
"halo sayang"
"aku turut berdukacita untukmu"
"terimakasih paman"
"paman Rosther datang untuk mengundang kita untuk datang ke pesta pernikahan putrinya"
"apa?"
"kakak Julia akan menikah?"
"benar"
"dia tidak memberi tahuku apa-apa"
"hahaha mungkin karena kau sangat sibuk sayang"
"aku tau"
"kalau begitu aku istirahat dulu kakek"
"kalian lanjutkan saja"
"baik pergilah"
beberapa Minggu kemudian pesta pernikahan diadakan Cristal dan kakek datang dan disambut oleh tuan Rosther
"Cristal!!!!!"
teriak Julia dengan sangat antusias dan dia langsung memeluk Cristal
"lepaskan aku"
"aku tidak bisa bernafas"
"aduh nona tidak bisakah kau tidak bersikap dingin padaku?"
"dari kecil kau selalu seperti ini tapi kau juga yang paling kusayangi"
"jadi aku harus bagaimana"
"huuuh"
"apa lebih kau tidak menyayangiku sayang?"
"diamlah!!"
"dia adalah adikku"
"dan kau adalah sesuatu yang berbeda"
"hahaha kalian ini"
"kalian sudah menikah lo jangan terus bertengkar"
"Jeff kau harus menjaga Julia dengan baik atau aku akan menghancurkan masa depanmu"
Jeffry melihat kebawah dan bersembunyi dibalik istrinya dari Cristal dengan cepat
"tidaaaak"
"hahahaha"
mereka menikmati kebersamaan mereka
"Cristal aku ingin memperkenalkan seseorang padamu"
"siapa?"
"dia temanku saat kuliah"
"dia sangat tampan lo"
"Jeff jangan menggoda Cristal terus"
"baiklah baiklah"
"tapi dia juga dingin sepertimu"
Jeffry menarik Cristal untuk mencari temannya
"tunggu sebentar"
"oh itu dia"
"bro!"
"kemarilah!"
pria itu berdiri sendiri dibalkon
"biar kuperkenalkan ini adalah Jayden"
"dan Jayden ini adalah Cristal"
"oh"
"oh"
"oh????!"
"kalau begitu aku tidak meu berurusan dengan kalian lagi"
Jeffry pergi meninggalkan mereka
"kalau begitu aku akan pergi"
"Cristal!"
"apa kau benar-benar tidak ingat aku?"
suasana diantara mereka menjadi berbeda
"aku ingat"
"jadi mengapa kau tidak berbicara apapun?"
"aku hanya tidak tau harus berkata apa"
"saat melihatmu lagi aku senang kau hidup nyaman Jayden"
"kau adalah temanku dan akan begitu selamanya"
Jayden langsung memeluk Cristal
"maaf aku sangat merindukanmu Criss"
"aku berlari mengikuti mobilmu hari itu"
"aku mencari keberadaanmu"
"tapi aku sadar kau berdiri ditempat yang tidak bisa aku capai"
Cristal sebenarnya juga merindukan Jayden tanpa ia menyadari perasaannya yang sebenarnya karena itu dia tidak keberatan Jayden memeluknya
"ehem m..."
Julia dan Jeffry memergoki mereka sontak mereka melepaskan pelukan mereka
"wow ada apa dengan 2 orang ini Jeff?"
"...."
"jeff??!!"
Jeffry masih bengong dengan mulut menganga karena syok melihat mereka dan Julia menepuk mulutnya
"tutup mulutmu itu sayang"
Jeffry kembali tersadar
"woooow!!!!"
"perkembangan kalian sangat cepat aku tidak menyangkanya"
Jeffry menggoda Cristal dan Jayden
"bagaimana caramu melelahkan wanita es ini bro?"
sambil meletakkan lengannya dibahu Jayden
"ini bukan seperti yang kalian pikirkan"
jelas Cristal datar
"oh ayolah nona"
"aku menarik tanganmu saja"
"kau membanting ku sangat keras"
"dan kau tidak melakukan apa-apa pada pria yang memelukmu yang baru kuperkenalkan padamu"
Julia hanya tertawa melihat tingkah suaminya dan teman-temannya
"dia sahabatku"
jelas Cristal datar sambil meninggalkan mereka dan Julia mengikutinya untuk kedua kalinya Jeffry syok saat itu
"itu.. itu.."
"hei bro"
"apa maksud penyihir itu?"
Jayden menepuk jidat Jeffry
"jangan panggil dia begitu"
Jayden juga pergi lalu Jeffry mengikutinya
"hei J kalian benar-benar saling kenal?"
"yaps"
"dia adalah sahabat masa kecilku"
langkah Jeffry terhenti karena syok untuk ketiga kalinya