Revenge Of My Brother's Death

Revenge Of My Brother's Death
makam Gio



"Mengapa ibu berbicara seperti itu kepada Kak Gio Bu, pada kak Gio itu kan anak ibu !"ucap Gea


"Anak apa ? Maksud kamu Anak yang tidak tahu malu yang bisanya hanya membuat malu keluarga saja kamu tahu gara-gara Kakak kamu yang tak tahu diri itu, yang Malah bunuh diri dengan mengakhiri hidupnya dengan cara lompat dari lantai 3 sekolah. Gara-gara dia keluarga saya jadi bahan cemoohan orang-orang dan harus menanggung malu seumur hidup karna kelakuan tak tahu diri Kaka kamu itu ."ucap nya sambil terisak.


" Nggak bu nggak mungkin kak Gio seperti itu hiks ,,,kak Gio masih hidupkan Bu, Ibu bohong kan Bu soal kematian Kakak saya supaya saya tidak bisa mendekati Kakak saya lagi ,,,huhuhu" ucap Gea , kini Gea pun telah luluh kelantai karena ia merasa jika seluruh tubuhnya mendadak terasa lemas tak bertenaga setelah mendengar kenyataan ini semua.


"Jangan pura-pura tak tahu kamu !! karena saya sudah mengabari Nirwana sebulan lalu memberitahukan kematian anak tak diri itu . Saya tahu kamu ke sini itu cuma mau minta harta warisan Kakak kamu kan, saya sama sekali tak sudi.Saya tidak akan pernah memberikan sepeserpun harta saya kepada kamu .Lebih baik kamu pergi dari sini dan jangan pernah sekalipun untuk menginjakkan kaki kamu di rumah saya lagi karena saya sungguh muak melihat wajah kamu! "ucap Ibu angkat Gio sambil berlalu meninggalkan Gea tak lupa ia juga menutup pintu dengan cara membantingnya secara kasar .


"Kak Gio,,,, Kak Gio kenapa Kakak ninggalin Gea hikss,,, Gea sendirian, Gea gak punya siapa-siapa lagi di dunia ini kak hikss ,ka Gio Gea ingin ikut dengan kak Gio saja kak "lirih Gea


"Ya ampun Istighfar Neng jangan bicara seperti itu, Bibi tahu kalo Neng ini sedang sedih ,tapi Neng gak boleh berbicara seperti itu Neng itu gak baik pamali !"ucap seorang wanita paruh baya yang kini sedang membantu Gea untuk duduk.


"Neng ini adik kandung nya Den Vano kan ? , yang sering Den Vano ceritakan ke bibi, Neng yang sabar ya Neng jangan nangis lagi Den vano udah tenang di atas sana, sebaiknya Neng ziarah saja ke makam Den vano Neng, biar Mamang yang antar Neng ke sana "ucap wanita paruh baya yang ada di hadapan Ghea, karena ia sungguh tak tega melihat Gea yang tak berhenti menangis tersedu-sedu sambil memanggil-manggil kakaknya.


"Iya ayo Neng biar Mamang yang antar ke makam Den Vano pasti Neng nggak tahu kan dan Vano dimakamkan nya di mana? "ucap laki-laki paruh baya tersebut, Gea pun langsung menggelengkan kepalanya sebagai jawaban, karena memang dia tak tahu di mana kakaknya itu dimakamkan.


"Terima kasih karena Bapak sudah mau mengantar saya Pak dan Saya juga terima kasih karena Ibu sudah baik terhadap saya" ucap dia sambil sesekali mengusap pipinya yang kini masih basah dengan air mata


"Iya tidak masalah Neng Bapak ikhlas kok nolong Neng ayo Neng sebaiknya Neng naik ke motor Bapak sekarang biar sekarang bapak langsung antar neng ke makam Den Vano ."


****


Neng maap ya Mamang cuma bisa Anterin Neng sampai ke sini ya Neng ,coba Neng tanya saja ke Bapak penjaga makam yang ada di sini ,maap kalo Mamang gak bisa antar Neng nya sampai ke dalam ,karna mamang harus segera pulang lagi ke rumah nyonya soalnya nyonya sudah telpon Mamang barusan .kalo Mamang ke lamaan di sini takut nya nanti Mamang kena marah sama si nyonya "


"Iya tidak apa-apa, justru saya sangat berterima kasih kepada Bapak ,karna Bapak sudah mau mengantar saya sampai ke sini Pak ,semoga Allah senantiasa membalas kebaikan yang telah Bapak lakukan ke pada saya Pak "


"Amin,,,iya neng sama-sama kalo gitu bapak pamit ya assalamualaikum "


"Iya Pak ,,, waalaikumsalam "


Kini Gea pun berjalan ke arah gerbang are pemakaman.


"Permisi Pak boleh tanya? "ucap Gea kepada salah seorang penjaga makam yang kini sedang menyapu di area pemakaman si bapak itu pun langsung menghentikan kegiatannya kemudian berbalik dan menatap ke arah Gea" ya Neng mau tanya apa ya? "ucap si Bapak penjaga makam


"Begini Pak saya mau tanya, kira-kira Bapak tahu makam anak SMA yang sebulan lalu meninggal karena,,,,,! "ucap Gea tertahan karena sungguh ia tak tega jika harus mengucapkan itu semua apalagi kejadian naas itu memang menimpa Kakak kembarnya.


"Oh iya Pak terima kasih Pak "


" ya sama-sama Neng "Gea pun langsung segera menuju ke arah makam Kakak kembarnya duduk di pinggir gundukan makam kakaknya yang tanahnya pun masih terlihat merah itu.


"Ka Gio Kakak beneran ninggalin Gea Kak,,,hikss ternyata ini nyata Kakak beneran pergi kak, Kak Gea takut Kak, Gea nggak punya siapa-siapa lagi selain Kak Gio ,tapi kenapa Kak Gio malah ninggalin dia sendirian di sini kak, bukannya Kak Gio janji sama Gea kalau kakak akan terus ada di samping Gea Buat nemenin Gea,, hiks ,,ka gio huhuhu !!


Kini Gea Tengah menatap papan pusara yang bertuliskan nama kakaknya "Maafin Gea Kak karena Gea nggak datang di saat-saat terakhir kak Gio dimakamkan Gea benar-benar minta maaf Kak hikss "


Hampir 3 jam Gea berada di makam kakaknya Kini dia mulai bangkit ia akan mencoba untuk ikhlas atas apa yang menimpa pada Kakaknya kembarnya itu.


"Kak maafin ge yang selalu cengeng di hadapan kak Gio, Gea janji, Gea akan jadi pribadi yang lebih baik dan akan membuat Kak Gio bangga kepada Gea, semoga Kakak tenang di alam sana Kak,Gea janji s telah ini Gea akan sering-sering jenguk ka Gio ke sini !"ucap Gea yang kini langsung meninggalkan makam kakak nya , kemudian mendekati lagi si bapak pengurus makam .


"Permisi Pak? "


"Ya ada apa lagi Neng ?Apa ada yang bisa Bapak bantu lagi ?"ucap si Bapak yang kini sedang menatap Gea


"Eumm ,,,, itu Pak saya mau tanya soal bunga mawar putih yang ada di makam kakak saya apa Bapak tahu siapa pemilik bunga mawar putih itu Pak? "ucap Gea penasaran


Oh itu Neng, Bapak juga kurang tahu tapi Bapak juga suka lihat si Eneng yang suka nyimpen bunga mawar di sana itu udah sering ke sini neng hampir seminggu dua kali deh kayaknya berkunjung ke makam ini "terang si bapak


"Apa Bapak tahu pak siapa nama perempuan itu?"


"Aduh kalau itu Bapak kurang tahu karena memang Bapak hanya sekedar melihat dari kejauhan saja, tapi kalau ciri-cirinya Bapak tahu Neng dia itu gadis berkacamata bulat dan rambut yang dikepang dua "


" Oh iya pak kalau gitu terima kasih atas informasinya, kalau gitu saya pamit Pak assalamualaikum! "


" Iya Neng waalaikumsalam! "


Kini Gea pun pergi meninggalkan pemakaman, ia berjalan lemas menyusuri jalan yang tidak terlalu ramai namun tiba-tiba langkahnya terhenti kala ada seseorang dari belakang yang memanggilnya.


"Hei tunggu,,,"ucap seorang gadis yang tiba-tiba memanggil Gea.