
"ada apa ini?"
"apa acaranya sudah selesai?"
saat itu juga berita-berita mulai bermunculan di internet tak terkecuali Lila putri mosi, melihat notifikasi dari hpnya dia terdiam dia hanya menatap ayahnya dengan wajah kecewa lalu pergi, ibunya mengejar dan tinggallah Cristal dan Mosi saja diruangan itu
"kau sangat keterlaluan!!!"
mosi melayangkan tamparan kearah Cristal, tapi tentu saja tidak kena Cristal langsung menjatuhkannya ke lantai
"kau berpikir berlebihan mengenai diri sendiri tuan" mosi"
"kau terlalu meremehkanku"
"kau kira kau bisa mengalahkaanku?"
"bahkan organisasi pembunuh saja tidak berani padaku"
mosi terkejut mendengarnya
"sia-sia saja kau membayar mereka"
"cek lagi saja rekeningmu"
"uangmu sepertinya sudah dikembalikan"
"bagaimana kau tau"
"organisasi pembunuh tidak akan membocorkan informasi orang yang mengajukan misi"
"kau tidak perlu tahu"
"yang kau perlu tahu"
"aku sangat ingin membunuhmu"
"tapi tidak akan kulakukan"
"kau seorang yang berada dibawah raja maka aku akan membuat raja sendiri yang menghukummu"
"kau tidak akan bisa"
"ini saja tidak bisa membuat raja percaya"
"oh..."
"aku beritahu kau sebuah rahasia"
ketiga sampah yang terlibat itu ada ditanganku sekarang"
"tidak ada seorangpun yang tidak mengaku didepanku"
"......"
"nikmatilah harimu"
"aku tidak akan mengganggumu"
Cristal pergi meninggalkan ruangan itu, Dony sebagai orang terakhir juga sudah ditangkap dia dibawa keruangan yang sama dimana Toni berada, saat masuk dia sudah gemetaran, ditempat tidur dia melihat Toni yang terikat dia tidak sadarkan diri badannya terlihat sangat kurus lingkaran matanya menghitam
"apa kau ketakutan?"
cetus seorang anak buah Cristal
"aku saja tidak bisa menebak isi kepala bosku"
dia ditinggalkan didalam ruangan itu, Dony langsung menghampiri Toni
"hei bangun!"
Cristal yang baru pulang dari pesta Mosi langsung datang kesana, saat pintu terbuka Dony ketakutan lagi
"hai"
"apa kau sudah bertemu temanmu?!"
"dia sepertinya kelelahan"
Cristal memeriksa keadaan Toni
"emm"
"sudahlah tidak usah berpura-pura tidur"
Toni pelan-pelan bangun
"baik karena kalian berdua sudah disini"
"langsung saja katakan kebenarannya padaku"
"apa yang terjadi di boat!"
Toni diam saja setelah sekian lama akhirnya pertanyaan ini datang juga
"nnnona itu benar-benar kecelakaan"
"oh"
"kau bisa bertanya pada temanmu itu bagaimana aku"
Cristal mengeluarkan foto-foto luka pada jasad Moon
"jika tenggelam ini semua tidak mungkin ada"
"kepolisian sudah disuap oleh kalian sehingga bukti ini tidak muncul di media"
"jadi bukti ini tinggal diperkuat dengan pernyataan kalian"
"......."
"tidak bicara juga ya?"
Cristal menyeret Dony Lim hingga ia terpojok ke dinding lalu mencekiknya
"kaki, punggung, kepala semuanya luka!!!"
"kalian memintaku percaya ini semua hanya kecelakaan"
"aku lebih berpengalaman dalam hal ini dibandingkan dengan kalian"
"lebih baik katakan semuanya sekarang..."
"jika tak mau kukuliti hidup-hidup detik ini juga!!!!"
saking ketakutannya Dony sampai ngompol dicelanya, Cristal membanting Dony ke lantai
"ampun nona"
"jelaskan!!!!"
"bbbbaik"
"baik"
Dony mulai menjelaskan
"malam itu kami sudah membuat janji dengan manager nona Moon"
"tuan Mosi juga sudah mentransfer uangnya"
"kami berdua bertugas untuk mengantarkan nona Moon"
"kami menggunakan boat untuk menghindari paparazi karena lokasi tujuan kami adalah hotel Zuma"
"yang berada didekat danau Syu"
"tapi nona Moon memberontak begitu dia sadar kami mengubah rute"
"kami berdebat beberapa saat"
"disamping itu Mosi terus menekan kami agar membawa nona Moon secepat mungkin"
"jadi kami mengikatnya"
"tapi dia masih saja berontak"
"saat aku mencoba bicara padanya dia meludah kearahku"
"karena emosi aku memukul kepalanya dengan botol anggur hingga botolnya pecah"
"dia langsung pingsan"
"kami mengira dia sudah mati"