REVANGE TIME

REVANGE TIME
Star Club



"kau mau kemana?"


Cristal diam saja dan saat membuka pintu sudah ada seseorang disana


"maaf ada perlu apa ya?"


"kau kau..."


"maaf bibi anda kenapa?"


"apa kau bukan Mo?"


"bukan!"


"ternyata bukan"


"kalau begitu sedang apa kau disini?"


"memangnya kenapa?"


"ada apa nona Cristal?"


"siapa itu?"


Kevin keluar dan melihat


"bibi?"


"mau apa lagi kesini?"


"siapa dia?"


"dia.."


"aku ibunya Moon"


"ooh"


"kalau begitu pergilah"


"apa hakmu mengusirku?"


"bibi sudah kubilang barang-barang Moon tidak boleh dibawa"


Cristal melirik Kevin


"dia adalah putriku tidak ada salahnya barang-barangnya kami ambil"


"bibi sepertinya kau salah paham"


"apa?"


"dia bukan putrimu!"


"dan pergilah aku malas berurusan denganmu"


"tidak bisa!"


"aku tau kau adalah saudarinya tapi dia juga harus membayar harga saat aku membesarkannya"


Cristal mendorongnya hingga terjatuh


"beraninya kau"


Cristal menelfon Mike


"Mike"


"ya nona"


"aturkan bodyguard untuk apartemen"


"jangan biarkan seorangpun masuk tanpa izinku"


"baik nona"


"Kevin pastikan dia tidak menyentuh apapun"


"ya"


Cristal pergi


"hei tunggu!!!"


Cristal pergi begitu saja didalam mobilnya dia kembali dihubungi oleh Mike


"ya Mike"


"nona ini tentang Mosi"


"katakan"


"nona saya curiga dia secara rahasia terlibat dalam banyak kegiatan ilegal"


"narkoba, perdagangan organ manusia, dan pembunuhan"


"kami menemukan ini karena ada banyak sekali rekening bank luar negeri miliknya dengan jumlah nominal yang tidak seharusnya dan beberapa orang hilang yang kasusnya ditutup atas perintah seorang kepala polisi"


"dan bukan kebetulan bahwa Mosi sering bertemu dengannya"


"kami juga sudah menyelidiki siapa saja yang sering bertemu dengannya selain kepala polisi itu"


"dan itu adalah Tommy Stark"


"siapa dia?"


"kenapa aku tidak pernah mendengar namanya?"


"dan juga seorang pebisnis ilegal"


"yang namanya sangat besar dipasar gelap"


"baiklah"


"sepertinya kita harus menemuinya dulu"


"dari hasil penyelidikan dia akan ke club star setiap kamis malam dan baru pergi Jum'at siang"


"baik kebetulan sekali hari ini hari kamis"


"dan bagaimana kedua orang itu?"


"mereka dibawa kerumah sakit nona"


"sepertinya kau benar media sudah merilis beritanya"


notifikasi baru saja masuk ke hp Cristal


"sekarang kita kemana nona?"


kata supir Cristal


"bersiap menemui tuan stark"


"baik nona"


lebih kurang jam 8 malam Cristal sampai di club star


setelah masuk dan memesan minumannya dia bersiap menunggu kedatangan Tommy Stark


"nona maafkan saya"


"tapi anda sangat mirip dengan mendiang nona Mo"


seorang barista yang mengantar minuman menyapanya


"begitukah?"


"sangat mirip nona"


"saya bahkan berfikir tadi itu anda adalah nona Mo"


"tapi dia tidak pernah berpakaian seperti anda saat kesini"


"apakah dia sering kesini?"


"tidak juga"


"karena saya penggemarnya saya selalu ingat"


"dia kesini hanya untuk membahas pekerjaan dengan beberapa sutradara"


"dia tidak pernah minum apapun disini"


"dan selalu pergi setelah 20 menit"


"mungkin untuk berjaga-jaga agar tidak dimanfaatkan oleh para orang tua mesum itu"


"......"


Cristina hanya mengangguk sambil menikmati minumannya


"kalau boleh tau siapa saja yang bertemu dengannya disini?"


"kalau itu saya juga kurang mengetahuinya nona"


"tapi setiap kali pasti selalu bersama dengan bos"


"baiklah terima kasih"


"tentu"


"nikmati minuman anda nona"


tak berselang lama Tommy Stark datang, laki-laki hidung belang seperti dia selalu memilih gadis-gadis untuk menemaninya begitu ia masuk, saat melihat Cristal dia langsung menghampirinya


"wah wah wah....."


"lihat siapa ini"


"apakah Tuhan menurunkan bidadari kesini malam ini?"


"nona anda cantik sekali"


"dan wajahmu itu mengingatkan kita semua pada seseorang"


"begitukah?"


"apakah mendiang nona Mo?"


"barista itu juga barusan bilang begitu"


"woooow"


"karakter yang pemberani"


"aku suka itu"


"sangat berbeda dengan wanita itu"


"dia sangat sulit diajak kompromi"


"dan selalu jijik pada kami"