera masuk ke dalam mobil milik Vivian dan duduk di sebelah Vivian sesaat setelah mobil melaju di tengah-tengah perjalanan menuju ke sekolah ,Kini Vivian pun kembali mengintrogasi Gea. Karena jujur saja ia sungguh penasaran atas kedekatan Gea dan Shaka yang menurutnya itu sangat aneh apalagi saat melihat Shaka yang begitu care pada Gea, padahal Vivian tahu jika laki-laki itu sangat terkenal cuek apalagi jika berhadapan dengan seorang wanita.
Bahkan sepupunya dan Kesya yang dari dulu mencintai Shaka pun sama sekali tak pernah mendapatkan sedikitpun perlakuan yang dilakukan Shaka kepada Gea, jangankan untuk mengajaknya naik motor bareng, membalas bicara sedikit saja sudah untung bagi wanita yang banyak mengagumi saka ya contohnya sepupunya Nara yang memang menyukai Shaka secara diam-diam.
" Kamu kenal Shaka Gea? "ucap Vivian yang kini bertanya kepada Gea
"Iya Vi aku kenal dia, karena dia itu kemarin udah nolongin aku buat nunjukin di mana arah ruang guru dan kemarin juga dia yang udah! "ucap Gea tertahan, iya lupa Jika ia sedang menyembunyikan perihal perundungan yang telah Kesya lakukan kepadanya kemarin karena sungguh ia tak ingin membuat Vivian tahu dan terlibat dengan permasalahan kemarin, karena Gea sungguh mengkhawatirkan sahabatnya itu .Tapi dengan bodohnya Gea barusan malah keceplosan sehingga membuat Vivian pun kini penasaran dan terus mendesaknya untuk melanjutkan ucapannya yang tertahan.
"Dia juga apa Gea kok berhenti ? "ucap Vivian
"Em ,,,, itu nggak papa kok! "ucap Gea yang masih mencoba untuk menutupi semuanya dari Vivian
"Ayolah Gea Jika kamu menganggap aku sebagai sahabat , tolong jangan sungkan untuk bercerita kepada aku dan jangan menyembunyikan sesuatu dari aku Gea. "ucap Vivian yang kini masih menuntut kejelasan dari Gea
"Kamu itu sudah aku anggap seperti saudaraku sendiri Gea, Jadi aku harap kepada kamu untuk bicara jujur ke pada aku Gea , jangan sungkan ataupun ragu untuk berbicara kepadaku Gea, Jika saja kamu ini menganggap aku sebagai seorang teman. "
Gea yang mendengar penuturan yang diucapkan oleh Vivian pun langsung mengangguk ,mengiyakan ucapan dari sahabat barunya itu, Kemudian Gea pun menceritakan soal perundungan yang dilakukan oleh Kesya kemarin kepadanya, sampai akhirnya Saka yang datang menolongnya.
"CK ,,, emang dasar Mak Lampir itu, nggak ada kapok-kapoknya ya bisanya itu cuma bikin masalah. "ucap Vivian tiba-tiba
" Mak Lampir! " seru Gea
"Iya Gea, si Kesya itu memang cocok disebut Mak Lampir karena kelakuannya itu yang sangat-sangat menyebalkan, dan ia Gea asal kamu tahu saja dulu juga Devano eh maksud aku Gio juga pernah tergila-gila pada wanita menyebalkan itu. "ucap Vivian geram apalagi saat dulu ia tahu jika Gio yang pernah menembak Keisha di sekolah. Namun dengan tak berperasaan , perempuan itu menolak Gio, padahal yang Vivian tahu selama ini Kesya itu selalu memberikan respon kepada Gio.
Sehingga Gio pun berani untuk mengungkapkan perasaannya kepadanya, namun bukannya membalas perasaan dari Gio, Kesya yang Vivian lihat selalu merespon Gio malah menolak Gio secara mentah-mentah di hadapan orang-orang yang melihat kejadian itu .
Dari situ pun Vivian tahu jika selama ini semua yang dilakukan Kesya kepada Gio itu sebenarnya bukanlah ketulusan dari hatinya melainkan hanya sebuah harapan palsu saja.
"Jadi cewek yang suka diceritain Kak Gio kepada aku dulu itu adalah Kesya? "ucap Gea yang tidak menyangka jika kakaknya itu memiliki perasaan terhadap wanita seperti Kesya yang menurutnya sangat kasar dan juga menyebalkan.
" Iya Gea! "jawab Vivian
"Apa jangan-jangan!" ucap Gea tertahan Karena kini Vivian sudah menyala ucapan Gea. karena Vivian sudah tahu kemana arah pembicaraan yang dimaksud oleh Gea barusan.
"Bukan, itu bukan alasan Gio melakukan hal seperti itu Gea aku bahkan tahu jika Gio sudah baik-baik saja karena kejadiannya pun sudah berlangsung 3 bulan ke belakang sebelum Gio dinyatakan meninggal dan aku juga tahu bagaimana keadaan bios saat itu karena aku tahu dia sudah tak memikirkan urusan percintaannya lagi! .Apalagi setelah menerima penolakan dari Kesya Gio pun bertekad untuk mengesampingkan perasaannya dan ia juga berkata jika ia akan lebih fokus pada sekolahnya, karena ia ingin membuat bangga Kamu Gea, adik sekaligus keluarga yang dimiliki oleh Gio satu-satunya .