
Cristal mengambil suntikan yang sudah ada isinya dan langsung menyuntikkan cairan itu pada toni. cairan itu membuat kulit terasa seperti terbakar
"eeegggghhhhhh"
"hentikan"
sakit yang luar biasa itu berlangsung selama sepuluh menit
"bagaimana?"
"iya aku akan mengatakannya"
"itu tuan Mosi"
"dia yang menyimpannya"
"oh"
"apa hanya Moon?"
"tidak beberapa artis juga sudah menjadi korbannya"
"apa kau yakin?"
"ya"
"aku punya buktinya saat dia memperkosa gadis-gadis itu"
"untuk berjaga-jaga jika dia akan membuangku"
"berikan!"
"ada didalam laci lemari paling dalam dikantorku"
"baiklah atas kerjasamamu kau akan tetap hidup"
"selamanya disini!"
"tidaaaaak aku mohon"
Cristal pergi begitu saja dari sana, disisi lain Mosi sudah mendapatkan kabar bahwa Toni menghilang
"tuan"
"Toni sudah menghilang"
"hilang?"
"ya tuan"
"kemarin manager Moon juga diculik"
"ini pasti berhubungan dengan kematian Mo"
"sial!"
"apa kau tahu pelakunya?"
"menurutku club M"
"apa mungkin?"
"mereka hanya pebisnis"
malam itu Cristal menyebar bukti-bukti penyuapan terhadap beberapa pejabat dan polisi dan sasaran ketiganya adalah Jors Smith polisi yang menangani kasus Mo, ini membuat kegemparan di negara X setelah itu Cristal menghubungi perdana menteri
"halo tuan Yuan"
"halo siapa ini?"
"aku Cristal Lee"
"oh halo nona Cristal"
"sepertinya negaramu sangat kacau tuan"
"....."
"aku hanya berharap kalian akan adil"
"kau tahu apa maksudku"
"orang hukum harus dihukum oleh negara"
"pebisnis aku saja yang urus"
"jika ingin tetap mendapatkan kerja sama denganku"
Perdana menteri tahu persis apa maksud Cristal
"aku mengerti"
disisi lain Mosi mulai ketar ketir
"tuan satu persatu orang kita mulai berjatuhan"
"Dony juga ketakutan"
"dia sekarang bersembunyi di villa"
"baiklah"
"jika dia ingin berperang denganku maka aku akan menerimanya"
keesokan harinya adalah hari pesta Cristal menjadi sorotan karena untuk pertama kalinya dia tidak menggunakan masker dihadapan publik, didalam aula acara dia disambut langsung oleh Mosi
"senang anda bisa menghadiri pesta kecil kami ini"
"sama-sama tuan Mosi"
"silahkan nona Cristal duduk dulu"
acara akhirnya dimulai, mulai dari peniupan lilin hingga pemberian hadiah semua berjalan lancar-lancar saja, namun seketika pesta yang mewah itu berubah menjadi bencana karena layar besar dihadapan tamu undangan yang awalnya menayangkan momen-momen Mosi dengan istrinya, sekarang memperlihatkan mosi saat melecehkan beberapa wanita. semua menjadi heboh, istri Mosi sangat marah dia sudah sangat gemetaran matanya membelalak pada mosi
"siapa?!!!"
"cepat hentikan!!!"
beberapa tamu memilih meninggalkan tempat itu, beberapa dari mereka malah mengejek Mosi sebelum pulang
"waah tuan Mosi kau sangat luar biasa hahaha"
sambil menepuk pelan pundak Mosi
"kau bermain terlalu kasar lihatlah gadis-gadis itu"
Mosi sangat dipermalukan, setelah semuanya pulang
"dasar binatang!"
teriak istri Mosi sambil melemparinya dengan gelas
"beraninya kau melakukan ini dibelakangku!"
"sayang dengarkan dulu penjelasanku"
"tidak beradab!"
istrinya mengamuk dan memukulinya
"biarkan aku menjelaskan"
"hei tunggu dulu"
"waaah wah wah"
"ternyata tuan Mosi yang sangat pemberani hanya seekor kucing rumahan didepan sang nyonya"
seketika perkelahian mereka berhenti melihat Cristal yang masih duduk manis sambil minum wine menikmati perkelahian mereka
"siapa kau?"
"oh maafkan aku nyonya"
"aku adalah Cristal Lee CEO club M"
"kau!"
"apa ini semua perbuatanmu?"
teriak Mosi
"kenapa?"
"apa kau berani padaku?"
"wanita gila!"
"kau sudah mempermalukanku hari ini"
"aku tidak akan membiarkanmu"
"sampah sepertimu berani mengancamku?"
"ayolah Mosi ini belum seberapa"
"bagaimana jika tadi aku mempostingnya di internet?"
"oh bagaimana jika aku mengirimkannya pada raja"
"hahahaha"
"beraninya kau!"
"kenapa kau melakukan ini padaku?!"
"apa kau lupa atau pura-pura tidak tahu?"
"ini menjadi tidak seru"
Cristal menatap serius wajah mosi dengan kemarahan dia berjalan kearah mosi
"kau sudah melewati batasku!"
"kau menyentuh orangku!"
"apa kau lupa!!"
"kali ini tidak akan ada yang bisa menolongmu dariku"
"maafkan aku tapi aku tidak membunuhnya"
"begitukah"
saat itu putri Mosi yang baru saja tiba dari luar negri masuk
"ayah ibu...."