
Dan benar saja wanita yang sedang dituntun untuk mencium kaki Kesya saat ini adalah wanita yang sekarang menjadi teman sebangkunya.
"Kesya cukup" ucap Shaka menggema di ruangan kantin.
Shaka pun langsung menghampiri Kesya yang sedang merundung murid baru yang tak lain adalah teman sebangkunya Shaka sekarang yaitu Gea.
"Dan loe, berdiri jangan lakuin hal yang seharusnya nggak loe lakuin! " ucap Shaka sambil menatap ke arah Gea kemudian pandangan Shaka pun kini beralih menatap ke arah Kesya
"Kemarin ada anak baru loe bully? Dan sekarang loe udah mau bully orang lagi,? "ucap Shaka ketus.
"Tapi Kha itu semua salah dia, karena dia yang udah duluan usik aku sampai-sampai bikin seragam aku jadi kotor kayak gini "ucap Kesya berubah jadi lembut saat dia berbicara dengan Shaka, tak seperti tadi ketika ia sedang berbicara dengan Gea yang terkesan kasar dan sinis .
Kini Kesya mencoba membela dirinya sendiri di hadapan Shaka agar Shaka. tak membencinya karena kelakuannya saat ini.
"Aku sama sekali nggak sengaja, Tadi temen kamu yang nyenggol aku duluan, hingga aku jatuh dan gak sengaja numpahin makanan aku di baju kamu "ucap Gea yang mencoba membela dirinya, karena dia merasa jika dirinya benar-benar tidak salah.
"Halla alasan aja loe, dasar cewek kampung udah salah nggak mau ngaku lagi" sarkas Rena.
Ketika perdebatan berlangsung tiba-tiba seorang laki-laki kini menghampiri mereka.
"Ngapain si loe ikut campur sama urusan Kesya?" ucap Davin yang tiba-tiba datang menghampiri mereka menimpali ucapan Shaka
"Gue tadi udah lihat dan merhatiin, kalau emang cewek baru inilah yang awalnya cari gara-gara sama Kesya sehingga bikin baju Kesya jadi basah dan kotor kayak gini "ucap Davin yang sengaja membela Kesya di hadapan Shaka
"Tuh kan Kha, kata Kakak kamu juga bilang apa kalau dia yang salah dan yang pertama bikin gara-gara sama aku" ucap Kesya yang merasa menang ketika dirinya dibela oleh Davin, namun Keisha tak tahu saja pembelaan dari Davin itu malah membuat Shaka semakin muak dengan dirinya ataupun Davin
"Heh ,,,,"Shaka mengangkat sudut bibirnya jengah
"Orang yang buta karena cinta nggak akan pernah bisa bedain mana yang salah dan mana yang benar gue sama sekali nggak percaya sama ucapan dia" ucap Shaka sambil melirik ke arah Davin . kemudian tanpa berkata apa-apa lagi Shaka pun langsung menuntun tangan Gea untuk segera pergi dari sana.
Gea yang mendapatkan perlakuan seperti itu hanya menurut saja kepada Shaka yang kini tengah membawanya yang entah ke mana,
Taman, ternyata Shaka membawa Gea duduk di bangku yang tersedia di taman sekolah Galaxy keduanya masih sama-sama terdiam sehingga hanya keheningan lah yang tercipta di antara keduanya.
"Makasih karena kamu udah nolongin aku barusan Shaka" ucap Gea tulus
"Kenapa loe diam aja waktu Kesya memperlakukan loe kayak gitu? harusnya loe itu lawan dia Jangan lemah kayak gitu ,loe nggak seharusnya diam aja saat diperlakukan seperti itu oleh Kesya dan temannya apalagi dia itu udah keterlaluan "tegas Shaka
"Aku ini cuma anak beasiswa, mana mungkin aku bisa melawan wanita sekelas Kesya. Kalau aku tadi melawan dia seperti apa yang kamu bilang barusan ,yang ada beasiswa aku yang bakalan jadi taruhannya nanti, aku masih mau sekolah Kha, Aku nggak mau kalau cuma gara-gara hal tadi aku harus dihapus dari daftar beasiswa di sekolah ini "ucap Gea sambil menatap mata Shaka yang kini sedang menatap Gea tatapan keduanya pun langsung buyar ketika mendengar teriakan dari seseorang
"Ya ampun Arshaka Narendra Putra, gue cari dari tadi, tahunya lo malah mojok di sini sama anak baru! "ucap Dion yang kini tengah menghampiri sahabatnya
"Katanya tadi laper, tapi malah pergi ke sini sih Kak, nih gue bawain roti sama minuman buat lo kak! "ucap Dior sambil menyodorkan makanan dan minuman tersebut kepada Shaka, Shaka pun langsung menerima makanan dan minuman dari Dion
"Thanks Yon "ucap Shaka memang hanya kepada Dion lah Shaka bisa bersikap baik dan berbicara dengan raut muka yang tidak datar
"Loe pasti belum makan kan , karena insiden tadi ?"tanya Shaka datar sambil menyodorkan satu buah roti kepada Gea karena Shaka memiliki dua roti pemberian dari Dion
Gea pun langsung melihat ke arah Shaka kemudian beralih ke arah Dion,Dion yang melihat Gea kini melihat ke arahnya langsung menganggukkan kepalanya.
"Makasih" ucap Gea gugup namun Shaka sama sekali tak menimpalinya
"Nama loe siapa? "tanya Dion kepada Gea
"Nama aku Geavanni Kamu bisa panggil aku Gea "ucap Gea
"Anjirrrr ,,,, lupa gue "teriak Dion tiba-tiba yang Bahkan kini mengagetkan Shaka dan Gea yang sedang memakan roti pemberian Dion.
Shaka dan Gea pun kini langsung beralih menetap ke arah Dion yang barusan tiba-tiba berteriak.
"Bakso gue tadi belum habis, gara-gara gue ingat sama loe Kha ,gue jadi kelupaan deh sama bakso yang udah gue pesen dan udah gue makan setengah nya tadi di kantin "ucap Dion yang langsung berlari meninggalkan Gea dan Shaka kembali ke arah kantin.
Melihat tingkah Dion yang menurut Gea lucu , tiba-tiba senyuman manis Gea pun kini terukir di wajah cantik naturalnya, dan tanpa Gea sadari ternyata Shaka pun sekarang sedang memperhatikan Gea yang tengah tersenyum.
"Manis" ucap Shaka lirih, satu kata lepas dari bibir Shaka ketika ia sedang mengagumi kecantikan gadis yang ada di hadapannya itu.
Samar-samar Ghea mendengar saka berbicara namun tidak begitu jelas.
"Kamu barusan bicara apa? apa kamu nanya sesuatu sama aku?" tanya Gea kepada Shaka
"Mm,,, enggak kok, loe salah denger kali! "ucap Shaka yang kini malah menjadi salah tingkah.
"Oh iya ,,,,mungkin aku barusan salah denger,,,, makasih rotinya Shaka, sekarang aku udah kenyang "ucap Gea sambil tersenyum ramah kepada Shaka.
"Sebentar lagi pasti bel masuk aku duluan ke kelas ya Kha! "ucap Gea namun langkahnya terhenti kala Shaka, kini memegang pergelangan tangannya. Gea pun langsung menetap ke arah tangannya yang kini masih digenggam oleh Shaka
"Sorry,,,"ucap Shaka yang merasa tak enak kepada Gea pun langsung melepaskan pegangan tangannya dari tangan Gea.
" Gue cuma mau ajak loe buat bareng masuk ke kelas, gue cuma nggak mau kalau sampai lo diganggu Kesya lagi "ucapnya dengan wajah khasnya yaitu wajah datar.
"Oh iya nggak papa, makasih loh sebelumnya saka karena kamu udah mau nolongin aku"
Kini keduanya pun beriringan menuju ke kelas bahkan kini ketika mereka sampai di ambang pintu kelas pun keduanya masih berjalan bersamaan.
Kesya yang melihat Gea yang begitu dekat dengan Shaka pun dibuat mengepalkan tangannya menahan emosi karena ia tak terima saat melihat Gea yang bisa begitu dekat dengan Shaka, sungguh kesya tak menyangka jika dirinya bisa kalah oleh cewek kampung seperti Gea.
"Sepertinya tuh cewek kampung emang sengaja mau nantang lo deh kayaknya key , mah soalnya gue lihat dia itu sama sekali nggak ada kapok-kapoknya tahu nggak! "ucap Rena
"Sialan awas aja tuh cewek kampung ,gue pastiin bakalan bikin perhitungan yang lebih parah dari sebelumnya. dan bakalan bikin hidup cewek udik itu menderita karena dia udah berani nantangin gue! "ucap Kesya yang kini tengah menetap benci ke arah Gea
"lo tenang aja key gue yakin kok , kalau cowok sekelas Shaka nggak mungkin tuh suka sama cewek udik kayak dia, palingan juga Shaka itu cuma kasihan sama tuh cewek makanya dia baik sama tuh cewek udik "ucap Rena.
***
"MMM Shaka!!"ucap Gea.
Shaka yang merasa namanya dipanggil langsung menoleh tanpa menjawab ucapan Gea
"Apakah aku boleh tanya sesuatu sama kamu? "ucap Gea sedikit ragu-ragu
"Boleh, emangnya lo mau tanya apa? "ucap Shaka
"Apakah kamu kenal dengan Devano Sanjaya?" ucap Gea ragu-ragu
"Gue nggak terlalu kenal sama dia , tapi gue sedikit tahu dari yang lain kali dia itu murid yang terkenal cerdas di kelasnya, kenapa loe tiba-tiba tanya dia ? Lo kenal sama dia? apa lo punya hubungan sama dia? tanya saka menatap curiga terhadap Gea, karena tiba-tiba Gea menanyakan murid yang bernama Devano Sanjaya yang nyatanya sudah meninggal.
"Oh enggak kok .Aku ini cuma teman
,,,iya teman ,dia itu teman aku waktu masih di SMP "bohong Gea yang langsung dijawab anggukan oleh Shaka, Gea yang berniat untuk bertanya lagi kepada Shaka pun mengurungkan niatnya Karena kini sudah ada Guru sudah masuk ke kelasnya.