
keesokan harinya Cristal terbangun karena suara berisik dari luar, Cristal melompat dari jendela dengan piamanya
"Jayden ada apa?"
"ramai sekali"
"hahaha lihatlah dirimu Cristal"
"apa kau baru bangun?"
"ya semalam aku pulang terlambat"
"ada apa?!"
"itu ada banyak sekali mobil dan orang-orang berpakaian hitam"
Cristal mengira orang-orang itu adalah penjahat dan ia langsung berlari keruangan bibi Mary disana ada banyak pria berpakaian rapi dan didalam ada seorang kakek-kakek serta bibi Mary
"bibi!!!!"
"sayang ada apa?"
Cristal memeluk bibi Mary
"apa kau baik-baik saja?"
"iya bibi baik-baik saja"
"tidak apa-apa mereka bukan orang jahat"
"sekarang pergi mandilah dulu bibi tau kau baru bangun tidur kan"
"hehe maaf"
Cristal pergi menuruti perkataan bibi
"apa dia Cristal?"
"iya tuan"
"dia memang mirip dengan Jennie"
setelah bersiap-siap Cristal keluar untuk minta izin keluar lagi pada bibi Mary, sekarang pria-pria itu tidak seperti tadi yang hanya berdiri seperti patung . mereka sudah bermain dengan anak-anak panti, tapi Cristal tidak memperdulikannya dia mencari bibi Mary yang ternyata sedang mengantar kakek-kakek tadi berkeliling panti
"bibi!!!!"
"ya ada apa sayang?"
"aku pergi ya?"
"kamu mau pergi kemana?"
"bekerja tuan"
"kakek saja"
"baiklah"
"tapi anak-anak seusiamu ini belum wajib bekerja seharusnya masih belajar"
"aku tidak mau belajar lagi"
"baiklah bagaimana kalau temani kakek berkeliling saja tadi bibi Mary bilang dia harus pergi sebentar"
"benarkan?"
"ya tuan"
"baiklah"
akhirnya hanya tinggal kakek dan Cristal saja
"aku tau kakek sebenarnya mencariku kenapa?"
"kamu memang anak yang pintar"
"aduuugggh"
kakek duduk dikursi taman lalu mengeluarkan hpnya
"apa kamu mengenalnya?"
"ini mama"
"ya Jennie Lee dia pergi dari rumah karena keegoisanku"
"..........."
"Jennie bersikeras ingin menjadi dokter dan tidak mau mengurusi bisnis"
"aku sangat marah karena dia adalah putriku satu-satunya"
"aku mencarinya bertahun-tahun tapi tidak pernah menemukannya"
"tapi ibu sudah..."
"kakek tau"
"baru-baru ini kakek mendapat kabar itu"
"dan kakek juga mencarimu setelah mendapatkan kabar itu"
"jadi apa kau mau ikut bersama kakek ke negara A?"
"dan juga nyonya Mary bilang Moon sudah diadopsi kakek berencana akan membawanya juga"
"tidak boleh"
"dia baru saja merasakan lagi kasih sayang orang tua"
"aku tidak mau dia kesepian lagi"
"apa kau yakin orang tua adopsinya itu baik?"
"ya aku sudah memeriksanya"
"baiklah kalau begitu bersiaplah kita akan berangkat"
"tunggu aku belum setuju"
"biarkan aku memikirkannya dulu"
lalu Cristal pergi ketempat persembunyiannya, disana sudah ada Jayden
"hai..."
"kau kenapa?"
"j aku akan pergi"
"kemana?"
"dengan orang-orang aneh itu?"
"dia adalah kakekku"
"kalau begitu pergilah"
"tapi jangan lupakan aku ya"
"tapi aku masih ragu"
"Cristal pergilah dilihat dari penampilannya kakekmu sepertinya cukup kaya"
"kau bisa belajar apa yang kau mau sepuasnya"
"kau kan pintar jadi asahlah semua keterampilanmu itu dengan bantuan kakekmu"
"jika terus disini kau tidak akan pernah berkembang"
"lalu kau bagaimana?"
"ayahku bilang dia akan segera menjemputku jika aku patuh minggu ini"
"tapi aku meragukan perkataannya"
"tidak apa-apa pergilah"
"kalau begitu sampai jumpa lagi"
Cristal merapikan barang-barangnya lalu berpamitan pada semua orang dia memeluk bibi Mary sangat lama dan untuk pertama kalinya dalam tiga tahun dia menangis