
Ashley lelah mencarinya, entah di mana pria itu menyembunyikannya. Castle ini begitu mencurigakan, tingkah pelayan di sini aneh. Ia merasa ada yang tidak beres.
"Ada yang disembunyikan dari pria busuk itu." Sukses membuatnya berpikir keras, sesekali mengecek beberapa pelayan.
Namun, mereka seperti boneka yang kerjaannya hanya melirik dan melakukan rutinitas mengelilingi Castle tanpa memedulikan sesama pelayan di sekitarnya.
Sulit baginya mencerca kondisi saat ini. Yang perlu dilakukannya adalah mengelilingi setiap sudut Castle sampai ia menemukan tujuannya datang kemari.
****
"Wow, perpustakaannya besar sekali. Kenapa kalian baru memberitahuku sih." Ketus Jiao Chan.
"Putri, kami mohon maaf.. perpustakaannya baru selesai di bersihkan dan khusus untuk Anda yang suka membaca." Jiao Chan merasa bersalah memarahi pelayannya itu.
Tidak perlu waktu lama, Jiao Chan langsung masuk dan mencari beberapa buku untuk di bacanya.
Bodoh! Ini kan perpus zaman kuno, tentu bukunya pun berbahasa aneh tidak seperti bahasanya di zaman modern tempat Jiao Chan tinggal. Ingin rasanya ia melempar semua buku itu dari rak buku. Untuk apa membawanya kemari lantas bahasa dari buku itu tidak ia pahami.
"Percuma, aku lebih baik berkeliling saja." Pelayannya bingung, sedari tadi Jiao Chan hanya membalik halaman buku saja tanpa fokus membacanya.
Apa yang sebenarnya di inginkan si Tuan Putri? Gumam pelayannya.
"Tuan Putri, bukankah Anda suka membaca?"
Jiao Chan mengembuskan napas frustasi, "Kau menyuruhku membaca huruf berbentuk tulisan cacing itu? Aku sama sekali tidak paham huruf kuno, membuat kepalaku pusing saja." Kesal tiada tara.
Ia menelungkupkan wajahnya di meja menatap intens dibalik jendela. Kenapa ia baru sadar pemandangan dari jendela perpus berlantai lima ini sangat indah. Menampakkan sebagian pekarangan bawah, taman, beberapa orang berlalu lalang. Namun, tak nampak gerbang utama dari Castle. Sungguh Castle yang megah.
"Terus bagaimana Putri bisa berbahasa seperti kami?" Jiao Chan terperanjat dengan omongan pelayannya.
Eh? Benar juga, ya, kenapa baru menyadarinya sekarang? Padahal sudah lama ia berada di dunia ini.
'Sudah berapa lama aku di dunia aneh ini?' batinnya.
Tidak mungkin ia selamanya berpijak disini, cara untuk keluar dari negeri dongeng ini adalah mempelajari ilmu gaib. Dan perpustakaan pasti ada banyak soal ilmu aneh itu. Entah kenapa ia tidak paham tulisan itu sedangkan ia fasih dalam bahasa mereka. Itu pun yang membuatnya aneh.
"Putri, bagaimana kalau mencari satu atau dua buku yang mungkin bisa Anda pahami?"
Jiao Chan segera beranjak dari tempat duduknya. Memilah-milah buku bukan hal mudah, ia mesti memahami aksara huruf. Sampai ia menaiki tangga untuk melihat-lihat buku yang tinggi dari jangkauannya.
Satu buku yang membuatnya menarik perhatiannya, 'Cara Membuka Segel Aura'. Bukankah itu suatu kekuatan untuknya bisa kembali ke bumi.
Dan tulisannya pun sama dengam dunianya, ini seperti sengaja di simpan khusus untuknya. Bukunya tak bisa di buka, Jiao Chan memaksa buku itu untuk di buka pun percuma.
"Mungkin ada kode." Ia mencari-cari untuk membentuk kode di buku itu.
Tapi bukan kode yang di inginkan buku, tapi sebuah kunci. Dari sisi sebelah kanan ada semacam ukiran kunci yang bentuknya bukan kunci biasa.
"Liat ini Julia, Alexa. Aku menemukan sebuah buku yang bisa ku baca tapi tak mampu membukanya." Alexa dan Julia saling menatap, lantas Julia mengambil buku itu dari Jiao Chan dan melihat sisi sebelah kanan.
Jiao Chan seakan tahu ekspresi Julia, "Katakan padaku, di mana kuncinya berada?" Julia tertegun.
"Itu... itu." Alexa mengembuskan napas.
"Katakan pada putri, ini buku satu-satunya yang mampu dibaca Putri." Julia menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Sebenarnya buku dan kunci ini sudah jadi perdebatan antara Darkness World dan Heavenly World. Penguasa kegelapan yang memegang bukunya dan kuncinya-"
"Kuncinya ada pada Heavenly World?" Tebak Jiao Chan, Julia mengangguk.
"Aku baru tahu ternyata dunia ini memiliki dua ras yang berbeda."
"Heavenly World berada di sebelah timur dan pemisahnya adalah sebuah tebing yang siapapun melewatinya akan musnah. Tapi itu dulu, semenjak penguasa baru dari Darkness World tergantikan penghapusan kekuatan pada tebing di musnahkan, sehingga ada beberapa ras dari Heavenly World datang berkunjung ke dunia kami. Tapi, mereka harus mematuhi aturan dari dunia kita." Jiao Chan semakin penasaran dengan Heavenly World.
"Apa kekuatan Heavenly World sebanding dengan Darkness World?"
"Peperangan terakhir yang menang adalah Darkness World, dan penguasa yang dulunya masih sebagai pewaris mampu membunuh Ratu dari Heavenly World."
"Apakah mereka belum berdamai?"
"Sebenarnya penguasa sekarang lebih menyukai perdamaian, semenjak Tuan Ferius yang menjadi penguasa dunia ini bahagia. Waktu ayahnya yang menjadi penguasa kebencian merajalela, hingga peperangan berlangsung dengan dunia timur. Prinsip dari Tuan Penguasa adalah 'siapapun yang mengganggu kedudukanku dan rakyatku dia akan mendapatkan kekejaman langsung dari ku.' itulah Tuan Ferius kami dia sangat tampan saat mengatakannya." Julia membayangkan ketampanan penguasa Darkness World. Hingga ia tak sadar ada seorang pria lain yang mendengarnya.
"Terima kasih pelayan Julia atas pujiannya." Julia berbalik. Betapa terkejutnya ia melihat sosok yang di pujanya barusan.
Ia memberikan kode pada pelayan Jiao Chan, Jiao Chan menatap heran kenapa mereka meninggalkannya.
"Eh tunggu aku." Pria itu menahannya.
"Ada apa Xander? Lepaskan aku, mereka kembali tanpaku. Mereka menuruti siapa sebenarnya? Dan kau untuk apa berterima kasih, lagi pula kau kan hanya seorang pengawal di Castle ini." Xander mengembuskan napas.
Ia harus tahu bahwa dia lah penguasa Castle, tidak bisa menyembunyikan identitasnya selama ini. Lambat laun pun Jiao Chan akan tahu.
"Makan malam denganku di ruanganku, kutunggu kau dan pakailah gaun yang sudah aku sediakan untukmu." Ia meninggalkan Jiao Chan sendirian lagi.
"Datang tak di jemput pulang tak di antar. Dasar setan!" Xander berbalik, ia mendengar ucapan terakhir Jiao Chan.
Setan katanya?
Ia mendekati Jiao Chan menatap tajam, ia menarik dagu Jiao Chan, "Kau sebaiknya jaga mulutmu baik-baik gadis kecil. Ingat, sebentar lagi kau akan menjadi ratu Darkness World. Ucapanmu dan perilakumu sebagai cerminan seorang ratu yang bijak." Ia melepaskan Jiao Chan lalu pergi meninggalkannya sendirian dengan pikirannya yang kalut.
"DASAR MUKA PUCAT MESUM! Memangnya siapa dirimu? Bisa-bisanya memerintahku."
Hah iya, mengenai buku yang di dapatnya. Bagaimana caranya ia bisa mendapatkan kunci itu? Ia menatap intens buku yang dipegangnya. Semua tentang dunia ini ada di dalam buku ini. Satu-satunya cara untuk membukanya ia harus pergi ke Heavenly World.
"Aku harus memecahkan tentang dunia ini." Ujarnya tegas. Ia tidak akan pulang sebelum memecahkan mimipi-mimpi.