REVANGE TIME

REVANGE TIME
Moon yang malang



"nona sebaiknya anda istirahatlah terlebih dahulu"


"anda bahkan belum ada berhenti semenjak tiba di negara X"


"nanti kita susul saja ke rumah sakit"


"tidak bisa"


"ikuti sekarang!"


"baiklah nona"


tapi dalam perjalanan menuju rumah sakit Cristal tertidur karena kelelahan, dan baru bangun dua jam berikutnya


"apa aku tertidur?"


"berapa lama?"


"kenapa tidak membangunkanku!"


"maafkan aku nona"


"anda terlihat sangat kelelahan jadi aku tidak berani membangunkan anda"


"baiklah"


Cristal turun dari mobil


"nona maaf tunggu sebentar"


"apa?!"


"ada telfon dari tuan besar"


"oo"


"halo..."


"cucuku sayang"


sambil menangis


"kau bilang kita akan bertemu dengan Moon"


"tapi sekarang"


"hei kakek tua"


"berhenti menangis sekarang"


seperti itulah Cristal dan kakek, kakek yang berwibawa berubah seperti anak-anak didepan Cristal agar tidak mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya dan Cristal tetap saja dingin seperti biasa


"kakek akan kesana"


"baiklah tapi mungkin kakek hanya bisa menghadiri upacara pemakaman saja"


"tidak apa-apa kan?"


"baiklah"


"kalau begitu sampai jumpa"


didepan rumah sakit ada begitu banyak wartawan oleh karena itu Cristal memakai masker dan kacamata hitam untuk masuk kesana. ruangan otopsi dijaga oleh banyak polisi dan dikoridor terlihat Kevin sedang menunggu sendirian, dia terlihat berusaha keras untuk menahan air matanya.


begitu sampai polisi kembali menghalangi Cristal


"maaf nona anda tidak bisa masuk"


"otopsi akan segera dilakukan"


"pak aku bertanya padamu dimana dokter yang bertanggung jawab?"


"maaf nona?"


"maksudnya?"


"aku bertanya siapa yang akan mengotopsinya!"


"kami!"


teriak seseorang dibelakang Cristal, Cristal berbalik


"maaf nona tapi kenapa mencari kami"


"dokter mari bicara sebentar"


"tapi kami harus melakukan pemeriksaan nona"


Cristal menatap dokter itu dan membuatnya takut seketika


"bbbaiklah nona"


"kalian masuk duluan dan lakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu"


dokter itu membawa Cristal keruangannya


"baiklah ada apa sebenarnya nona?"


"langsung saja kukatakan"


"aku tidak mengizinkan kalian membedah adikku sedikitpun dan jika kalian berani menusukkan satu jarum saja padanya"


"aku tidak akan segan-segan menghancurkan rumah sakit ini!"


"apa kau mengerti?!!"


"adik?!"


"apakah anda...."


"kau tidak perlu tahu"


"apa kau mendengarku?"


"tapi nona bagai mana kami tahu penyebab meninggalnya nona moon"


"jika tidak melakukan operasi?"


"aku tidak peduli!!!!!"


"nona apa anda sudah melihat jasadnya?"


"jika anda melihatnya maka anda akan paham kenapa kami membutuhkan operasi"


Cristal terdiam sejenak


"aku ingin melihatnya"


"itu tidak mungkin nona"


"begini saja ada banyak sekali foto jasad nona Mo yang tersebar"


"anda bisa melihatnya dari sana"


"saya harus segera pergi nona"


dokter meninggalkan ruangan sedangkan Cristal masih terdiam disana, beberapa saat kemudian dia keluar saat akan meninggalkan tempat itu dia melihat Kevin dan pergi melihatnya sebentar


"apakah kau Kevin?"


"kau siapa?"


"dan kenapa kau kesini?"


"siapapun aku tidak penting"


"dan aku kesini untuk Moon"


lalu Cristal pergi


"hei!!!!"


"siapa kau sebenarnya?"


"kenapa kau bisa tau nama Mo"


teriakan Kevin tidak dipedulikan oleh Cristal dia hanya diam dan berjalan pergi


"Mike pastikan tim otopsi itu tidak menusukkan satu jarum apapun pada moon"


"nona...."


"ini..."


mike memberikan iPad yang memperlihatkan foto mayat Moon yang tersebar di internet, Cristal sangat terkejut karena mayatnya sudah tidak berbentuk karena sudah menggembung kulitnya sudah terkelupas serta luka dimana-mana dan matanya terbelalak seperti memancarkan kemarahan. Cristal menangis sejadi- jadinya dan disaat itulah muncul kemarahan dalam dirinya dan bertekad akan menghukum orang yang melakukan itu pada Moon dengan cara seribu kali lebih kejam daripada apa yang mereka lakukan pada Moon