Revenge Of My Brother's Death

Revenge Of My Brother's Death
bertemu lagi



"Oh nggak kok dia itu cuma ,,,,,temen iya temen.Dia itu temen aku waktu aku masih SMP "bohong Gea yang langsung dijawab anggukan oleh Shaka ,Gea yang berniat untuk kembali bertanya kepada Shaka pun mengurungkan niatnya Karena kini sudah ada guru yang masuk ke dalam kelasnya.


****


Sepulang dari sekolah .Gea yang sudah sampai di kontrakannya, sedang berpikir. Berpikir mengenai keuangannya yang semakin hari semakin menipis sedangkan sampai sekarang ia belum menempatkan pekerjaan.


"Ya Allah gimana ini, uang tabungan aku makin hari makin menipis aku harus nyari kerja di mana lagi coba, sedang kan sudah banyak tempat yang aku kunjungi untuk melamar kerja namun dari semua itu sama sekali tak ada yang mau menerimaku ."ucap Gea lirih karena ia merasa putus asa .


Ketika Gea sedang melamun memikirkan nasibnya.Tiba-tiba terdengar bunyi deringan ponsel miliknya yang ada di atas kasur miliknya.


"Assalamualaikum Gea , gimana hari pertama sekolahnya lancar ?"tanya Vivian di seberang sana


"Waalaikumsalam Vi, alhamdulillah lancar ! eh iya gimana keadaan nenek kamu sekarang Vi, apa beliau sudah membaik ?"ucap Gea bohong mengenai hari pertama sekolah nya yang bahkan jauh dari kata lancar ,Karna Gea tadi sempat di bully oleh Kesya dan temannya.tapi Gea tak mungkin bilang kepada Vivian jika di hari pertama ia sekolah ia malah mendapat Bullying dari teman sekelasnya yang bernama Keisha ,lebih baik Gea berbohong kepada Vivian karena ia tak mau membuat Vivian nantinya akan khawatir terhadapnya.


"Alhamdulillah, Nenek sudah mendingan Gea, sekarang juga Nenek sedang istirahat"


"Oh iya alhamdulillah kalau sudah mendingan Vi, Aku ikut senang aku doain semoga Nenek kamu cepat sembuh, maaf Vi karena aku nggak bisa nengok Nenek kamu ke sana! "ucap Gea Merasa tak enak hati kepada Vivian karena selama ini Vivian sudah sering menolongnya tetapi ketika Vivian mendapatkan musibah, Gea sama sekali tak bisa berbuat apa-apa.


"Kamu ini, Ya nggak apa-apa lah Gea, kamu doain aja nenek aku, itu udah bikin aku seneng,,,, eh iya aku lupa Gea.Barusan aku telepon kamu itu mau bilang kalau di restoran sepupu aku lagi butuh karyawan baru, apakah kamu mau jika aku ajuin untuk kerja di restoran sepupu aku Gea? "ucap Vivian di seberang sana


"Kamu beneran Vi nggak bohong kan? "ucap Gea yang menanyakan kebenarannya kepada Vivian


"Iya beneran lah Gea aku nggak lagi nge-prank loh ini! "bercanda Vivian


"Aku mau Vi, aku mau banget soalnya aku lagi butuh pekerjaan." ucap Gea antusias


"Ya udah kalau gitu aku bilang dulu ya sama sepupu aku,semoga lowongan kerjaan nya belum di isi orang lain Ge supaya kamu bisa kerja di sana .Nanti aku kembali hubungin kamu lagi Gea, kalau aku udah dapat jawaban nya dari sepupu aku! "


"Oke siap Vi, makasih loh sebelumnya karena kamu udah banyak bantu aku selama ini "ucap dia tulus


"Iya sama-sama Gea, Ya udah kalau gitu aku tutup dulu ya Gea teleponnya."


"iya Vi".


"Alhamdulillah ya Allah, semoga aja lowongan kerja nya masih ada dan belum diisi oleh orang lain "gumam Gea


***


Beberapa menit kemudian Kini dia pun kembali mendapatkan pesan dari Vivian


"Gea, apakah hari ini kamu ada waktu senggang, Jika waktu kamu senggang tolong datang ke alamat cafe ini ya Gea , tadi aku udah bilang sama sepupu aku kalau aku mau daftarin kamu buat masuk kerja di sana, tapi sepupu aku bilang kalau mau kamu mau kerja di sana tolong kamu datang ke sana sekarang karena di sana sekarang sedang banyak pengunjung yang datang namun kekurangan karyawan , Aku harap sekarang kamu bisa langsung datang ke alamat itu ya Gea. selamat karena kamu udah bisa diterima kerja di sana"


setelah mendapatkan pesan dari Vivian barusan Kini Gea pun langsung bersiap-siap menuju ke arah kamar mandi karena ia akan segera mandi dan bersiap-siap untuk segera pergi ke alamat cafe yang diberikan oleh Vivian.


***


Sosok gadis cantik dengan rambut yang terurai indah bibir tipis dan ranum , bulu mata lentik serta memiliki paras wajah yang cerah dan sangat cantik walaupun dengan pakaian sederhana yang Gea gunakan pun sama sekali tak menutupi kecantikan alaminya,kini Gea sedang berada di jalan menuju ke arah halte bus , namun halte bus itu ada di seberang jalan sehingga, Gea pun harus menyeberang dulu Jika ia ingin pergi ke halte bus.


Kini Gea pun hendak menyeberangi jalan yang nampaknya ramai dengan kendaraan roda dua maupun empat.


Gea pun mengedarkan netra nya terlebih dahulu ke kiri dan ke kanan sebelum menyeberang memastikan laju kendaraan yang berlalu lalang saat ini aman untuk di seberangi .


Gea pun langsung mencoba menyebrang ,namun sayang nya saat Gea berada di tengah jalan tiba-tiba ada sebuah motor sport yang melaju kencang dari arah kanan, Gea yang menoleh pun sontak kaget saat melihat motor sport yang seperti nya itu akan menabraknya,membuatnya panik seketika refleks langsung berteriak sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Aaaa ,,,,,"teriak Gea yang kaget saat melihat motor sport yang kini sudah hampir menabrak nya .dan tanpa sadar Gea pun kini sudah menjatuhkan tubuhnya di aspal secara refleks mungkin karna Gea merasa kaget .


Untung saja motor tersebut berhenti seketika saat jarak dengan Gea hanya tinggal 30 cm saja.


Sementara Gea hanya menahan nafas pasrah Jika ia harus tertabrak, namun beberapa saat Gea yang masih menutup matanya sama sekali tidak merasakan apa-apa pun langsung bergumam di dalam hatinya.


"Oh,,,, Tuhan apakah aku sudah meninggal? apakah aku juga akan menyusul Kak Gio sekarang? racau Gea dalam hatinya."sambil terus memejamkan matanya


Sementara seorang pria remaja tampan dengan kaos hitam dan celana jeans itu pun langsung turun dari motor sport nya dengan tergesa menaruh helm kemudian ia pun mencoba melihat keadaan wanita yang sempat akan tertabrak oleh motor sport nya barusan.


"Loe nggak apa-apa kan?" ucapnya terdengar khawatir telinga Gea.


Gea yang mendengar itu pun langsung membuka matanya dan mendongak . kali ini Gea dibuat terkejut lagi saat melihat laki-laki yang sempat akan menabraknya itu ternyata adalah Shaka


"Gea,,,"ucap saka kaget ketika melihat wanita yang akan tertabrak oleh motor miliknya itu ternyata adalah Gia.


"Loe nggak papa kan?" ucap Shaka cemas .


"Leo masih bisa berdiri kan kita ke pinggir dulu ya ucap Shaka yang langsung dijawab anggukan oleh Gea, walaupun sebenarnya Gea itu masih merasa syok namun ia mencoba untuk menegarkan diri untuk segera menepi ke pinggir jalan.


Sesampainya di pinggir jalan Shaka pun langsung mengajak Gea untuk duduk di kursi yang ada di pinggir jalan.


"Loe beneran nggak apa-apa kan sorry gue tadi nggak sengaja soalnya gue lagi buru-buru" ucap Shaka terhadap Gea yang kini sedang duduk di bangku yang ada di pinggir jalan


"Gue gak papa ko ,santai aja Kha "jawab Gea bohong, padahal sebenarnya kini Gea merasa kan sakit di siku tangan nya karena mungkin tadi saat Gea terjatuh tangan nya sempat mengenai aspal .


"Gak apa-apa gimana itu tangan lo lecet, tunggu sebentar" ucap Shaka yang kini sedang membuka tasnya kemudian mengambil kontak obat .


Gea yang melihat Shaka yang kini begitu sigap saat mengobatinya hanya bisa menatap kagum ke arah laki-laki yang kini sedang sibuk mengobatinya .Shaka yang merasa diperhatikan pun kini langsung mendongak, melihat Gea yang ternyata kini sedang menatap wajahnya.


Gea yang ketahuan sedang memandangi Shaka pun kini langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain karena ia sungguh malu sudah ketahuan curi-curi pandang kepada Shaka.