
"bukan ,,,,itu sama sekali bukan alasan Gio melakukan hal seperti itu Gea, aku bahkan tahu jika Gio sudah baik-baik saja karena kejadiannya pun sudah berlangsung 3 bulan ke belakang sebelum beliau dinyatakan meninggal dunia .
"Dan aku juga tahu bagaimana keadaan Gio saat itu karena aku tahu dia sudah tak memikirkan urusan percintaannya lagi. Apalagi setelah menerima penolakan dari Kesya , karena Gio pun bertekad untuk mengesampingkan perasaannya dan ia juga berkata Jika ia akan lebih fokus pada sekolahnya karena ia ingin membuat bangga Kamu Gea adik sekaligus keluarga yang dimiliki oleh dia satu-satunya.
"Ya Aku juga yakin kalau Kak Gio tidak akan melakukan itu semua apalagi hanya karena seorang wanita seperti Kesya. "jawab Gea yakin
Sekitar 15 menit ,mobil yang ditumpangi Vivian dan Athaya pun kini telah memasuki kawasan elit SMA Galaxy , dan mobil yang dikendarai oleh sopir pribadi Vivian pun kini langsung berhenti tepat di halaman depan gerbang sekolah .
"Terima kasih Pak karena sudah mengantar kami sampai ke sekolah,maaf jika saya merepotkan bapak "ucap Gea tulus kepada sopir Vivian.
Pak Salam mengangguk dengan tersenyum tulus
"Iya non Gea sama-sama ,non Gea tak usah sungkan karna sudah menjadi tugas saya untuk mengantarkan non Vivian dan non Gea dengan baik . "
Gea hanya mengangguk sambil tersenyum, ia pun segera turun dari mobil milik Vivian, untuk menyusul Vivian yang kini memang sudah keluar dari mobil miliknya terlebih dahulu.
"Ayo Gea kita langsung masuk ke dalam kelas saja. "ajak Vivian yang kini langsung menuntun pergelangan tangan Gea untuk masuk ke dalam kelas
Sesampainya di kelas Vivian pun kini menanyakan posisi tempat duduk Gea.
. " Kamu duduk di mana Gea? "tanya Vivian kepada Gea, Gea pun langsung menunjuk bangku yang ia duduki kemarin.
"Kamu duduk sama Shaka Gea? "ucap Vivian tak menyangka .
Gea pun kini langsung menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan dari Vivian yang kini masih menatap dirinya tak percaya karena Vivian tahu ,jika Shaka sama sekali tidak pernah mengizinkan siapapun untuk duduk di sebelahnya tapi kali ini Vivian tak menyangka jika Gea ternyata sekarang bisa duduk di bangku yang ada di sebelah Shaka.
Kinii Gea pun langsung berjalan ke arah bangku yang ditempatinya kemudian duduk di sana mengeluarkan buku paket miliknya, Gea pun kini tengah membacanya mencoba mengabaikan lirikan tajam dari Kesya yang mungkin sedang menatapnya benci.
Apalagi setelah ia tahu jika dirinya itu sama sekali tak menuruti perintah dari Kesya untuk pindah tempat duduk, Shaka yang kini baru datang ke kelasnya pun langsung berjalan ke arah bangku miliknya dan duduk di sebelah Gea yang memang sudah terlebih dahulu ada di sana.
"Lo udah sampai duluan Gea? "lirih Shaka.
Gea yang mendapat pertanyaan dari Shaka pun kini langsung mengalihkan pandangannya ke arah Shaka .
Tak lupa Gea juga menulis sesuatu di sebuah kertas kemudian ia pun memberikan kertas tersebut kepada Shaka yang ada di sebelahnya karena gaya tak mau membuka percakapan dengan Shaka apalagi sekarang dia lihat jika Kesya saat ini masih terus mengawasinya.
"Maaf kalau tadi pagi aku udah ajak kamu bohong kepada Vivian Ken ! soalnya aku takut kalau seandainya kamu jujur, aku nggak mau kalau Vivian menyangka yang tidak tidak pada kita apalagi jika ia tahu kalau semalam kamu nginep di kosan aku ."isi kertas yang di berikan Gea kepada Arshaka .
"Oke nggak masalah "kali ini Shaka langsung menjawab kertas yang ditulis Gea langsung dengan ucapan nya.
kini Gea pun hanya bisa tersenyum kalau mendengar penuturan yang diucapkan oleh saka karena ia bersyukur jika Shaka sama sekali tidak marah kepadanya atas kejadian tadi siang.
"Selamat pagi anak-anak sapaan dari seorang guru wanita yang baru saja masuk itu. kembali fokus menghadap ke depan.
"Pagi Bu,,,,,"serempak seluruh siswa menjawab
"Baiklah anak-anak kita lanjut materi minggu kemarin! "setelah itu guru itu.
Tidak ada sedikitpun materi yang kini masuk pada otak Kesya karena pikirannya hanya fokus pada satu gadis yang menurutnya itu sangat-sangat bebal dan sepertinya sedang menantangnya, Apalagi setelah kejadian kemarin di mana ia memperingati Gea namun wanita tersebut sama sekali tak menuruti ucapannya
"Lihat tuh key, cewek kampungan itu emang bener-bener nantangin lo, padahal kan kemarin lo udah bikin perhitungan sama tuh cewek kampung, tapi kayaknya perhitungan yang lo buat belum bikin dia takut dan jera makanya dia masih santai-santai aja duduk di sana tanpa memperdulikan peringatan lo kemarin. "ucap Rena yang sengaja memanas-manasi Kesya.
"Sialan,,,, gue nggak bakal tinggal diem, awas aja tuh cewek gatel gue pasti bakal bikin perhitungan lagi buat dia biar dia bisa sadar siapa yang udah dia tantangin kali ini. "
Sedangkan Gea terlihat duduk tenang sejak tadi. mendengarkan guru yang sedang mengajar dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru itu.
Sampai tidak terasa sekarang sudah terdengar bel istirahat berbunyi, namun kini Gea masih duduk dengan santai di bangkunya dan merapikan alat tulisnya.
"Mau ke kantin bareng?" ucap Shaka yang kini sengaja mengajak Gea untuk berangkat ke kantin bersama,
"Aku ke kantin bareng Vivian aja kha,, kamu duluan aja nanti aku nyusul soalnya aku juga mau ke toilet dulu "tolak Gea halus. kini Shaka pun hanya bisa mengangguk pasrah saat mendengar penolakan dari Gea.
Gea bukannya tidak mau pergi ke kantin bersama saka namun ia masih ingat dengan kejadian kemarin saat dirinya dibully oleh Keisha gara-gara dirinya dekat-dekat dengan Shaka .Jadi kali ini sebisa mungkin ya akan mencoba menghindar dari Shaka.Agar ia bisa terbebas dari ancaman-ancaman yang diberikan oleh Kesya kepadanya.
Gea pun langsung beranjak dari duduknya kemudian menuju ke arah bangku Vivian
"Vi anterin aku ke toilet mau nggak? tanya Gea yang kini ada di hadapan Vivian.
"Oke boleh ! "jawab Vivian,kedua gadis itu pun langsung beranjak pergi dari kelas untuk menuju ke arah toilet.
****
Shaka yang kini tengah memasuki area kantin, tentu saja membuat kaum hawa yang ada di sana langsung memusatkan perhatiannya ke arah Shaka si cowok most wanted sekolah Galaxy, bukan hanya kaum hawa saja yang menetap kagum pada Shaka bahkan kaum Adam pun banyak yang minder saat melihat wajah tampan yang dimiliki oleh Arshaka.
Naun tidak berlaku bagi Davin yang kini sedang menatap benci ke arah adik tirinya itu, Apalagi setelah kejadian kemarin di mana dirinya dibuat babak belur oleh Arshaka ,Davin pun kini langsung berjalan ke arah meja yang kini sedang diduduki oleh Arshaka.
"Masih punya muka masuk ke sekolah bokap gue? setelah apa yang udah lo lakuin ke gue kemarin? "ucap Davin yang sengaja
memberikan nada cibiran terhadap Shaka.