
para sahabat Moon mulai mempersiapkan upacara pemakaman, kebanyakan dari mereka adalah dari kalangan selebriti papan atas yang juga sedang menuntut keadilan untuk Moon. tiga jam kemudian otopsi selesai dilakukan dan Cristal masih bersikeras untuk melihat Moon, setelah berbicara dengan kepala rumah sakit akhirnya ia diizinkan untuk masuk
"pak ada apa ini?"
"kenapa dia diizinkan masuk?"
"kenapa saya tidak?"
"maaf tuan..."
"kenapa kalian tidak bisa menjawabnya?"
Mike yang melihat Kevin mengamuk segera menenangkannya
"tenang tuan kevin"
"siapa kau?!"
"oh bukankah kau orang yang selalu mengikuti gadis aneh yang masuk itu"
"tuan nonaku bukan orang yang bisa kau provokasi seperti ini"
"ikuti saja apa yang dia bilang"
"dan kau akan baik-baik saja"
didalam ruangan itu Cristal melihat secara langsung bagaimana keadaan saudarinya itu
"Moon maafkan aku"
"maafkan kakak"
"maaf"
Cristal juga mengecek luka ditibuh Moon dan mengambil foto baru keluar
"nona apa anda baik-baik saja?"
"persiapkan upacara pemakaman!"
"baik nona"
"nona bisakah kita bicara?"
mukanya masih menahan air mata kesedihan mendalam begitu jelas ia coba tutupi
"baiklah ikut aku"
Cristal membawa Kevin keatap rumah sakit dan para pengawal melakukan tugas mereka masing-masing
"apa yang ingin kau bicarakan?"
"apakah kau keluarganya Mo?"
"tapi aku belum pernah melihatmu sebelumnya"
"melihat dari tindakanmu kau seperti bukan hanya sekedar temannya"
Cristal menepuk pundak Kevin
"aku adalah orang yang paling mencintainya didunia ini"
"aku adalah orang yang paling dia cintai didunia ini"
sambil berjalan pergi, Kevin tau makna dari kata-kata itu dan tidak menyangka bahwa orang dihadapannya adalah orang yang selama ini Moon rindukan
"kenapa kau baru kembali?"
"dia sangat merindukanmu"
"dia menjalani hidup seperti ini hanya agar kau melihatnya dengan cepat"
"tapi kau..."
"malah datang terlambat!!!"
teriak Kevin pada Cristal tapi Cristal hanya diam saja. keesokan harinya rumah duka tempat upacara pemakaman Moon disiarkan di berbagai media, para sahabat Moon heran karena mereka masih belum mempersiapkan apapun, tapi berita sudah keluar dan rumah duka yang dipersiapkan itu juga bukan rumah duka biasa. biasanya hanya para konglomerat dan pejabat yang diterima disana, keesokan harinya para sahabat pergi memastikan bahwa berita itu bukan hanya kebohongan gedung itu sudah dihiasi dengan banyak bunga dan foto Moon gedung juga dijaga oleh para bodyguard dan para wartawan juga sudah menunggu diluar, setelah semuanya berkumpul termasuk Kevin mobil ambulance datang dengan diiringi oleh banyak mobil mewah dibelakangnya Mo Zuky sahabat terdekat Moon sampai heran
"Kev aku tidak tahu Mo memiliki ini"
Kevin diam saja karena dia sudah tahu ini semua perbuatan Cristal, Zuky adalah sahabat baik yang sudah seperti saudara untuk Moon dalam setiap wawancara nya pun ia selalu tidak bisa menahan air matanya ketika membahas tentang Moon. para pelayat berdatangan para sahabat hanya duduk terdiam melihat tayangan Moon dan peti jenazah didepan mereka, tepat jam 2 siang kakek tiba disana dengan iringan pengawal. mendadak wartawan heboh dan gedung menjadi ramai, kakek datang bersama Cristal. Cristal mengenakan setelan jas putih celana panjang lengan bajunya ia gulung keatas, dengan kacamata hitam dan masker tentu saja. begitu turun dari mobil wartawan langsung menyiarkannya