
"lihatlah kalung ini sepertinya cukup berharga"
"jangan!!!"
preman itu mengambil kalung Cristal dan beruntung saat itu ada mobil patroli polisi yang lewat dan mereka semua termasuk Cristal dibawa kekantor polisi
"apa yang kalian lakukan pada anak ini?"
"dia memukulku pak lihatlah kepalaku sampai berdarah begini"
"bohong pak polisi!"
"mereka mengambil jajanan serta kalungku pak"
"cepat kembalikan!!!"
"kalung?"
"iya"
"itu adalah kalung ibuku pak"
"mana?!"
"tidak ada pak"
"jangan berbohong!!"
"atau polisi akan menggeledah kalian dengan baik"
"ampun pak baiklah akan kuberikan"
mereka memberikan kalung itu pada polisi, Cristal langsung mengambil kalungnya kembali namun sayang kalungya itu sudah putus dan tidak bisa dipakai lagi
"ini semua gara-gara kau!!!"
"kalung ibuku sampai putus"
"kalian ini masih saja mengganggu anak-anak"
seorang detektif yang lewat tampak sangat tertarik dengan kalung itu
"maaf nak bolehkah aku melihat kalungnya sebentar?"
"untuk apa pak?"
"sepertinya aku pernah melihatnya"
Cristal memberikan kalung itu setelah melihat sebentar dia mengembalikannya
"ada apa detektif Ji?"
"Gwang sebentar aku akan memeriksa sesuatu jaga anak itu"
"baiklah"
setelah beberapa menit detektif itu kembali dan membisikkan sesuatu pada polisi yang memeriksa mereka dan polisi itu terlihat terkejut
"aku mengerti"
"baiklah kalian bertiga akan diurus oleh petugas lain dan kamu nak ikut denganku"
Cristal mengikuti polisi itu kemeja yang berbeda
"baiklah pertama siapa namamu?"
"Cristal pak"
"Cristal Xia"
"dimana orang tuamu?"
"disurga pak"
"......."
"ya mereka kecelakaan tiga tahun yang lalu"
"lalu sekarang kamu tinggal dimana?"
"panti asuhan kasih pak"
"ok baiklah aku akan mengantarmu kesana"
"gawat sistem kita bermasalah"
polisi yang bersama Cristal langsung pergi kesana untuk melihat apa yang terjadi dan Cristal mengikutinya dari belakang
"ada apa?"
"sistem kita bermasalah beberapa cctv tidak tersambung kemungkinan karena angin diluar"
Cristal yang melihat itu langsung menjawab
"itu bukan angin...."
sontak semua polisi itu melihat padanya
"ada yang mencoba menyusupi data kalian"
ucap Cristal dengan muka datarnya
"jangan sembarang bicara nak"
"dasar kau bodoh"
Cristal pergi dari sana dengan ekspresi datar
"hei nak beraninya kau bilang aku bodoh jika kau bisa mengatasi ini aku akan memberimu 200 ribu"
Cristal berbalik dengan senang
"benarkah?"
"janji?!"
"coba saja"
"baiklah"
setelah beberapa menit
"sudah selesai aku juga menambahkan keamanan datanya saat seseorang mencoba menyelinap lagi maka PC nya akan digerogoti virus yang sudah kupasang dan beberapa virus yang tidak kalian deteksi juga sudah dihilangkan"
"jadi mana?"
seolah tak percaya mereka mengecek kembali dan benar saja semua sudah kembali normal lagi
"mana?"
"iya ini aku beri 300 terimakasih adik kecil"
"benarkah?"
"sama-sama ayo pak kau bilang akan mengantarku"
"iya ayo"
hari sudah malam dan hujan juga turun sangat deras bibi Mary sangat cemas menunggu Cristal yang masih belum pulang, saat melihat Cristal tiba bibi Mary langsung memeluknya
"sayang darimana saja?"
"ini sudah sangat larut besok aku tidak akan mengizinkanmu keluar lagi"
"maaf nyonya tadi Cristal ada sedikit masalah tapi kepolisian sudah mengatasinya jadi jangan khawatir"
"ada apa?"
"kenapa polisi?"
"bibi tidak apa-apa aku baik-baik saja"
"tadi aku membantu pak polisi lihat mereka memberikan aku uang"
"baiklah"
"terimakasih banyak pak polisi"
"sama-sama nyonya"
"kalau begitu saya pamit dulu"
"baik"