
Di kamar yang diisi beberapa dipan kasur bertingkat untuk istirahat setiap anak panti asuhan, seorang gadis kini tengah duduk sambil sesekali membetulkan handphonenya yang sesekali akan terjatuh karena memang sengaja ia sandarkan di pinggir tumpukan buku karena handphone nya kini tengah terhubung dengan sambungan video call dengan seseorang di seberang sana.
"Ka Gio masih di sekolah?" tanya Gea antusias karena sudah lama kakaknya baru menghubunginya lagi
"Ya Dek Kakak masih di sekolah kamu lagi apa? "tanya Gio diiringi dengan senyum khasnya yang menampilkan lesung pipi di pipi kirinya .
Bukannya menjawab pertanyaan Kakak nya Kini gea malah balik bertanya kepada kakak nya
"Ka Gio kenapa belum pulang? ini kan udah habis jam pelajaran sekolah? "ucap Gea
"Di sekolah kakak masih ada pelajaran tambahan buat 1 jam ke depan jadi kakak masih di sekolah belum pulang dek ,kamu lagi dan gimana kabar Ibu sekarang? "tanya Gio yang menanyakan kabar wanita yang dipanggil ibu, ibu panti yang sudah merawatnya selama 6 tahun sebelum ia pindah ke rumah baru bersama keluarga baru yang mengadopsinya.
"Gea baru selesai baca buku, eumm,,,, Alhamdulillah ibu juga sehat kak "ucap Gea diiringi dengan senyuman
"Ghea kangen ka Gio kak , kapan kita bisa ketemu lagi kak?" ucapnya dengan nada manja seorang adik kepada kakak laki-lakinya.
"Kakak juga kangen sama kamu dek insya Allah selesai semester ini kakak bakalan langsung temui Gea di tempat biasa kita ketemu"
"Iya kak ka Gio harus janji ya jangan sampai kak Gio ingkar janji sama Gea, karena Gea udah bener-bener kangen sama kak gio"
" Iya kakak janji gak bakalan bohong ,eh tunggu dek!" ucap Gio sambil mengangkat tangannya menyuruh Gea untuk berhenti bicara karena sepertinya ada seseorang yang datang ,karena dapat Gea lihat dari pandangan kakaknya yang kini beralih menatap ke arah yang berbeda.
Gea hanya menuruti ucapan kakaknya ia hanya diam tanpa mematikan sambungan video call dari kakaknya, namun tiba-tiba suara sesuatu yang jatuh entah apa mengagetkan Gea hingga Gea pun langsung kembali melihat ke arah handphonenya yang barusan sempat ia abaikan sebesar karena tadi kakaknya menyuruh untuk diam dulu sebentar.
"Brakkk ,,,, setelah itu terdengar sesuatu yang jatuh namun Gea tak dapat melihat karena handphone kakaknya pun sepertinya juga ikut terjatuh
"Halo ka Gio apa yang jatuh kak apa handphone kak Gio yang jatuh? Halo ka Gio ??"
Ucap Gea khawatir.
Tak lama setelah itu dia melihat tangan seseorang menutup kamera handphone kakaknya, dan langsung mematikan sambungan video call-nya.
"Ih kak Gio kenapa malah dimatiin coba padahal aku kan belum selesai bicaranya ?"ucap Gea sedikit kesal namun ia mencoba untuk berpikir positif thinking
"Gak papa kemungkinan aja kak Gio barusan dipanggil temennya buat masuk ke kelasnya kali "ucap Gea yang sebenarnya entah mengapa setelah menerima sambungan video call dari kakaknya merasa tak tenang dan yang lebih parahnya lagi barusan ia merasa kepalanya yang terasa teramat sakit secara tiba-tiba rasanya seperti terbentur oleh sesuatu.
Mungkin secara tidak langsung ikatan Gea dan Gio sebagai anak kembar, Gea bisa merasakan kesakitan yang dirasakan oleh kakak kembarnya di seberang sana
"Semoga kak Gio nggak apa-apa, ya Allah lindungilah ka Gio di manapun dia berada! "gumam Gea dalam hatinya.
Sedangkan di sisi lain kini para siswa Tengah berkumpul di halaman sekolah SMA galaxy setelah mendengar kabar seseorang siswa yang nekat bunuh diri yang kini sudah tergeletak dan bersimbah dar*h semua siswa dan siswi kini tengah mengerubungi jasad Gio yang tergeletak bersimbah dar*h akibat terjun dari lantai tiga .
"Ya ampun kenapa sih anak seganteng dia nasibnya harus strategis itu" ucap seorang siswi yang kasihan kepada Gio
"Alah orang bunuh diri itu jangan dikasihani kali, suruh siapa bunuh diri itu kan maunya sendiri "lirih seorang siswa yang memang tak suka kepada Gio
"Anak-anak ayo masuk ke dalam kelas masing-masing ini bukan khalayak untuk dijadikan tontonan bapak harap kalian bubar dan masuk ke kelas masing-masing "tegur kepala sekolah yang baru saja datang dengan anggota kepolisian dan guru-guru di sekolah galaxy
Jenazah Gio langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi ricuh dan riuh masih terdengar di sekolah galaksi setelah kejadian barusan
"Ka,,,, tunggu "ucap seseorang yang kini memanggil temannya
"Kenapa lo cari gue? apa ada sesuatu tanda tanya ucap " Arshaka sambil menatap ke arah Dion
"Loe udah dengar belum tentang kematian Vano anak MIPA yang katanya meninggal karena bunuh diri? "tanya Dion kepada Arshaka
"Hemm,,,,"dehem Shaka
"Hemm ,,, apaan maksud lo? gue sama sekali nggak ngerti "ucap Dion yang tak puas dengan jawaban dari sahabatnya itu
"CK loe ini ,,,,gue udah tahu, pas gue keluar kelas juga gue langsung tahu karena anak-anak banyak yang lagi ngomongin tentang kematian anak MIPA itu yang katanya meninggal karena bunuh diri"
"Aneh ya menurut lo ini beneran kasus bunuh diri atau bukan sih, gue jadi penasaran deh? "
"Udah nggak usah mikirin yang aneh-aneh, lagian bukan urusan kita jadi lo nggak usah sok-sokan mau ikut campur, Ya udah yuk mending sekarang kita langsung pulang lagian juga udah sore nanti Tante Mayang nyariin lo lagi "ucap Arshaka namun sejujurnya ia juga merasa janggal dengan kematian Vano anak MIPA yang sekarang sedang menjadi trending topik perbincangan di sekolah galaksi akibat kasus bunuh dirinya .
"Cie lah,,, tahu aja lo kalau mamah gue selalu perhatian. "ucap Dion yang langsung merangkul pundak Shaka berlalu menuju ke arah parkiran
" lo bawa motor Ka? "
" Iya yon gue bawa motor , soalnya gue mau langsung ke cafe kak Nara karna sore ini gue mau kerja lembur "
"Ya udah kalau gitu gue pulang duluan ya kak" ucap Dion yang kini sudah melangkah meninggalkan Shaka menuju ke arah motornya yang memang terparkir cukup jauh dari motor milik Shaka namun Baru beberapa langkah Dion kembali menoleh lagi ke arah Shaka yang kini tengah memakai helm.
"Eh gue lupa kak, tolong bilangin ke kak Nara salam dari Diom si ganteng kalem,awas jangan sampai lupa loh kak!"ucap Dion sambil mengeratkan alisnya naik turun
"CK ,,, lebay banget sih lo jadi cowok "ucap saka yang merasa ngeri dengan tingkah laku sahabatnya itu
" Namanya juga cinta bro, ya ini kan lagi belajar sambil usaha dapetin hati yayang beb "
"Terserah lo lah, udah sana pulang lo tenang aja nanti gue titipin salamnya ke ka Nara dari lo"
"Thanks bro, lo emang paling ngerti gue Ka"
***
SEPENINGGALAN DION
"kak tunggu,,,,"ucap seorang gadis cantik yang kini tengah menghampiri saka