Revenge Of My Brother's Death

Revenge Of My Brother's Death
kantin sekolah



"Masih punya muka lo, masuk ke sekolah Bokap gue setelah apa yang udah lo lakuin ke gue kemarin? "ucap Davin yang sengaja memberikan nada cibiran terhadap Shaka yang kini sedang ada di hadapannya.


Bukannya menjawab ucapan dari Davin


kini Shaka hanya bisa tersenyum remeh saat mendengar perkataan dari kakak tirinya itu .


"Mau sekolah bokap Lo, atau sekolah Nenek moyang Lo pun gue nggak peduli, karena gue sekolah di sini itu pakai jalur prestasi bukan cuma kayak Lo yang bisanya hanya ngandelin kekuasaan dari orang tua doang . Gue ingetin harusnya Lo sadar diri dan malu Sekaran bukan malah kaya gini berkoar-koar di hadapan gue . Bukan nya Sekolah yang bener Lo malah terus-terusan gangguin gue "ucap Shaka sambil menggelengkan kepalanya menatap remeh laki-laki yang ada di hadapannya.


Lo sama sekali nggak kapok apa semalam udah gue bikin bonyok?atau Lo sengaja ngelakuin ini semua karna tinjuan gue semalam masih belum cukup buat bungkam mulut lemes Lo itu? "ucap Shaka yang kali ini langsung membalas setiap ocehan Kakak tirinya itu. jika dulu Shaka hanya diam tak mau membalas perlakuan yang Davin lakukan kepadaku,namun kali ini ia bertekad sama sekali tak mau mengalah dari orang seperti Davin.


"Sialan Lo A*****! "ucap Davin yang tak terima saat dirinya barusan direndahkan oleh Shaka.


Davin pun kini langsung maju selangkah karena ia berniat untuk menghajar adik tirinya yang menurutnya sudah sangat bertindak lancang kepadanya. Namun gerakannya seketika terhenti kala ada suara seorang wanita yang Davin kenal sedang memanggilnya sekarang.


"Davin berhenti apa yang mau Lo lakuin sama Shaka?" teriak Keisha saat melihat Davin yang barusan akan melayangkan tinjuan kepada Shaka


"Dia yang duluan bikin gue emosi makanya gue mau kasih pelajaran buat dia Key! "ucap Davin


"Tapi Lo nggak seharusnya ngelakuin itu semua sama apalagi terhadap Shaka yang jelas jelas adalah Adik Lo sendiri! "ucap Kesya yang kini memang sengaja membela Shaka di hadapan Davin agar ia bisa menarik simpati dari Shaka cowok yang dicintainya itu.


Namun Shaka sama sekali tak berminat melihat tontonan drama menyebalkan yang kini sedang berlangsung di hadapannya.


Shaka pun langsung berdecak kesal saat melihat Keysha yang sepertinya memang sedang mencuci perhatian diri nya .


"Udahlah gue laper ,kalo loe berdua mau berantem mendingan kalian berdua pergi aja dari sini jangan ganggu waktu makan siang gue!"ucap Shaka


"Loh Kak kamu kok gitu sih, aku ini lagi belain kamu loh Shaka harusnya kamu itu baik-baikin aku setelah apa yang aku lakuin ke kamu barusan,bukannya malah ngusir aku juga. "ucap Kesya yang tak terima saat Shaka yang kini juga mengusirnya..


Shaka langsung memutar bola matanya malas saat mendengar perkataan Keysha


"Gue ingetin ke Lo, gue sama sekali nggak pernah nyuruh Lo buat bantuin gue dan ya gue harap mulai sekarang loe jangan pernah ikut campur lagi dalam masalah gue "ucap Shaka sambil memandang sinis ke arah Kesya yang ada di hadapannya


"Sialan Lo ,,,berani bicara gitu sama Kesya, gue nggak bakal tinggal diem! "seru Davin tak terima saat gadis yang dicintainya itu diperingati oleh Shaka seperti itu.


"Terserah Lo,,,,ucap Shaka sambil menatap jengah ke arah Davin


"Gue harap Kalian pergi dari bangku gue Jangan pernah ganggu gue lagi "tegas saka


" udah Davin kita pergi aja kasihan Shaka lagi gak mau diganggu! "ucap Kesya mencoba menuruti ucapan Shaka karena ia berharap saka tidak akan terlalu marah kepadanya Jika ia bisa menuruti ucapannya.


Kesya pun langsung menarik pergelangan tangan Davin untuk menjauh dari kursi yang diduduki oleh saka


***


"Woi lagi ngapain Lo sendirian aja duduk di sini, mana mukanya ditekuk gitu lagi kayak cewek yang lagi PMS aja Lo! "ujar Dion


"Sialan Lo "ucap Shaka sambil menggeplak kepala Dion


" Sakit b****** "sentak Dion yang langsung balik menggeplak kepala Shaka


Yang tentu saja kini membuat nyali Dion seketika langsung menciut ketika melihat Shaka yang ada dalam mode marah.


"CK bercanda gue, mukanya tolong dikondisikan dong Kha nakutin tau nggak! "ucap Dion lirih saat mengucapkan kata-kata terakhirnya namun masih bisa didengar oleh Shaka


"Ngomong apa Lo barusan?" ucap Shaka namun bukannya menjawab pertanyaan dari Shaka, Dion kini malah langsung mengalihkan pembicaraannya


"Eh lihat Kha itu bukannya si Gea ? cewek yang waktu itu Lo bantuin dari amukan si emak Lampir?" ucap Dion menunjuk ke arah pintu masuk kantin dengan dagunya saat melihat gadis cantik dengan kuncir kuda itu berjalan masuk ke dalam kantin bersama dengan gadis yang terkenal culun namun tak pernah tersentuh yang kini ada di samping Gea.


Shaka Yang penasaran pun sontak langsung melihat ke arah yang baru saja Dion tunjuk


"Cantik juga ternyata tuh cewek! "celetuk Dion cowok itu terlihat terpana dengan kecantikan natural dari Gea


"Emang cantik" tiba-tiba Shaka ikut bersuara yang otomatis langsung membuat Dion melihat ke arahnya dengan shock,karna memnag ini adalah hal pertama yang pernah terjadi selama mereka berteman karena inilah kali pertama Shaka memuji seorang wanita


"Demi apa? Lo bilang dia cantik?" heboh Dion dengan terkaget-kaget


"Cie, roman romannya Si kulkas udah nemu pawang nih kayaknya! "goda Dion


"Diem Yon bac*t banget sih lo! "ucap Shaka namun bukannya menjawab perkataan dari sahabatnya Dion kini malah memanggil Gea Yang sepertinya memang sedang mencari tempat duduk.


"Gea "teriak Dion tiba-tiba Gea yang merasa namanya dipanggil pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah laki-laki yang kini sedang memanggilnya


"Lo cari tempat duduk? Lo duduk aja di sini sama temen Lo . Lagian kursinya masih kosong kok! "ucap Dion .


Gea pun kini langsung memandang ke arah Vivian yang ada di sebelahnya mencoba untuk meminta persetujuan dari Vivian terlebih dahulu sebelum mengiyakan ucapan dari Dion ,Vivian yang sudah mengetahui ke mana arah pembicaraan yang akan di layangkan oleh Gea pun langsung mengangguk mengiyakan pandangan gaya yang sepertinya meminta persetujuan terhadapnya..


Kedua wanita itu pun kini langsung berjalan ke arah meja yang kini sudah ditempati saka dan Dion Gea dan Vivian pun kini berhenti di depan meja yang sudah ditempati Shaka dan Dion


"Gak papa kan kalau kita ikut duduk di sini?" ucap Gea ragu-ragu terlebih saat melihat Shaka yang dari tadi diam saja sama sekali tak meresponnya


"Iya duduk aja Gea ,Vivian. Lagian bangkunya juga masih kosong kok belum ada yang nempatin! "jawab Dion .


Gea pun langsung mengangguk dan menarik satu kursi untuk ia duduki begitupun juga dengan Vivian .


"Kalian Mau pada pesan apa ? biar sekalian gue pesenin?" tawar Dion kepada kedua orang wanita yang kini ada di hadapannya .


"Nggak usah Dion biar aku saja yang pesan! "ucap Gea cepat karena ia merasa tak enak jika harus Dion yang memesankan makanan untuknya.


"Nggak papa biar gue aja, santai aja Gea! "ucap Dion yang kini tersenyum mencoba untuk meyakinkan Gea.


"Tapi____"ucap Gea tertahan


"Mau pesan apa hm?" kali ini bukanlah Dion lagi yang buka suara melainkan Shaka yang ada di sebelah Dion


"Gue bakso, kalau Geaa Samin aja sama gue!" jawab Vivian dan Dion pun langsung mengangguk


"Oke tunggu dulu sebentar biar gue sama Shaka yang pesanin makanan buat para ladies "ucap Dion dan Shaka yang kini langsung beranjak pergi untuk mengantri makanan di stand bakso.