REVANGE TIME

REVANGE TIME
apartemen



"itu saja?"


"......"


"kukira dengan memukulnya seperti itu dia akan pingsan saja"


"tapi aku memukulnya terlalu kuat"


"sssehingga botolnya pecah"


"namun dia masih sadar dan berusaha melawan kami dengan menarik dan mencakar"


"lalu aku meminta Toni mengambil tali jangkar dan mengikat nona Moon"


"setelah terikat kami sangat panik"


"kami menghubungi tuan Mosi dan dia sangat marah"


saat kejadian itu


"dasar bodoh!!!"


"mau bagaimana lagi"


"merepotkan sekali"


"bereskan saja!"


"baik pak"


"oleh karena itulah kami membuangnya ke danau"


"pecahan itu kalian tusukkan padanya juga kan?"


"tidak nona!!"


"jadi luka yang ini datang sendiri?!"


Cristal melemparkan foto punggung Moon


"itu saat dia terjatuh ketika akan diikat"


"dia terjatuh diatas pecahan kaca itu nona"


"saat dilempar kami tidak sadar talinya tersangkut"


"jadi dia terseret beberapa meter"


"saat kami melihat kami langsung melepas talinya"


"kenapa saat ditemukan tidak ada tali?"


"Toni mencarinya keesokan harinya dan membuka tali"


"baik"


"sekarang aku tanya dimana rekaman cctv boat?"


"sudah kuberikan pada tuan Mosi"


"bajingan itu"


"nona dddia pasti selalu meletakkan barang-barang penting didekatnya"


Cristal pergi meninggalkan ruangan itu


"nona!!!"


"nona!!!"


Dony memohon-mohon pada Cristal tapi dia tidak menghiraukannya


"nona kedua orang itu......?"


"apa pembicaraan tadi direkam?"


"ya nona"


"marga Kim itu buang saja didepan rumah keluarganya"


"Lim itu patahkan semua kaki dan tangannya"


"lemparkan ke jalanan"


"pastikan semua orang mengenali mereka"


"dan perusahaan mereka aku ingin hilang besok pagi"


"baik nona"


Mike segera menjalankan tugasnya dan Cristal pergi mengunjungi apartemen Moon, disana ada Kevin yang sedang membersihkan apartemen


"sedang apa kau disini ?"


Kevin melihat kearah Cristal


"bersih-bersih"


"duduklah"


"apa kau mau minum?"


"teh, susu, atau kopi?"


"anggur!"


"disiang hari?"


"baiklah nona"


Cristal dan Kevin berbincang bersama diruang tamu


"apa menurutmu dia akan memaafkanku?"


"dia itu sangat mencintaimu"


"dia lebih mencintaimu dibandingkan denganku"


"aku tau itu"


Cristal memotong


"jadi dia pasti tidak pernah menyalahkanmu"


"tapi aku percaya dia tidak sebodoh itu untuk bunuh diri"


semua orang termasuk kevin belum tahu kebenaran tentang Moon


"dia tidak bunuh diri!"


"......"


"a apa apa maksudmu?"


"jangan bilang..."


"ya dia dibunuh!"


ucap Cristal dengan wajah datar, Kevin terdiam pandangannya penuh kemarahan air matanya mengalir


"ssiapa?"


"siapa orangnya"


"orang yang tidak mungkin bisa kau kalahkan"


"bahkan aku saja sedikit kerepotan"


"heh keparat sialan!"


Cristal menggenggam gelasnya hingga pecah, Kevin yang syok tersadar melihat gelas ditangan Cristal pecah seketika tangannya berlumuran dengan darah


"hei!!"


"apa kau sudah mabuk?"


kevin menyeka air matanya dan berlari mengambil kotak obat, dia membantu membersihkan pecahan kaca dan membalut luka Cristal.


Cristal menatap Kevin dengan datar


"kenapa kau terus menatapku?"


"bukan apa-apa"


"tadi kau masih seorang pria yang menangisi kekasihnya"


"sekarang orang yang begitu cemas"


"sepertinya aku tau kenapa Moon menyukaimu"


"selesai!"


"terimakasih"


"sama-sama"


"apakah aku boleh tau siapa orangnya?"


"tidak!"


"kenapa?"


"agar kalian tetap aman"


"apa seberbahaya itukah?"


"......"


"aku tidak ingin membicarakannya"


"ngomong-ngomong saat upacara pemakaman aku tidak melihat orang tua angkat Moon"


"kemana mereka?"


"ayah Moon meninggal belum lama ini karena kanker"


"ibunya?"


"tidak tahu"


"kenapa?"


"dia bukan ibu yang baik nona Cristal"


"semenjak keluarga mereka memiliki seorang anak dia sudah tidak menyayangi Mo lagi"


"apa maksudmu?!"


"aku sudah mengecek kepribadian mereka"


"baru menyerahkan Moon pergi"


"tapi begitulah kenyataannya"


"dia tidak pernah setuju Moon menjadi aktris"


"tapi saat Mo sudah berhasil dia dengan tidak tahu malunya memeras Mo"


"beraninya dia"


"tidak usah pedulikan dia"


"heeeh"


Kevin menghela nafas panjang mengingat kemalangan yang terjadi pada Moon


"apa rencanamu berikutnya kevin?"


"tidak tahu"


"sepertinya aku akan kembali ke kampung halamanku"


"baiklah"


"jika kau butuh bantuan hubungi saja aku"


"terimakasih sudah menjaga Moon saat aku tidak ada"


kevin tersenyum pada Cristal lalu tiba-tiba telfon Cristal berbunyi


"halo?"


"nona sekarang semua akun berita membahas tentang kejadian Mosi kemarin"


"lalu?"


"anda juga menjadi trending topik"


"pantau saja"


"juga selidiki tentang dia"


"aku butuh barang itu sesegera mungkin"


"saya mengerti nona"


Cristal menutup telfonnya