
dipintu hotel para wartawan sudah menunggu kedatangan Cristal, begitu keluar mereka langsung mengerumuni Cristal dan melontarkan berbagai pertanyaan
"maaf aku tidak bisa menjawab pertanyaan kalian"
"tapi nanti kalian akan segera berterima kasih padaku karena mendapatkan berita hebat"
"jadi tunggu saja"
disisi lain Mosi yang sedang menyaksikan siaran itu
"heh masih bisa percaya diri"
"mari kita lihat kau akan tertawa berapa lama"
setelah tiba dikantor polisi Cristal segera diintrogasi
"nona apa anda mengenal kedua orang ini?"
penyidik itu mengulurkan foto Toni dan Dony
"ya tentu saja"
"mereka adalah pengusaha"
"dan aku pernah melihatnya di tv"
"dari hasil penyelidikan kami sebelum kedua orang ini ditemukan dalam keadaan yang mengerikan"
"mereka berhubungan dengan mendiang nona Tang Moon"
"dan ada saksi yang mengatakan anda akan mencari dan menghukum pelaku pembunuhan nona Tang"
"meski kepolisian sudah menetapkan kasus ini murni bunuh diri"
"benarkah?"
"maaf...."
"memang benar aku mengatakan semua itu"
"bahkan beberapa wartawan memiliki rekamannya"
"tapi tidak tau kenapa tidak ada satu media pun yang menyiarkannya"
"dan tau apa anda tentang kasus Moon?"
"nona saya sudah membaca laporan itu sebelumnya"
"dan karena hal ini anda menjadi orang dengan motif terkuat untuk melakukan kekerasan"
"tapi jika demikian kenapa aku harus menangkap kedua orang itu?"
"apa mereka pelakunya?"
"....."
polisi itu tidak bisa berkata-kata lagi, seseorang tiba-tiba masuk keruangan yang tidak lain adalah Mosi
"wah wah wah"
"coba lihat siapa ini"
para polisi itu memberi hormat padanya sedangkan Cristal hanya duduk santai tanpa peduli
"nona Cristal seorang CEO perusahaan besar"
"apa mereka memperlakukan anda dengan baik nona?"
"katakan saja"
"hahaha"
"apa kau senang?"
"sebenarnya aku sedikit sedih melihat seorang wanita cantik harus duduk disini"
"bagus"
"karena begitu aku keluar besok pagi maka kau akan tamat!"
Cristal tersenyum sinis
"bukti-bukti yang kalian punya tidak kuat"
"dan aku disini hanya karena dugaan mereka"
"tanpa bukti kau tidak bisa menahanku lebih dari 48 jam"
"memang benar"
"tapi apakah kau bisa keluar dari sini atau tidak"
"itu tergantung dengan sikapmu"
"Mosi Mosi"
"tapi kau tetap saja bodoh"
"malaikat kematian sudah disampingmu tapi kau tidak melihatnya"
senyum Mosi seketika hilang dan dia menjadi sangat marah
"dan biar kuperingatkan kau"
"aku adalah warga negara asing"
"aku memiliki kedutaan negaraku"
"kau tidak bisa semena-mena terhadapku"
"dan Club M"
"mungkin kau tidak takut"
"tapi apakah perdana menteri berpikir begitu?"
"kurasa kau akan mendapatkan masalah besar"
Mosi yang kesal mencekik leher Cristal
"kalau begitu kau mati saja hari ini!!!"
Cristal langsung menendang dan menjatuhkan mosi
"dengan kemampuan tarung seperti itu mau melawanku?"
"dasar anjing tua bodoh"
diluar ruangan para polisi menjadi riuh karena kedatangan perdana menteri, mereka menyambutnya dan mengantarkan ke ruang penyelidikan. saat masuk Mosi masih tergeletak di lantai dan berusaha untuk berdiri
"loh kenapa anda disini tuan Mosi?"
"perdana menteri!"
Mosi segera bangkit
"kenapa anda kemari pak?"
"saya mendengar nona Cristal dibawa kesini"
"jadi saya datang"
"sedangkan anda kenapa?"
"sama seperti anda pak"
"oh baiklah"
"bagaimana keadaan anda nona?"
"baik tuan"
Cristal kembali duduk ke kursinya
"apa anda ingin pergi sekarang?"
"tidak perlu"
"aku akan menjalankan prosedurnya dengan benar"
"anda cukup bantu awasi"
"beberapa serangga pengganggu yang tidak berkepentingan masuk"
"tentu saja nona"
"kalau begitu saya akan pergi dulu"
"ayo tuan Mosi"
"sebaiknya kita tidak menggangu para penyidik menjalankan tugasnya"
"kalau begitu....."
"....."
"ada apa tuan Mosi?"
"tidak ada apa-apa pak ayo"
"permisi nona"
sebelum mereka meninggalkan ruangan
"maaf perdana menteri"
"begitu anda pergi mungkin nyawaku akan sedikit terancam"
"tapi itu bukan masalah besar kan?"