
SEPENINGGALAN DION
"Kha ,,,, tunggu"ucap seorang gadis cantik yang kini tengah menghampiri Shaka
"Kesya ngapain lo di sini?" ucap Shaka yang merasa risih Karena kini Kesya sudah bergelayut manja di tangannya.
"Anterin gue pulang dong Kha, soalnya gue pulang sendirian gak dijemput sama sopir nih! "ucap Kesya dengan nada manja dan semakin mempererat pelukannya di tangan Shaka
"Sorry Sya gue nggak bisa" ucap Shaka sambil melepaskan tangan Kesya yang kini masih menempel erat di tangannya, soalnya gue mau langsung kerja gue mau ke cafe sekarang "ucap Shaka kemudian segera memakai helm dan naik ke atas motor sport nya.Berlalu meninggalkan Kesya yang kini masih menggerutu kesal karena dirinya selalu tak dianggap oleh saka pria pujaan hatinya.
"Sial,,,CK , apa sih kurangnya gue di mata Shaka sampai-sampai Shaka nggak pernah lirik gue sedikitpun, padahal gue ini cantik, kayak, modis dan idaman semua cowok termasuk Davin kakaknya Shaka sama si Vano aja bisa tergila-gila sama gue, kenapa dia nggak pernah mau sekali aja mandang gue coba.
"Akh sebel deh !!"ucap Kesya sambil menghentakkan kakinya saking kesalnya
****
Shaka yang kini sudah pulang kerja Tengah memarkirkan motornya di garasi,setelah selesai ia pun segera menuju ke teras rumah megah bak istana, namun di dalamnya tak pernah ada ketenangan sedikitpun yang ada hanyalah kegaduhan dan pertengkaran yang tak ada hentinya
"Huh ,,,, helaan nafas kasar terdengar dari Shaka sebelum masuk ke dalam rumah dan membuka pintu.
Dan benar saja saat Shaka membuka pintu di sana sudah terlihat Ibu tiri dan Kakak tirinya yang tengah memandang tak suka ke arah Shaka ,namun Shaka mengabaikan nya sama sekali tak menghiraukan ke dua orang tersebut.
"Enak ya Lo, jadi anak pung*t aja belagu, pulang larut malam dan main nyelonong masuk aja sama sekali nggak punya etika "ucap Davin kakak tiri Shaka yang memang selalu mencari-cari kesalahan Shaka karena Davin memang sangat membenci adik tirinya itu apalagi setelah tahu jika wanita pujaannya malah lebih tertarik kepada adik tirinya itu dibandingkan dengan dirinya.
Shaka yang malas berdebat dengan Kaka tiri dan ibu tirinya itu pun langsung bergegas menuju tangga untuk meninggalkan orang-orang munaf*k seperti mereka yang memang selalu sengaja membuat gara-gara kepada dirinya.
"Hey ,,,kamu anak tak tahu diri ,anak saya sedang bicara sama kamu Dasar anak sial*n sama sekali tak punya etika dan sopan santun sama yang lebih tua "ucap Mira ibu tiri Shaka
" Ya maklum lah Mah orang dia itu sama sekali nggak pernah dididik sama ibunya,orang ibunya juga sibuk karna SE masa hidup nya pekerjaan nya itu kan pebut suami orang lain. "ucap Davin sambil menyeringai mengejek Shaka yang kini masih mengabaikan nya .
Shaka pun langsung menghentikan langkah nya , Shaka yang sebelumnya ingin mengabaikan ucapan ibu dan anak itu ,namun setelah mendengar ibunya yang malah. di jelek jelek kan seperti itu ,Shaka pun langsung naik pitam
"Jala*g licik ,,,,ya pasti anaknya juga sama licik dan gak tau diri nya sama seperti ibu jala*g nya itu mah timpal Davin .
Shaka yang mendengar almarhumah ibunya dihina oleh Kakak tirinya langsung mengepalkan tangan kemudian menghampiri Davin
"sialan lo,,,," ucap Shaka yang kini sudah mencekam kerah baju kemeja yang digunakan Davin .
"Lo boleh hina gue sesuka hati loe ,loe boleh caci maki gue sepuas loe gak ,tapi loe nggak berhak hina dan ngomong jelek tentang ibu gue yang berhak disalahin itu bokap lo bukan ibu gue sialan! "ucap Shaka yang kini sudah tidak bisa menahan lagi emosinya.
Ucap Davin sambil menyeringai.
"Brugg ,,,"
Kepalan tangan Shaka mendarat telak tepat di pipi kiri Davin .Davin yang tak terima pun langsung balik menyerang Shaka, namun Shaka bisa menghindar dan malah Shaka lah yang kini kembali berhasil meninju wajah Davin
"Berhenti anak sial*n lepaskan anak saya, kalau sampai terjadi sesuatu kepada anak saya , saya akan buat hidup kamu menderita seperti hidup wanita hina itu "ucap Mira tak terima anaknya disakiti seperti itu
" Jaga ucapan Anda dan jangan sekalipun mulut kotor Anda itu berani menjelekkan almarhumah ibu saya,"tunjuk Shaka terhadap ibu tirinya.Shaka yang kini malah menyeringai dan kembali menetap Mira dengan tatapan tajam.
"Asal anda tahu saya sama sekali tidak takut dengan semua ancaman anda nyonya Mira argantara yang terhormat jika sekalipun saya harus mati karena ingin membela nama baik ibu saya, saya akan lakukan itu, karena saya tak sudi jika harus tunduk dan takut dengan ancaman wanita jahat dan licik seperti anda "ucap Shaka ambil menatap nyalang ke arah ibu tirinya kemudian ia pun kembali menghajar Davin
"Brugg ,,, sekali lagi Shaka mendaratkan tinjuan tepat di pipi kanan Davin yang kini sudah terkulai lemas di lantai.
"sialan lepaskan anak saya !!" teriak Mira khawatir dengan keadaan anak semata wayangnya ketika diserang lagi oleh Shaka
"Shaka,,,,,Apa yang kamu lakukan lepaskan Kakak kamu! "ucap Narendra dirgantara ayah dari Shaka dan Davin
Ssal anda tahu tuan Narendra Dirgantara, putra kesayangan anda berhak mendapatkan itu semua karena dia telah lancang menghina almarhum ibu saya "ucap saka menatap tidak suka terhadap laki-laki yang kini tengah berdiri di hadapannya
"Ya tapi seharusnya kamu tidak melakukan kekerasan seperti itu Shaka! "seru Narendra
"Terserah Anda mau bicara apapun saya tak peduli "ucap Shaka yang langsung berdiri dan berlalu meninggalkan Ayahnya pergi ke lantai 2 menuju ke kamarnya
"Mas mau ke mana mas "teriak Mira ketika melihat suaminya yang malah memilih mengikuti Shaka bukan membantunya merawat Davin yang kini tengah babak belur
Dapat Shaka lihat Ayahnya masih memanggil namanya dan mengikutinya, nama Shaka tak memperdulikan itu ia pun langsung menutup pintu kamar dan menguncinya dari dalam .
"Shaka tunggu,,, denger kan Ayahh ingin bicara sama kamu Shaka, buka pintunya nak "ucap Narendra sambil sesekali mengetuk pintu kamar anaknya namun saka sama sekali tak menghiraukan teriakan Ayahnya, Shaka kecewa Shaka benci kepada Ayahnya yang telah membuat dirinya menjadi terpisah untuk selama-lamanya dari ibunya jika saja bukan karena permintaan nenek dari Ayahnya untuk tetap tinggal di sini mungkin saka sudah pergi sejak dulu tanpa mau tinggal dengan keluarga toxic seperti ini.
Karena selamat tinggal di sini Shaka sama sekali tak pernah menggunakan fasilitas yang diberikan dari Ayahnya sekolah pun ia mendapatkan beasiswa sedangkan motor yang digunakan itu adalah hadiah dari neneknya ,dan untuk biaya sehari-hari ia dapatkan dari hasil bekerjanya sebagai pelayan di cafe pelangi milik Nara.
"Agrhh ,,,, ibu, kenapa ibu harus meninggalkan saka Bu andai aja kita nggak bertemu Ayah waktu itu, mungkin sekarang ibu masih ada Bu Shaka kangen ibu
"Air mata yang ia tahan kini telah luluh membasahi pipinya kala kembali teringat dengan almarhum ibunya, walaupun dulu hidupnya tak sekaya sekarang, tapi hidup bersama ibunya Shaka dapat merasakan kebahagiaan tak seperti sekarang walaupun hidup dengan bergelimang harta namun hidup saka selalu terasa hampa