REVANGE TIME

REVANGE TIME
kencan buta



"nona anda disini?!"


"tuan mencari anda dan bilang akan menunggu anda didepan"


"baiklah"


"kak Julia sepertinya aku dan kakek akan pulang"


"selamat atas pernikahan kalian"


sambil memeluk Julia


"terimakasih Cristal"


"dan sepertinya antara kau dan Jayden akan terjadi sesuatu juga"


"hahaha"


"ada apa ini kau sekarang terdengar seperti Jeff"


"dasar"


"dan maaf aku tidak bisa menemanimu kemarin"


"itu pasti hari-hari yang sulit bagimu"


"tidak apa-apa"


"aku bisa menanganinya"


"semoga adikmu bisa bahagia sekarang dan tidak merasakan sakit lagi"


"terimakasih kak"


"baiklah kalau begitu aku akan pulang"


mereka berpelukan dan Cristal langsung pulang bersama kakek


"apa kakek melewatkan sesuatu malam ini?"


"???"


"apa maksudnya itu?"


"ayolah walaupun aku sudah tua tapi aku belum buta dan tuli"


"aku tau semua yang terjadi tadi"


"apa?!"


"bagaimana bisa?"


"itu tidaklah penting"


"siapa pemuda itu?"


"apakah aku mungkin akan segera memiliki cucu menantu?"


"hahahaha"


"itu tidak akan terjadi"


"dia hanya temanku"


"aku tau dirimu nak"


"kau bahkan bertengkar dengan para pria dikelas mu karna mereka tidak sengaja memegang tanganmu"


"ini bukan seperti itu kakek"


"dia sahabatku"


"dulu dia selalu membantuku dan Moon"


"dia anak yang ceria walaupun keadaannya mungkin lebih buruk dari kami"


"dia disana bukan karena tidak punya orang tua"


"tapi hukuman dari ayahnya yang tidak peduli dengannya"


"ternyata begitu"


keesokan harinya Cristal dikabari oleh Mike


"halo nona maafkan aku"


"ada apa?"


"kenapa minta maaf?"


"Mosi telah meninggal"


"kenapa bisa?!"


"mungkin karena dosis obatnya nona"


"kami melakukan seperti apa yang anda inginkan sebelumnya"


"sial!!!!"


"dia lolos dengan sangat mudah"


"kalau begitu urus mayatnya dan segera kembali"


"baik nona"


hari-hari berlalu Cristal menjalani kehidupannya kembali tapi sekarang setelah bekerja dia akan berdiam diri diruang kerjanya hingga pagi kakek yang melihat itu merasa cemas terhadapnya, saat itu Cristal baru pulang dari kantor dan langsung masuk ke ruang kerjanya


"mike tolong panggilkan bocah itu untukku"


"baik tuan"


Mike naik keatas dan mengetuk pintu Cristal


"nona?"


"tuang meminta anda untuk menemuinya"


"....."


saat mike ingin mengetuk lagi Cristal membuka pintunya dan berjalan turun


"apa?!"


"aduh sayang kita sudah lama tidak berbincang"


"tidakkah kau merindukan kakekmu?"


"aku tidak punya waktu untuk berbincang"


"heeeh anak ini"


"duduklah aku sudah meminta koki membuat makanan kesukaanmu"


"lihat kau sudah semakin kurus"


Cristal duduk dan makan


"sayang aku tau kau akan marah padaku tapi bisakah kau mencobanya dulu?"


"memangnya ada hal apa?"


"temanku dari grup CIA memiliki cucu laki-laki dan seumuran denganmu"


"jadi?"


"bisakah kau menemuinya sayang?"


"apa ada bisnis yang perlu aku tangani langsung?"


"dia pemuda cerdas dan berbakat"


"dia juga sudah menjadi CEO utama CIA saat usia 20 tahun"


"wwwwwwait for minute"


"apa kau sedang menyuruhku pergi kencan buta pak tua?"


"eem lebih tepatnya mengenal orang baru"


"......"


Cristal hanya terplongo melihat kakek


"aku sudah mengosongkan schedule mu besok"


"apa?!"


"mike!!!!"


"ya nona"


"???"


"maaf nona aku sudah menolak tuan besar tapi tidak ada yang bisa aku lakukan"


"kumohon temuilah dia sayang"


"ya?"


"kau mau kan?"


kakek terus memaksa dengan tingkah manja saking kesalnya tanpa sadar garpu yang ada ditangannya patah dan membuat kakek dan orang-orang yang ada disana terdiam


"sudah diam pak tua!!!"


Cristal menggebrak meja saat itu kakek merasa sedikit tersinggung karena selama ini walaupun terlihat dingin Cristal tidak pernah tidak sopan padanya


"kalau begitu maafkan aku nona"


kakek meninggalkan meja makan