REVANGE TIME

REVANGE TIME
mencari bukti yang hilang



"aku hanya ingin mendiskusikan tentang mayat ini denganmu"


"menurutmu apa yang dia alami sehingga ia meninggal?"


"ini... sebagai orang forensik jelas dia dia adalah korban yang tenggelam"


"apakah ada hasil CT scannya?"


"masih belum keluar"


"jika tidak melihat hasil CT memang agak sulit tapi luka dikakinya itu jelas seperti terkena baling-baling"


"memar dipergelangan kakinya akibat diikat dengan tali"


"dipunggungnya seperti ditusuk dengan benda tajam"


"dan kepalanya terlihat luka juga"


"jadi kesimpulannya dia adalah korban pembunuhan?"


"90 persen kuyakin ini adalah pembunuhan"


"kenapa?"


"apa ini misimu?"


"ya dia adalah misi terbesar dalam hidupku"


"baiklah terimakasih"


"tunggu...."


"apa ini mayat aktris negara X itu?"


"kenapa kau bisa mendapatkan fotonya sejelas ini?"


"apa kau mengenalnya?"


Cristal langsung mematikan videonya. disisi lain tuan Kim dan tuan Lim bertemu dengan seseorang


"tuan bagaimana ini?"


"kami tidak tahu dia adalah orang club M"


"ini sangat bahaya"


"walaupun masyarakat percaya"


"tapi Cristal itu tidak mudah"


"apa anda melihat tatapannya di konferensi pers kemarin?"


"matanya sudah memancarkan amarah dibalik masker itu"


"diamlah!!!!"


"dia hanya seorang gadis kaya"


"selama kita tidak meninggalkan bukti apapun"


"club M atau siapapun itu tidak akan pernah tahu"


"nanti sore polisi akan menutup kasusnya kalian tenang saja"


setelah pengumuman resmi kepolisian menutup kasus Moon Cristal semakin marah


"mike aku ingin semua rekaman cctv"


"maaf nona"


"kami sudah mencarinya dari kemarin tapi semua rekaman menghilang"


"aku curiga ini semua ada ditangan polisi"


"kalau begitu kenapa tidak mengambil dari kepolisian?"


"tidak bisa nona"


"keamanan mereka sangat ketat"


"baru saja dilaman luar komputer kita sudah terinfeksi"


"aduhg"


Cristal lupa ialah orang yang memasang keamanan itu dan memang tidak bisa dibuka dari komputer lain


"baiklah kalau begitu kita kekantor polisi sekarang"


sesampainya dikantor polisi Cristal turun dan mencari polisi Gwang


"maaf pak apa pak Gwang ada?"


"oh ada nona dia ada diruangannya"


"baik terimakasih pak"


Cristal diantar keruangan pak Gwang


"halo pak"


"ya silahkan duduk"


"maaf ada perlu apa?"


"bagaimana kabarmu pak?"


"apa anda tidak mengenalku lagi?"


polisi Park juga masuk keruangan


"pak Gwang ayo makan siang"


"apa kau sedang ada tamu?"


"halo polisi bodoh"


"kau!"


"apa kau gadis kemarin?"


polisi Park duduk disamping Cristal


"waaah benar-benar"


"ini adalah ke-tiga kalinya aku dipanggil bodoh oleh orang"


"pertama gadis kecil beberapa tahun lalu, lalu kemarin dan sekarang olehmu"


sambil menepuk jidatnya


"kalau dipikir-pikir gadis kecil itu seharusnya memang sudah sebesar dirimu"


"apa jangan-jangan.."


"ya itu aku"


"benarkah"


teriak kedua polisi itu


"pantas saja aku merasa aku pernah melihatmu"


"kenapa kau terus memakai masker?"


"tidak apa-apa"


"yah terserah kau saja gadis nakal"


"apa yang membuatmu kesini?"


"sebenarnya aku membutuhkan bantuan kalian"


"mengenai apa?"


"kasus Tang Moon"


"apa?"


"apa kau gila?"


"polisi baru saja menutup kasusnya"


"aku sarankan kau jangan ikut campur dalam masalah ini"


"itu akan membuatmu tetap aman"


"lagipula kenapa kau peduli padanya?"


"pak apa kalian tahu namaku?"


"tentu saja waktu itu kau bilang"


"siapa?"


"Xia Cristal"


"dan apa kalian tahu nama korban?"


"tentu saja Tang Moon"


"tidak bukan Tang Moon"


"tapi Xia Moon"


"apa kau demam?"


polisi Park meraba kening Cristal


"ini bukan permainan nak pulanglah"


akhirnya Cristal membuka maskernya dan kedua polisi itu langsung terkejut


"kau.."


"kau"


"apa kalian terkejut?"


sambil memasang kembali maskernya


"apa jangan-jangan kau Cristal yang kemarin membuat konferensi pers itu?"


"ya"


"tapi jika benar bukankah kau dari club M?"


"lalu mengapa butuh bantuan kami?"