
"karena semua rekaman cctv sekitar danau menghilang"
"dan aku yakin kepolisian pasti memilikinya"
"nak aku tahu kau marah tapi.."
"aku yakin kalian tahu dengan jelas bahwa ini bukan kecelakaan"
"aku tidak meminta apa-apa"
"aku hanya butuh komputermu sebentar"
"tapi..."
"ayolah paman kumohon"
"hadeeeeeh"
"kau memang anak yang menyebalkan"
"baiklah tapi sepuluh menit saja"
"dapat tidak dapat aku tidak bisa membantumu lagi"
"baiklah terimakasih"
setelah sepuluh menit Cristal tidak menemukan petunjuk apapun
"bagaimana?"
"tidak ada"
"sepertinya tidak berada disini"
"kalau begitu aku akan pergi"
"maaf telah merepotkan kalian paman"
akhirnya ia pergi dengan sedikit kecewa
"Gwang bagaimana menurutmu?"
"diam"
"jika ada satu orang pun yang tahu dia akan dalam bahaya"
"aku mengerti"
Cristal merasa sangat menyesal saat itu tapi dia harus tetap kuat menghadapi semuanya
"Mike selidiki semua orang yang ada di lokasi kejadian saat itu, segera laporkan semua tentang mereka padaku dalam dua hari"
"baik nona"
setelah kembali ke hotel Cristal pergi lagi
"nona anda mau kemana?"
"jangan ganggu aku"
dia turun kebawah lalu diikuti oleh Mike sampainya dipintu hotel kebetulan ada tamu yang baru datang dengan sepeda motornya, dan Cristal langsung merebut motor itu dan membawanya pergi.
"hei!!!!"
"motorku!!!"
"tuan maafkan kami"
"silahkan ikut saya saya..."
"tapi motorku..."
"....."
Mike belum pernah melihat Cristal seperti itu sebelumnya, Cristal hanya pergi mengunjungi panti asuhan sesampainya digerbang dia melihat suasana ceria anak-anak disana sehingga ia teringat akan masa-masa kecilnya bersama Moon, bibi Mary melihat seorang gadis diatas motor sedang memperhatikan panti asuhan, lalu menghampirinya
"maaf nona anda siapa?"
"ada keperluan apa kesini?"
Cristal hanya tersenyum melihat bibi Mary lalu akhirnya memeluknya dan menangis
"eh"
"kau kenapa nak?"
"bibi"
"aku sangat merindukanmu"
bibi Mary terkejut dan melepaskan pelukan Cristal lalu memperhatikan baik-baik wajah Cristal
"Cristal kan?"
bibi Mary kembali memeluk Cristal dengan erat juga menciumnya, setelah semua kerinduan terungkapkan akhirnya mereka berbicara
"aku sangat senang sekarang kau sudah dewasa nak"
"apa bibi tau keadaan Moon?"
"apa kau sudah mendengarnya juga"
"anakku yang malang"
Cristal merasa tidak baik jika memberitahukan kecurigaannya pada bibi jadi dia hanya diam saja
"berkelilinglah bibi akan kedapur sebentar nanti kita akan makan bersama"
"emm"
Cristal pergi berkeliling hingga sampai dibukit kecil tempat ia biasa menyendiri, siapa sangka Jayden juga pulang hari itu
"bibi!!"
"Jayden jangan selalu mengagetkan bibi"
"waaah banyak sekali makanan"
"apa khusus untuk menyambutku?"
"tentu saja bukan"
"ah bibi ini"
"hari ini aku bahagia dua anakku bisa pulang"
"dua?"
"ah pergilah jangan mengganggu"
"nanti bibi akan memanggil kalian untuk makan bersama"
Cristal saat itu sedang duduk sendirian dan memandangi awan
"apa kau sedang sedih?"
"kenapa?"
"tidak ada"
"kenapa kau bisa sampai kesini?"
"aku suka disini"
"ada keperluan apa ke panti asuhan ini?"
"tidak ada"
"oooh"
"kenalkan namaku Jayden"
Christal terkejut
"ooh"
"ooh?"
"lalu?"
"namamu?"
"kakak!!"
"bibi mencari kalian!"
seorang anak memanggil mereka
"iya baiklah"
merekapun pergi ke ruang makan, semua anak-anak sudah berkumpul bersama
"baiklah anak-anak hari ini sebelum makan bersama bibi akan memperkenalkan seseorang pada kalian"
"halo semua aku Jayden"
"hahahaha"
semua mentertawakan Jayden
"kau ini semua sudah mengenalmu"
"ini adalah kakak Cristal"
mendengar itu Jayden langsung menatap Cristal, Cristal menatap nya balik tapi dengan wajah datar lalu akhirnya mereka semua makan. setelah makan Cristal berpamitan pada bibi Mary, saat keluar Jayden mengantarnya