
"Cristal?!"
kakek mengetuk pintu kamar Cristal dan Cristal langsung membukanya
"........"
"eem"
"besok kalian berangkat dengan apa?"
"........"
"biar nnti dia bisa menunggu kalian disana"
"suruh tunggu di pelabuhan burma saja"
"ok"
kakek pergi dengan senang, keesokan harinya Cristal berangkat ke Burma sendiri karena Rayan dan Ben sudah duluan pergi dan menunggunya disana sesampainya disana Cristal langsung menuju ke pelabuhan karena mereka akan melanjutkan perjalanan menuju pulau Arck dengan fery
"Chris?!!!"
Rayan menghampiri Cristal
"bagaimana perjalananmu?"
"yah begitulah"
"mari Ben sudah menunggu kita di kapal"
"tunggu ada satu orang lagi"
"siapa?"
"tidak tau kakek memaksa mengajak dia"
"apa?!"
"ini bukan jalan-jalan kau tahu"
"yah mau bagaimana lagi sangat susah berbaikan dengan orang tua itu"
"jadi bagaimana kita tau dimana orangnya?"
"dan bagaimana kita menjaganya?"
"nanti kita turun diam-diam dengan kapal cadangan"
"Christal?!!!"
dari kejauhan seorang pria memanggilnya dan mereka menengok kearah pria itu
"hai"
"jadi kau yang disuruh kakek Lee?"
"halo saya Jayden Cole"
sambil berjabat tangan dengan Rayan
"hai Rayan"
"........"
Cristal masih terkejut dengan kedatangan Jayden
"baiklah ayo kita jalan"
Cristal berjalan duluan menuju kapal disana Ben sudah menunggu mereka saat datang dia langsung menyambut teman-temannya itu
"hai bos"
"Rayan siapa ini?!"
Rayan memberi kode dengan matanya
"oooo....."
"hai Ben"
ben memberi salam pada Jayden
"halo saya Jayden"
"jadi bro apa kau akan ikut dalam misi kali ini?"
"Ben!!!!!"
bentak Cristal Rayan langsung menepuk jidatnya
"misi?"
"berlibur?"
"bos apa maksud semua ini?"
Cristal duduk dan akhirnya menjelaskan yang sebenarnya
"J sebenarnya ini bukan liburan"
"jadi kalau kau merasa tidak sanggup turunlah sekarang"
Jayden duduk kesamping Cristal dan membuat Rayan dan Ben bergosip ria
"apa berkaitan dengan diculiknya profesor Ali?"
bisik Jayden Cristal langsung menatap kearah Jayden dan membuat mereka saling bertatapan dalam jarak dekat
"Ben sepertinya aku sedikit haus ayo temani aku mengambil beberapa minuman"
Rayan menarik Ben pergi
"darimana kau tahu informasi itu?"
Cristal bersiap dengan senjata dibelakangnya
tapi Jayden sudah mengetahuinya dan dia memegang tangan Cristal yang memegang senjata
"jangan takut aku tidak berada di seberang"
"aku selalu di pihakmu"
"kau bukannya seorang jenderal militer?"
"berati kau adalah musuh"
"selama kau tidak mengancam negara kau bukanlah musuh"
Jayden melepaskan tangannya lalu duduk lebih santai
"hahahaha"
"Chris kau tidak pernah berubah"
"selalu waspada dan berhati-hati"
"tenang saja aku akan melindungimu"
"tapi sepertinya kau tidak membutuhkan itu dariku"
"tapi pertanyaannya kenapa kau tertarik dengan kasus ini?"
"bukannya kelompok Belial tidak pernah menyinggung kalian?"
"profesor Lee adalah guru kami"
"ternyata begitu"
"tapi pulau itu sudah dikepung tentara gabungan jika kalian masuk seperti ini kalian akan tertangkap"
"heh..."
senyum sinis Cristal
"kalau begitu kenapa kita tidak bertaruh saja?"
"jika aku bisa masuk sampai 10 meter dari markas Belial tanpa diketahui tentara"
"kau harus berhenti mengikuti kami"
"tidak"
"Belial sangat berbahaya 10 meter terlalu dekat"
"apa kau meremehkan aku?"
"tidak tapi...."
"ok kau lihat saja"
Cristal pergi menemui Rayan dan Ben
"bagaimana?"
"lakukan sesuai rencana"
"dugaan kita benar anggota militer sudah bergerak lebih cepat"
"lalu..."
"tenang saja ada atau tidak adanya Jayden kita tidak akan tertangkap"