Revenge Of My Brother's Death

Revenge Of My Brother's Death
Mawar putih



"Hey,,,,, tunggu "ucap seorang gadis yang kini tengah memanggil Gea ,Gea pun langsung menghentikan langkah nya.menunggu gadis itu yang kini sedang menghampiri nya .


"Kamu siapa ? kenapa kamu tadi ada di makam Vano? ucap gadis tersebut sambil menatap dia dengan wajah meneliti karna Vivian sungguh baru melihat wanita yang ada di hadapannya itu ,bahkan wanita yang ada di hadapannya ini bukanlah salah satu teman sekolah yang ada di sekolah Galaksi


"Perkenalkan nama saya Gea,, saya ke sini! "ucap Gea tertahan karena gadis yang ada di hadapannya ini tiba-tiba kembali berucap


"Gea ??,,,,,Kamu Gea , Gea adik kandungnya Vano kan?! "ucap gadis tersebut menatap tak percaya kepada ke arah Gea, karena ternyata ia benar-benar bisa bertemu Gea adik dari almarhum laki-laki yang di kagumi nya di sini.


"Iya saya Gea, adik dari Gio yang barusan Anda sebut dengan nama Vano "ucap Gea sambil menatap ke arah wanita yang ada di hadapannya .


Gea cukup heran dengan wanita yang ada di hadapannya ini mengapa dirinya bisa tahu jika Gea adalah adik dari kak Gio, Apa mungkin wanita yang ada di hadapannya ini adalah teman baik kakaknya sehingga wanita itu bisa tahu tentang rahasia mengenai kakaknya yang nyatanya memang mempunyai seorang adik kandung ,Gea tentu tahu dengan sifat kakak nya yang ia tahu jika Kaka nya itu jarang bercerita tentang kehidupan nya kepada siapapun terkecuali kepada orang yang memang sudah kakak nya itu percayai yang kemungkinan juga jika wanita yang ada di hadapannya ini adalah wanita yang di percayai oleh Kakaknya .


"Ikut aku sebentar Aku ingin bicara sesuatu sama kamu Gea!" ucap perempuan tersebut sambil menarik pergelangan tangan Gea menuju ke arah mobilnya yang memang terparkir di pinggir jalan ,kini Gea pun hanya bisa menurut mengikuti langkah kaki wanita yang ada di hadapannya ini.


Gea yang dari tadi sungguh penasaran pun langsung melayangkan pertanyaan kepada perempuan yang kini sedang ada di hadapannya


"Kamu kenal kak Gio?" tanya Gea kepada wanita yang kini tengah menarik tangannya membawanya menuju ke arah mobil milik wanita tersebut


"Ya aku kenal Gio bahkan lebih dari sekedar kenal, karena kakak kamu itu adalah teman aku Gea, aku satu sekolah dengan Gio dan kamu juga perlu tahu jika aku adalah wanita yang selalu mengagumi Kakak kamu , bahkan selama 2 bulan terakhir sebelum Vano dinyatakan meninggal, aku sempat dekat dengan dia Gea! " ucapnya Dengan suara parau ketika dirinya teringat dengan almarhum Vano , bukan tanpa sebab Vivian kini kembali menangis dan teringat dengan Almarhum Vano ,karna saat Vivian melihat wajah Gea yang ternyata mirip dengan Vano bak Pinang di belah dua namun versi wanita,yang kembali mengingat kan kembali Vivian di mana saat dirinya dan Vano akhir-akhir ini bisa bersama sebelum vano di nyatakan meninggal.


Gea dapat Tahu sedekat apa wanita itu dengan kakaknya ,yang dapat Gea simpulkan jika kakak nya itu memang memiliki kedekatan yang istimewa dengan wanita yang kini ada di hadapannya.


Gea melihat seberapa tulus Vivian menyayangi kakak nya ,karna dapat Gea lihat ketika Vivian sedang menceritakan kembali tentang Almarhum Gio, di balik kacamata yang wanita itu pakai, kini matanya sudah berembun menahan air mata yang sepertinya akan menetes ketika ia membahas tentang kak Gio.


"Apakah kamu adalah orang yang selama ini selalu menyimpan bunga mawar putih di makam kak Gio? "ucap Gea ketika dia melihat penampilan wanita yang ada di hadapannya ini yang memang memiliki ciri-ciri seperti yang si bapak penjaga makam itu bilang kepadanya.


"kamu benar itu memang aku Gea, aku yang selalu menyimpan bunga mawar putih itu di makam Gio Kakak kamu, dan kemungkinan juga kamu sempat lihat bunga mawar putih saat kamu pergi ziarah ke makam Gio ,karena sebelum kamu datang ke makam Gio, aku telah terlebih dahulu datang ke sana untuk menyimpan bunga mawar putih di makam Gio". ucap wanita tersebut yang kemudian dijawab anggukan kepala oleh Gea.


Karena memang benar yang wanita ini ucapkan jika tadi Gea pun melihat bunga mawar putih yang sepertinya masih baru karena dapat Gia lihat jika mawar putih tersebut masih terlihat segar yang menandakan jika mawar tersebut belum lama disimpan di makam kakaknya.


"Nama aku Vivian, Kamu bisa manggil aku Vivi" ucap wanita tersebut sambil mengulurkan tangannya kepada Gea pun menyambut urutan tangan Vivi yang kini ada di hadapannya


"Oh iya nama aku Gea "ucap Gea senyum manisnya


"Apakah kamu tahu kalau kakak kamu meninggal karena bun*h diri? "tanya Vivian


" Ya aku tahu vi! "


"Terus gimana ?apakah kamu percaya sama perkataan orang-orang kalau Vano beneran meninggal karena bun*h diri? "


"Sebenarnya aku tak percaya Vi, Karena aku tahu Kak Gio itu orang yang seperti apa aku yakin kalau Kak Gio tidak akan mungkin melakukan hal yang dibenci oleh agama kita seperti itu, apalagi sampai melakukan yang seperti orang-orang tuduhkan kepadanya. "ucap Gea yakin


"aku juga nggak percaya Gea, kalau Vano bunuh diri secara tiba-tiba bahkan di sini aku merasa janggal dengan kematian almarhum Vano setahu aku Vano itu nggak pernah terlihat putus asa akhir-akhir ini, karena aku yang memang selalu ada di dekat dirinya selama ini Gea, aku nggak pernah ngerasain itu semua, karena aku yakin jika dia memang sedang baik-baik saja


"Maksud kamu Vi, kenapa kamu berkata seperti itu?"


"Gea sebenarnya aku punya firasat kalau Vano itu gak bun*h diri, aku lebih yakin kalau memang ada seseorang yang sengaja mau mencelakai Gio dengan cara mendorong Kakak kamu dari atas lantai


"tunggu maksud kamu kak Gio bukan meninggal karena bun*h diri tapi karena dibun*h?" ucap Gia tak percaya jik kakaknya itu meninggal karena dibun*h orang lain. Gea selama ini tak pernah tahu apakah kemungkinan kakaknya itu memang mempunyai seorang musuh sehingga wanita yang ada di hadapannya ini berbicara seperti itu kepada Gea, namun dia juga tak sepenuhnya menampik pada ucapan Vivian, yang mungkin ada benarnya juga jika kakaknya memang dicelakai oleh seseorang.


"Apakah kak Gio meninggal di hari Selasa tanggal 27 pukul 15:12 tanda tanya "ucap Gea mencoba meyakinkan karena Gea ingat di hari terakhir ia melakukan panggilan video call dengan kakak kembarnya namun setelah itu tiba-tiba kakaknya langsung tidak bisa dihubungi lagi, sampai dengan sekarang jika Ghea sudah mengetahui tentang kematian kakaknya.


"Jika kamu tahu tanda tanya tapi kenapa kamu sama sekali tidak datang ke hari di mana Gio dimakamkan Gea?"


"maaf Vi, aku tak tahu kalau Kak Gio ternyata telah tiada, aku juga baru tahu tadi ketika aku mendatangi sekolah dan rumah orang tua angkat kak Gio yang mengatakan jika kak Gio kini sudah meninggal.


"Lalu kenapa kamu bisa tahu hari ,tanggal bahkan jam di mana Gio meninggal? "ucap Vivian yang sedikit heran dengan jawaban yang dia berikan, yang menurutnya sama sekali tidak masuk akal.


Gea pun kini kembali mengingat dengan kejadian sebulan lalu di mana kakaknya saat sedang melakukan panggilan video call dengan Gea, dan bahkan panggilan itu pun menjadi panggilan video call terakhir kalinya bagi dia dan Gio karena Gio sekarang sudah benar-benar pergi untuk selama-lamanya.


Gea pun langsung menceritakan kepada Vivian semua yang ia ingat di hari itu


"Karena di hari itu Kak Gio sedang menghubungiku dengan panggilan video call namun aku sempat melihat kejanggalan aku ingat saat aku melakukan panggilan video call dengan Kak Gio tiba-tiba kak Gio mengisyaratkan aku untuk berhenti bicara namun Kak Gio sama sekali tak mematikan sambungan video call nya dengan aku, sepertinya ada seseorang yang datang menemuinya namun setelah itu aku malah mendengar sesuatu yang jatuh dari ketinggian aku hanya menyangka jika kemungkinan yang terjatuh itu adalah handphone kak Gio yang nyatanya memang sepertinya terjatuh ke lantai. namun setelah itu aku nggak tahu apa-apa lagi Vi karena seseorang dengan sengaja menutup panggilan video call kami dengan cara menutup kamera handphone kA Gio, kemungkinan dia melakukan itu agar aku tak bisa melihat wajah nya.


"Coba deh kamu ingat-ingat lagi Gea, siapa tahu kamu ada lihat sesuatu yang bisa jadi bukti buat kita cari tahu siapa dalang dalam pembunuhan Vano sebenarnya!."