REVANGE TIME

REVANGE TIME
Marc



"Cristal tunggu"


"em"


"ada apa?"


"tidak ada"


"oh baiklah"


"kalau begitu sampai jumpa lagi"


"ya"


Cristal kembali ke hotel, karena tidak bisa tidur dia iseng mengecek situs organisasi pembunuh bayaran untuk melihat apakah ada misi yang ia sukai atau tidak, saat melihat dia ada dalam salah satu sasaran level A dia sedikit terhibur


"ha????"


"cuman A?"


"memang sudah tidak waras"


"kepalaku hanya dihargai 7 milyar"


"ini sedikit mengecewakan"


"haaaah"


"sepertinya beberapa saat kedepan tidak akan tenang"


baru saja ia meletakkan laptopnya


"nona!!!"


"....."


"anda dalam bahaya"


"kita..."


"kita harus"


"bicaralah dengan jelas!"


"beberapa pengawal kita mati dalam sekejap"


"hotel ini sudah tidak aman"


"oh"


Cristal menyadari ada seseorang didalam ruangan


"kalau begitu segeralah cari tempat yang lebih aman"


"aku akan menunggu sambil beristirahat"


"keluarlah"


"tapi nona"


"mike!"


"baik nona"


mike pergi


"aduuuh aku sangat lelah hari ini pergilah"


"datanglah lain waktu"


gumam Cristal sambil memainkan hpnya, orang itu akhirnya keluar


"sejak kapan kau menyadari kehadiranku?"


"apa itu penting?"


orang itu langsung menodongkan senjata padanya Cristal tapi Cristal tidak melakukan apa-apa dia hanya tersenyum sinis pada laki-laki itu


"baru kali ini ada orang yang sangat tenang saat berhadapan dengan pembunuh"


baru saja ingin menembak Cristal dengan cepat sudah melumpuhkannya dan membuat orang itu kesakitan, Cristal mengecek tubuh laki-laki itu dan menemukan kartu level


"heh baru level perak sudah berani mendatangiku"


Cristal melihat jendela dan melihat beberapa orang lainnya


"bawa timmu pergi dan katakan pada Marc jangan memprovokasi singa tidur"


Cristal melepaskan laki-laki itu dan dengan santai kembali memainkan hpnya, sedangkan pembunuh itu masih bingung tentang maksud Cristal tapi dia tahu dia tidak bisa melawan Cristal jadi dia menuruti kata-katanya.


setelah kembali ke organisasi dia langsung melapor kepada bosnya yaitu Marco Reus tentang apa yang terjadi


"bos.."


"em...."


"bagaimana misimu?"


"dia lebih sulit dari yang kita kira"


"apa maksudmu?"


"gadis itu berbahaya dia sudah mengetahui kehadiran kami sejak awal"


"dia sangat tenang saat ditodongkan senjata"


"dan juga.."


"apa!!!"


"dia melumpuhkanku dalam hitungan detik"


"kau?"


"dikalahkan seorang wanita?"


"ada lagi bos"


"katakan"


"dia bilang untuk menyampaikan padamu agar jangan memprovokasi singa tidur"


Marc terkejut badannya menjadi bergetar karena ia tahu hanya ada satu orang yang berani mengatakan itu padanya yang bahkan ia sendiri tidak mampu untuk melawannya, Marc terduduk


"bos!"


"ada apa?"


"tidak ada"


"misi ini...."


"akan dibatalkan"


"dan kuingatkan pada kalian jika ingin tetap hidup maka jangan ganggu gadis itu jika tidak tanggung sendiri akibatnya"


"tapi bos kita masih punya Chris"


"bodoh!"


"ikuti saja"


"baik"


setelah beberapa menit hp Cristal berdering


"......."


"cepat sekali"


"dasar gadis nakal"


"kenapa kau tidak pernah mengatakan identitasmu"


"jika aku tahu aku kan tidak akan menerima misi ini"


"ayolah paman itu akan menjadi tidak seru"


"baiklah terserah padamu"


"kali ini kau bermain cukup berani"


"yah"


"memang akan sedikit merepotkan tapi"


"ini semua demi adikku"


"aku mengerti"


"apa kau tidak ingin tahu siapa yang memberi misi itu?"


"itu melanggar privasi loh"


"hahaha"


"heh"


"kita ini keluarga musuhmu adalah musuh kami"


"aku akan mengirimkan orang kita untuk menghabisinya"


"kau tenang saja"


"itu akan terlalu mudah untuknya"


"kirimkan saja datanya padaku"


"aku akan mengulitinya hidup-hidup"


"kau memang gadis yang kejam"


"baiklah nanti akan kukirim"


"terimakasih paman"