Revenge Of My Brother's Death

Revenge Of My Brother's Death
Flash back



"Entah lah Vi aku lupa, ucap Gea sambil mengingat-ingat kembali, namun tiba-tiba sekelebat ingatan membuat Gea kembali teringat sesuatu


"Ya aku ingat sesuatu Vi, seingat aku orang yang menutup panggilan video call itu memakai gelang berwarna hitam, tapi sepertinya gelang itu bukan gelang biasa Vi karena aku lihat ,gelang itu terlihat lebih mewah dari gelang gelang biasanya yang kebanyakan orang lain pakai karena aku lihat gelang itu juga terlihat mewah walaupun dengan desain sederhana .


Tapi aku yakin itu bukanlah tangan Kak Gio, dan aku juga tahu jika Kak Gio tidak pernah memakai aksesoris apalagi jika itu gelang."ucap Gea kembali mengingat kejadian 1 bulan yang lalu saat ia melakukan panggilan video call dengan kakak kembarnya


"Kamu yakin Gea?" ucap Vivian coba meyakinkan ucapan Gea


"Iya aku yakin, aku benar-benar ingat sekarang kalau aku nggak mungkin pernah salah lihat vi!"


"Ya sudah sebaiknya kita pulang dulu, dan pikirkan cara buat cari tahu siapa pembun*h kamu sekarang mau ke mana Gea biar aku anterin kamu pulang! "ucap Vivian yang tak tahu saja jika tempat tinggal Gea itu jauh karena berada di Bandung


"Aku nggak tahu Vi, aku sebenarnya tinggal di Bandung di Panti Asuhan ,aku ke sini cuma mau menemui Kak Gio yang udah 1 bulan ini nggak bisa dihubungi Vi, tapi ternyata Tuhan berkehendak lain aku dan kak Gio udah nggak bisa ketemu lagi untuk selama-lamanya !"ucap Gea sendu.


"Jadi gimana, Gea atau begini aja kamu ikut aja sama aku ge, kita pulang ke rumah aku untuk sementara waktu kamu boleh kok tinggal dulu di rumah aku! "" gak usah Vi aku nggak mau ngerepotin kamu, aku cari kontrakan saja kalau kamu agar Beratan tolong bantuin aku buat cari kontrakan yang low budget ,kalo bisa kontrakannya yang deket sama sekolah kak Gio , karena aku mau coba ngajuin beasiswa aku buat bisa sekolah di sana , karna aku mau bantu kamu juga buat usut kemati*n kak Gio io dan cari siapa pelakunya sampai ketemu


"Ya sudah kalau gitu aku bantuin kamu cariin, kan kontrakannya Gea !"


"Terima kasih Vi karena kamu sudah baik sama aku" ucap Gea terharu dia pun kini langsung memeluk Vivian yang ada di sebelahnya meluapkan rasa terima kasih kepada pimpinan Karena Vivian kini sudah mau membantunya.


"Iya sama-sama Gea, kalau kamu butuh sesuatu kamu nggak usah sungkan sama aku Gea, selagi aku bisa bantu kamu kamu tinggal bilang aja ke aku, aku siap kok bantu Kamu Gea ! "ucap Vivian tulus


***


"Gimana kontrakan Gea ? apa nggak terlalu kecil-kecilan kontrakannya? "ucap Vivian yang kini sudah ada di dalam kontrakan kecil yang akan ditempati oleh Dea


"Enggak ko Vi menurut aku lumayan besar, Lagian kan aku cuma tinggal sendirian di sini jadi menurut aku ini lebih dari cukup kok Vi, apalagi uang bulanan pun nggak terlalu besar jadinya aku bisa sedikit hemat nantinya. Sebelumnya makasih karena kamu udah mau bantuin aku cariin kontrakan rumah hingga aku bisa dapat kontrakan di sini ." ucap Gea tulus


"Gea seandainya kalau nanti kamu butuh apa-apa kamu tinggal bilang aja sama aku nah ini alamat rumah aku dan ya ini juga nomor telepon aku kalau ada apa-apa kamu langsung hubungi aku aja ya Gea, sorry sekarang aku nggak bisa nemenin kamu karena aku harus segera pulang ke rumah soalnya mama aku udah teleponin aku nih dari tadi. "ucap Vivian sambil sesekali melihat ke arah gawainya.


"Oh iya Vi, sekali lagi makasih ya karena kamu udah banyak nolongin aku! "


" Udah nggak usah makasih mulu Gea, dari tadi bilangnya makasih mulu mulu deh kamu ini Gea hehe, sekarang kan kita ini teman jadi sebagai teman yang baik kita itu harus saling membantu!"


"Ya sudah kalau gitu aku pamit pulang dulu ya Gea "


" Iya hati-hati di jalan nya Vi"


"kalau gitu aku pergi dulu assalamualaikum


" Waalaikumsalam !!"


****


Setelah kepergian Vivian kini Gea yang sedang duduk termenung kini kembali teringat dengan kenyataan yang membuat dirinya shock apalagi saat ia mengetahui jika kakak kembarnya itu telah tiada bahkan kematian kakaknya itu sungguh tragis


"Gia pun langsung mengaktifkan handphonenya yang sengaja ia matikan ketika ia pergi dari panti asuhan tadi pagi secara diam-diam.


Gea pun langsung melebarkan matanya kalah melihat begitu banyak panggilan tak terjawab dari ibu Nirwana


"40 panggilan tak terjawab "ucap Gea lirih saat melihat di layar teleponnya yang tertera begitu banyak panggilan dari ibu Nirwana.


"Maafkan Gea Bu, karena Gea pastinya sudah membuat Ibu khawatir." Gea pun langsung segera menghubungi Bu Nirwana yang sudah gue anggap seperti ibunya sendiri.


"Hallo assalamualaikum Bu"


"Waalaikumsalam nak kamu di mana Gea, mengapa jam segini dia belum pulang ke rumah nak? "ucap Nirwana terdengar nada khawatir dari Bu Nirwana saat menanyakan tentang keadaan Gea sekarang


"Maafkan Gea Bu, jika Gea membuat Ibu khawatir Gea sebenarnya menyusul kak Gio ke Jakarta Bu, maaf kalau Gea nggak bilang dulu ke ibu " ucap Gea yang kini sedang merasa bersalah terhadap ibu Nirwana,kini Gea pun langsung terisak.


"Gea kenapa kamu menangis nak? apa?,,,," ucap Bu Nirwana tertahan Karena kini Gea sudah menyala ucapan Bu Nirwana


"kak Gio Bu,,,, Kak Gio udah nggak ada hiks,, Kak Gio udah ninggalin Gea Bu ninggalin ya untuk selama-lamanya. Gea nggak akan pernah ketemu lagi sama Kak Gio Bu hikss !"


"Gea maafkan Ibu nak, maaf karena di hari itu Ibu nggak jujur sama kamu nak karena ini yang Ibu takutkan Ibu nggak mau lihat kamu sedih, Ibu nggak mau lihat kamu yang kecewa untuk yang kedua kalinya nak, maafkan Ibu, ibu salah nak "ucap Bu Nirwana sambil terisak


****


Flash back 12 tahun yang lalu


"Kak jangan tinggalin Gea Kak, Gea nggak mau pisah sama Kak Gio hiks, Ibu jangan pisahin Gea dan kak Gio Bu,,, Kak Gioooo " gadis kecil berusia 6 tahun berteriak memanggil Kakak kembarnya yang kini sudah dibawa oleh keluarga angkatnya menggunakan mobil untuk meninggalkan Panti Asuhan yang sekarang masih ditinggali oleh Gea


"Kak Gio kenapa Kakak meninggalkan Gea Kak hiks ,,, Gea sendirian Kak Gea takut Kak Gio huhuhu."teriak dia kecil yang terus memanggil kakaknya yang sudah dibawa pergi


***


Setelah kejadian itu, gadis manis yang dulunya selalu riang dan ceria kini terlihat murung dan menjadi pendiam


"Gea sayang makan dulu ya nak, ibu sudah masak makanan enak loh untuk dia dan yang lainnya! "ucap Ibu Nirwana sambil mengusap pucuk kepala Gea dengan sayang


"Gea mau Kak Gio Bu ,Gea nggak mau makan hiks Gea cuma mau Kak Gio Bu, Kak Gio di mana Bu mengapa mereka tak membawa Gea bersama Kak Gio Bu mengapa mereka hanya menginginkan kak Gio saja Gea juga mau ikut bersama Kak Gio "ucap gadis kecil yang terus terisak memanggil nama kakak kembarnya


"Sayang anak cantik nya Ibu, Gea harus makan ya nak nanti gimana kalau Gea sakit pasti kak Gio akan sedih loh kalau lihat Gea sakit nak"namun Gea tetap pada pendiriannya ia menggelengkan kepala sebagai jawaban kepada bu Nirwana


"Sedikit saja nak, ibu mohon jangan buat ibu khawatir Sayang "


" Gea mau kak Gio Bu ,,,,,Kak Gio "ucapnya yang kini terdengar melemah kemudian Gea kecil pun kini sudah tak sadarkan diri tergeletak pingsan


"Gea,,,, nak bangun sayang Gea bangun nak !! "ucap Bu Nirwana yang khawatir ketika melihat Gea yang kini tak sadarkan diri setelah sampai di rumah sakit Gea pun langsung dirawat karena kini Gea edang mengalami sakit gejala tipes