
Beberapa hari dari hari itu kakek tidak berbicara apa-apa lagi dan hal ini membuat Cristal menjadi menyesal telah membentak kakek
"paman dimana kakek?"
"tuan besar ada di paviliun nona"
"beliau sering kesana akhir-akhir ini"
"terimakasih paman"
Cristal pergi ke dapur dan ingin membuatkan sesuatu untuk kakek
"bibi apakah kakek meminta sesuatu?"
"oh nona"
"tuan meminta kami menyiapkan teh"
"biar aku saja yang melakukannya"
"tidak usah nona"
"ini sudah pekerjaan kami"
"tidak apa-apa bibi"
Cristal membuat teh untuk pertama kalinya dirumah itu demi kakek dan juga mengantarkannya sendiri, Cristal mengetuk pintu dan masuk terlihat kakek yang sedang melukis didalam
"taruh saja disana"
ucap kakek karena dia mengira yang mengantarkan teh adalah asistennya Cristal tidak memperdulikannya dan langsung duduk dan menyeduh teh itu
"apa kau tidak mendengarkan perkataanku?!!....."
saat melihat kebelakang kakek langsung berbalik lagi
"apa?!"
"aku tidak menuangkannya untukmu"
"teh ini untukku"
"........"
kakek hanya diam saja
"dasar pria tua yang suka ngambek"
"sampai kapan kau akan mendiamkanku?"
kakek masih diam dan melanjutkan lukisannya dan Cristal juga meminum tehnya
"aku akan kepulau Arck besok"
"tidak tau akan bisa pulang atau tidak"
*pulau Arck adalah salah satu pulau berbahaya bagi orang biasa karena didalamnya terdapat hewan-hewan buas jika tidak berhati-hati
"aku kesana untuk berlibur kudengar pantai dan hutannya sangat keren"
"aku pergi sendiri tanpa mike"
sebenarnya mendengar hal itu kakek menjadi sangat khawatir dia ingin menghentikan Cristal sampai-sampai tangannya berhenti melukis tapi masih gengsi untuk berbicara, Cristal mendekati kakek dan memeluknya dari belakang
"jangan khawatir aku ini sangat kuat lebih dari yang kau bayangkan"
"maaf atas sikap burukku kakek"
"aku menyayangimu pak tua"
Cristal mencium pipi kakek dan keluar sontak saja kakek mengejarnya keluar tapi saat melihat diluar pintu Cristal sudah tidak ada
"Cristal!!!!"
teriak kakek Cristal yang berdiri santai dibelakang kakek tertawa terbahak-bahak
"hahahaha"
"lihatlah ekspresmu itu"
kakek marah lagi dan Cristal langsung memeluknya
"ayolah kakek"
"kau marah lagi?"
"kalau kau mendiamkanku lagi aku akan benar-benar pergi ke pulau Arck"
"tidak!!!"
"tidak boleh"
mereka tertawa bersama
"maafkan aku kakek"
"aku tidak sengaja membentakmu waktu itu"
"iya sayang"
"terlalu berbahaya"
"kakek tidak akan mengizinkanmu"
"aku tidak pergi sendiri"
"Rayan dan Ben juga akan ikut"
"tidak tidak tidak "
"dua pemuda aneh itu tidak akan bisa melindungimu"
"ayolah pak tua"
"tidak"
"terlalu berbahaya!"
"kakek"
"....."
kakek terpikirkan sebuah ide
"tapi kalau kau didampingi orang itu boleh"
"aku juga menjadi lebih tenang"
"kau jangan mulai lagi"
"dia juga ikut kemiliteran tau"
"dia pasti bisa melindungimu"
"heeeeeh"
"baiklah"
Cristal akhirnya tidak bisa membantah kakek lagi
"tapi sebenarnya siapa dia?"
"besok akan tau juga"
"dasar"
"sayang disana terlalu berbahaya"
"kau yakin tidak mau ke Islandia, Maladewa atau ke Hawai atau yang lain yang lebih aman saja?"
"tidak"
"baiklah aku mau kekamar dulu kakek jangan merindukan aku nanti ya"
"kau juga baru pergi besok gadis kecil"
kakek langsung menghubungi seseorang
"halo tuan Cole"
"oh bagaimana kabarmu tuan besar Lee?"
"baik. baik"
"hahahaha "
"hal apa yang membuat tuan Lee sampai menghubungiku?"
"tentu saja masalah para anak muda itu"
"apalagi"
"oh hahaha"
"jadi bagaimana?"
"apakah tuan muda Cole sibuk dalam beberapa hari ini?"
"cucu kesayangan kecilku itu besok katanya akan berlibur ke pulau Arck"
"wah nona kecil itu sungguh pemberani"
"tapi aku sangat khawatir"
"aku berharap tuan muda Cole bisa ikut serta dalam perjalanannya dan membantu melindungi gadis kecilku"
"ternyata begitu"
"anda tenang saja tuan"
"aku akan menyuruhnya pergi besok"
"ngomong-ngomong mereka kesana dengan apa?"
"belum ada kutanyakan nanti akan dihubungi lagi"
"baiklah tuan Lee"